Pengalaman pertama sebagai paper presenter di acara seminar nasional K3 yang diselenggarakan UGM di kampus FK UGM, 23 April 2016. Acara diawali dengan keynote speaker dari beberapa pembicara, ada profesor, praktisi (Manajer K3), kemudian dibagi menjadi beberapa sesi presentasi paper, ada 3-4 ruangan yang dipakai sebagai tempat presentasi.
Pengalaman pertama sebagai poster presenter di acara seminar internasional Indonesia Industrial Hygiene Association (IIHA), 31 Mei 2016 di hotel Bidakara Jakarta. Acara utamanya adalah grand launching IIHA kemudian dilanjutkan dengan speaker dari beberapa pembicara internasional (profesor, praktisi IH asia, dll).
05 June 2016
16 April 2016
Hidup itu (Tidak) Adil
Kita harus menerima fakta bahwa memang terkadang, hidup itu tidak adil.
Ada beberapa hal (menurut kita) yang terjadi tidak sesuai dengan peruntukannya. Orang baik masuk penjara, orang jahat berkuasa, kerja bagus dan keras tidak promosi, kerja jelek-culas karir melesat, kejujuran disalahkan, kebohongan dipuji, dan seterusnya.
Beberapa waktu lalu baca bukunya Todd Conklin, Simple Revolutionary Acts, ada bagian berjudul “help people realize that work is not fair”. Menarik.
Jadi ingat juga kisah Imam Ali dan qadhi Syuraih (meskipun ada pendapat bahwa kisah ini bathil dan ada juga bilang kisah ini dhaif), bisa dibaca ceritanya di: sini. Meskipun Ali adalah orang yang jujur, tapi karena tidak bisa menghadirkan saksi yang memadai di pengadilan, maka hakim (meskipun dia yakin bahwa Ali benar), akhirnya tetap mengalahkan Ali dari gugatannya terhadap seorang Yahudi yang mengambil baju besinya. Ali pun tetap berlalu, bahasa sekarangnya, move-on dari keputusan itu (menerima dan melanjutkan hidup).
Hey, kita ini masih di dunia bung. dimana masih manusia (dengan segala kelebihan dan keterbatasannya) yang memutuskan perkara. Kecuali kita sudah di akhirat nanti, dimana hakimnya adalah Allah ta’ala (maha adil), maka hidup di dunia akan mungkin kita rasa ketidakadilan.
Tapi bukan itu poin utama saya, yang mau saya bahas adalah keadilan bukan hanya bagi diri kita sendiri, tapi keadilan bagi orang lain oleh kita, terutama bagi keluarga terdekat kita.
Kita patut bercermin, sudahkah kita berlaku adil terhadap istri dan anak-anak?
Apakah mereka mendapat perlakuan yang seharusnya mereka dapatkan? Cinta, kasih, perlindungan, perhatian, kecukupan, pengajaran, dan seterusnya.
Setelah menghabiskan sebagian besar waktu di luar rumah. Apakah kita juga memberikan porsi waktu yang adil bagi orang rumah untuk sekedar bercerita -dimana kita menyimak dan memperhatikan cerita mereka-. Bermain bersama. Belajar bersama?
Menjadi seorang yang adil itu tidak mudah. Bahkan ada ancaman bagi orang zalim (tidak adil) dan perintah untuk berusaha tetap adil dalam kondisi apapun juga.
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan. (QS. 4: 135)
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 5: 8)
Yuks, berusaha adil.
Kalau selama ini menuntuk keadilan bagi diri kita. Saatnya kita berikan keadilan pada orang-orang terdekat di sekeliling kita.
Pada istri kita, berikan porsi perhatian, kasih sayang, ucapan yang baik, perilaku yang santun, dan seterusnya.
Pada anak-anak kita, dengan memberikan perhatian penuh (setelah seharian kita tidak perhatikan dia), berikan contoh yang baik, teladan yang baik, dan seterusnya.
Tidak mudah memang. Tapi bukankah kita ini manusia yang harus terus berproses dalam perbaikan...
*sebuah pengingat bagi diri sendiri*
---000---
Syamsul Arifin
Balikpapan, 17 April 2016
Ada beberapa hal (menurut kita) yang terjadi tidak sesuai dengan peruntukannya. Orang baik masuk penjara, orang jahat berkuasa, kerja bagus dan keras tidak promosi, kerja jelek-culas karir melesat, kejujuran disalahkan, kebohongan dipuji, dan seterusnya.
Beberapa waktu lalu baca bukunya Todd Conklin, Simple Revolutionary Acts, ada bagian berjudul “help people realize that work is not fair”. Menarik.
Jadi ingat juga kisah Imam Ali dan qadhi Syuraih (meskipun ada pendapat bahwa kisah ini bathil dan ada juga bilang kisah ini dhaif), bisa dibaca ceritanya di: sini. Meskipun Ali adalah orang yang jujur, tapi karena tidak bisa menghadirkan saksi yang memadai di pengadilan, maka hakim (meskipun dia yakin bahwa Ali benar), akhirnya tetap mengalahkan Ali dari gugatannya terhadap seorang Yahudi yang mengambil baju besinya. Ali pun tetap berlalu, bahasa sekarangnya, move-on dari keputusan itu (menerima dan melanjutkan hidup).
Hey, kita ini masih di dunia bung. dimana masih manusia (dengan segala kelebihan dan keterbatasannya) yang memutuskan perkara. Kecuali kita sudah di akhirat nanti, dimana hakimnya adalah Allah ta’ala (maha adil), maka hidup di dunia akan mungkin kita rasa ketidakadilan.
Tapi bukan itu poin utama saya, yang mau saya bahas adalah keadilan bukan hanya bagi diri kita sendiri, tapi keadilan bagi orang lain oleh kita, terutama bagi keluarga terdekat kita.
Kita patut bercermin, sudahkah kita berlaku adil terhadap istri dan anak-anak?
Apakah mereka mendapat perlakuan yang seharusnya mereka dapatkan? Cinta, kasih, perlindungan, perhatian, kecukupan, pengajaran, dan seterusnya.
Setelah menghabiskan sebagian besar waktu di luar rumah. Apakah kita juga memberikan porsi waktu yang adil bagi orang rumah untuk sekedar bercerita -dimana kita menyimak dan memperhatikan cerita mereka-. Bermain bersama. Belajar bersama?
Menjadi seorang yang adil itu tidak mudah. Bahkan ada ancaman bagi orang zalim (tidak adil) dan perintah untuk berusaha tetap adil dalam kondisi apapun juga.
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan. (QS. 4: 135)
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 5: 8)
Yuks, berusaha adil.
Kalau selama ini menuntuk keadilan bagi diri kita. Saatnya kita berikan keadilan pada orang-orang terdekat di sekeliling kita.
Pada istri kita, berikan porsi perhatian, kasih sayang, ucapan yang baik, perilaku yang santun, dan seterusnya.
Pada anak-anak kita, dengan memberikan perhatian penuh (setelah seharian kita tidak perhatikan dia), berikan contoh yang baik, teladan yang baik, dan seterusnya.
Tidak mudah memang. Tapi bukankah kita ini manusia yang harus terus berproses dalam perbaikan...
*sebuah pengingat bagi diri sendiri*
---000---
Syamsul Arifin
Balikpapan, 17 April 2016
01 April 2016
Beli Buku di Amazon
Setelah sebelumnya merasakan pengalaman beli buku di Bookdepository, kali ini saya mencoba beli buku di Amazon.
Buku yang dipilih adalah How to Cook Everything The Basics: All You Need to Make Great Food--With 1,000 Photos oleh Mark Bittman (buat istri) dan Simple Revolutionary Acts: Ideas to revitalize yourself and your workplace oleh Todd Conklin PhD -penulis pre-accident investigation (buat saya).
Transaksi tanggal 21 Februari 2016, dikirim oleh Amazon tanggal 24 Februari. Paket sampai rumah tanggal 30 Maret 2016 (sebelumnya saya sudah sempat ngecek 2x ke kantor pos, barangnya belum datang). Dibutuhkan waktu sekitar 35 hari baru sampai rumah. Kalau sebelumnya beli buku di book depository, juga sekitar 37 hari (saya cek dan ambil sendiri paket di kantor pos).
Kendalanya, kalau pilih pengiriman yang paling murah, memang akan lama dan susah mencari tahu paket kita sudah sampai mana, karena tidak ada nomor trackingnya, dan kata pak pos yang menangani penerimaan/pengiriman paket dari luar negeri, ada beda pelayanan antaran paket yang memiliki nomor tracking dan paket yang tidak memiliki nomor tracking -intinya memang ono rego ono rupa (ada harga ada kualitas).
Ya, buku lama memang, hanya pelengkap pembelian buku resep buat istri. Tipis hanya sekitar 80 halaman, lumayan lah buat iseng baca-baca...
Buku yang dipilih adalah How to Cook Everything The Basics: All You Need to Make Great Food--With 1,000 Photos oleh Mark Bittman (buat istri) dan Simple Revolutionary Acts: Ideas to revitalize yourself and your workplace oleh Todd Conklin PhD -penulis pre-accident investigation (buat saya).
Transaksi tanggal 21 Februari 2016, dikirim oleh Amazon tanggal 24 Februari. Paket sampai rumah tanggal 30 Maret 2016 (sebelumnya saya sudah sempat ngecek 2x ke kantor pos, barangnya belum datang). Dibutuhkan waktu sekitar 35 hari baru sampai rumah. Kalau sebelumnya beli buku di book depository, juga sekitar 37 hari (saya cek dan ambil sendiri paket di kantor pos).
Kendalanya, kalau pilih pengiriman yang paling murah, memang akan lama dan susah mencari tahu paket kita sudah sampai mana, karena tidak ada nomor trackingnya, dan kata pak pos yang menangani penerimaan/pengiriman paket dari luar negeri, ada beda pelayanan antaran paket yang memiliki nomor tracking dan paket yang tidak memiliki nomor tracking -intinya memang ono rego ono rupa (ada harga ada kualitas).
Ya, buku lama memang, hanya pelengkap pembelian buku resep buat istri. Tipis hanya sekitar 80 halaman, lumayan lah buat iseng baca-baca...
21 February 2016
Pesanan Pertama di Bookdepository
Tertarik kepengen beli buku original (bukan bajakan) tentang K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) yang biasanya berberbahasa Inggris. Browsing situs jualan buku, lihat-lihat review antara beberapa situs jualan buku. Tersaringlah pilihan antara Amazon atau Bookdepository, setelah mencermati review antara kedua, akhirnya memberanikan diri mencoba di pilihan yang kedua.
Bookdepository memang ada gratis pengiriman, tapi hal itu akhirnya berpengaruh juga pada lama-sebentarnya pengiriman itu sampai ke rumah. Belum lagi, tidak adanya kode tracking, sehingga menyulitkan kita kalau mau mencari tahu sudah dimana posisi pesanan kita.
Ada beberapa review yang bilang Bookdepository lebih murah. Pada satu buku tertentu, setelah membandingkan antara Amazon dan Bookdepository, ada sekitar beda 9 dollar US untuk ongkos kirim dari Amazon. Tapi kalau mau dilihat teliti, sebetulnya harganya kurang-lebih saja antara Amazon dan Bookdepository, bahkan beberapa buku lebih mahal di Bookdepository ketimbang Amazon. Tapi, pas di buku inceran saya, karena ada diskon 27% buku itu di Bookdepository, jadinya memang lebih murah.
Setelah pesan dan bayar, dapat email kalau buku sudah dikirim dari tanggal 14 Januari (dari UK), tapi setelah lama ditunggu kok bukunya ngga sampai-sampai di rumah. Akhirnya setelah sebelumnya juga sudah ke Kantor Pos buat nge-cek. kemarin (20 Februari), ternyata buku itu sudah ada disana (3 hari yang lalu, katanya sudah sampai). Alasannya, petugasnya belum tahu daerah rumah saya, sehingga belum dikirim. Haduh...
Yang penting, buku itu sudah ada di tangan, tinggal dibaca dan pahami. *dan mungkin cari-cari lagi buku yang lainnya buat dibeli :D
Bookdepository memang ada gratis pengiriman, tapi hal itu akhirnya berpengaruh juga pada lama-sebentarnya pengiriman itu sampai ke rumah. Belum lagi, tidak adanya kode tracking, sehingga menyulitkan kita kalau mau mencari tahu sudah dimana posisi pesanan kita.
Ada beberapa review yang bilang Bookdepository lebih murah. Pada satu buku tertentu, setelah membandingkan antara Amazon dan Bookdepository, ada sekitar beda 9 dollar US untuk ongkos kirim dari Amazon. Tapi kalau mau dilihat teliti, sebetulnya harganya kurang-lebih saja antara Amazon dan Bookdepository, bahkan beberapa buku lebih mahal di Bookdepository ketimbang Amazon. Tapi, pas di buku inceran saya, karena ada diskon 27% buku itu di Bookdepository, jadinya memang lebih murah.
Setelah pesan dan bayar, dapat email kalau buku sudah dikirim dari tanggal 14 Januari (dari UK), tapi setelah lama ditunggu kok bukunya ngga sampai-sampai di rumah. Akhirnya setelah sebelumnya juga sudah ke Kantor Pos buat nge-cek. kemarin (20 Februari), ternyata buku itu sudah ada disana (3 hari yang lalu, katanya sudah sampai). Alasannya, petugasnya belum tahu daerah rumah saya, sehingga belum dikirim. Haduh...
Yang penting, buku itu sudah ada di tangan, tinggal dibaca dan pahami. *dan mungkin cari-cari lagi buku yang lainnya buat dibeli :D
29 January 2016
Engkaulah Pelita Hidupku
Mendengarkan lagu Flashlight - Jessie J jadi terbayang berada di malam hari, di tengah hutan, berjalan perlahan mencoba menghindari akar-akar pepohonan yang mencuat dari tanah sembari mengarahkan lampu sorot di jalan setapak.
I got all I need when I got you and I. I look around me, and see a sweet life. I'm stuck in the dark but you're my flashlight. You're getting me, getting me, through the night. Kick start my heart when you shine it in my eyes. Can't lie, it's a sweet life...
Dan pikiranku pun berkelana kepada sosok Nabi Muhammad SAW, seseorang yang menjadi lentera hidup kami sebagai seorang muslim.
I see the shadows long beneath the mountain top. I'm not afraid when the rain won't stop. 'Cause you light the way. You light the way. You light the way.
Ingin rasanya memeluk Rasulullah. Beruntungnya para Sahabat yang hidup sezaman dengan dirinya. Dekat dengan sumber petunjuk dan pengingat. Melihat langsung contoh beragama.
Stuck in the dark but you're my flashlight. You're getting me, getting me, through the night.
Setiap kita pasti akan binasa, kematian tinggallah menunggu waktunya saja. Dunia cukup menggoda. Jebakannya bisa membuat gelap kuburan kita. Berjalan bersama sunnah Nabi kita, meskipun perlahan, akan pasti mengantarkan kita ke tujuan sesungguhnya, keselamatan dunia dan kesempurnaan hidup di akhirat sana. Kesusahan hidup tidak akan membuat gentar, selama iman masih menyala di dalam dada, semua itu tidak ada artinya, asalkan genggaman tangan kita masih tersambung dengan orang yang mulia. Hidup akan selalu terasa manis selama ajaran beliau masih ada di dalam dada.
I got all I need when I got you and I. I look around me, and see a sweet life...
Balikpapan, 29 Januari 2016
Syamsul Arifin
I got all I need when I got you and I. I look around me, and see a sweet life. I'm stuck in the dark but you're my flashlight. You're getting me, getting me, through the night. Kick start my heart when you shine it in my eyes. Can't lie, it's a sweet life...
Dan pikiranku pun berkelana kepada sosok Nabi Muhammad SAW, seseorang yang menjadi lentera hidup kami sebagai seorang muslim.
I see the shadows long beneath the mountain top. I'm not afraid when the rain won't stop. 'Cause you light the way. You light the way. You light the way.
Ingin rasanya memeluk Rasulullah. Beruntungnya para Sahabat yang hidup sezaman dengan dirinya. Dekat dengan sumber petunjuk dan pengingat. Melihat langsung contoh beragama.
Stuck in the dark but you're my flashlight. You're getting me, getting me, through the night.
Setiap kita pasti akan binasa, kematian tinggallah menunggu waktunya saja. Dunia cukup menggoda. Jebakannya bisa membuat gelap kuburan kita. Berjalan bersama sunnah Nabi kita, meskipun perlahan, akan pasti mengantarkan kita ke tujuan sesungguhnya, keselamatan dunia dan kesempurnaan hidup di akhirat sana. Kesusahan hidup tidak akan membuat gentar, selama iman masih menyala di dalam dada, semua itu tidak ada artinya, asalkan genggaman tangan kita masih tersambung dengan orang yang mulia. Hidup akan selalu terasa manis selama ajaran beliau masih ada di dalam dada.
I got all I need when I got you and I. I look around me, and see a sweet life...
Balikpapan, 29 Januari 2016
Syamsul Arifin
19 January 2016
Tupoksi Profesional K3
Profesional K3 (Keselamatan Kesehatan
Kerja) sering dipandang sebelah mata, bahkan tidak jarang jabatan K3 dipandang
sebagai posisi buangan bagi pekerja tua tidak produktif yang karirnya sudah mandeg di perusahaan. Apakah benar
begitu?
Pandangan tersebut jelas keliru.
Profesional K3, terlepas dari apapun sebutan dan tingkatnya (petugas, pengawas,
koordinator, atau manajer K3) memiliki tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) yang
tidak mudah. Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan benar, seorang profesional
K3 memerlukan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang disokong dari beragam
rumpun ilmu, diantaranya fisika, kimia, biologi, fisiologi, statistika, matematika,
komputer, teknik mekanika, proses industri, bisnis, komunikasi, dan psikologi.
Beragam studi harus mampu dilakukan
oleh profesional K3, diantaranya toksikologi dan higiene industri, desain
teknis pengendalian bahaya, perlindungan kebakaran, ergonomi, keselamatan
proses produksi, manajemen K3, analisa dan investigasi kecelakaan, keselamatan
konstruksi, metode pendidikan dan pelatihan, pengukuran kinerja K3, perilaku
manusia, perlindungan lingkungan, regulasi hukum K3, dan standar teknis
industri.
Maka dari itu, tidak heran jika
profesional K3 bisa berasal dari disiplin pendidikan yang bervariasi, semisal teknik,
administrasi bisnis dan manajemen, ilmu pendidikan, ilmu sosial, ilmu
pengetahuan alam, dan lain-lain.
Tidak jarang pula, sebagai bagian dari
pekerjaannya, praktisi K3 harus bisa melakukan perencanaan dan pengelolaan
keuangan dan sumberdaya, bertanggungjawab untuk mengawasi staf ahli yang
beragam kompetensi dan lokasi.
Standar American National Standard
Institute (ANSI) Z590.1, yang berjudul Criteria
for Establishing Levels of Competence in the Safety Profession menyebutkan
4 fungsi utama seorang profesional K3 sebagai berikut:
Pertama,
mengantisipasi, mengidentifikasi, dan mengevaluasi kondisi dan tindakan
berbahaya. Beberapa
kemampuan dan aktifitas perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi
berbahaya, semisal inspeksi peralatan dan fasilitas, investigasi kecelakaan,
analisa bahaya pekerjaan, studi penataan bangunan, dan wawancara serta diskusi
dengan pekerja yang terpapar bahaya. Pemahaman yang baik terhadap bahaya dalam
berbagai situasi dan pengetahuan terhadap persyaratan peraturan pemerintah
menjadi tambahan yang cukup membantu.
Kedua,
membuat desain, metode, prosedur dan program pengendalian bahaya. Kemampuan untuk menganalisa kejadian,
kondisi, dan perilaku sangatlah penting guna memahami proses yang berlangsung
dan memikirkan solusi untuk mengubahnya. Para praktisi K3 perlu melakukan
proses berpikir deduktif dan kreatif dalam menjalankan fungsi kedua ini.
Ketiga,
menerapkan, mengelola, dan memberikan saran kepada pihak lain guna
mengendalikan bahaya.
Seringkali, para praktisi K3 menggunakan lebih dari sekedar komunikasi verbal
sederhana ketika menjalankan fungsi ketiga ini. Seringkali, kemampuan membujuk/negosiasi/interpersonal
diperlukan agar orang lain memahami dan mau menerapkan tindakan pengendalian
tertentu. Sebagai tambahan, kemampuan memimpin tim dapat membantu orang lain
menentukan hal-hal yang penting/harus dilakukan. Kemampuan komunikasi yang baik
sangatlah penting untuk melaksanakan fungsi kerja ini.
Keempat,
mengukur, mengaudit, dan mengevaluasi efektifitas program pengendalian bahaya. Proses evaluasi ini umumnya
mempergunakan pengumpulan data mengenai kinerja manusia selama aktifikas pekerjaan
berlangsung, mulai dari inspeksi, keluhan pekerja, data investigasi, dan sumber
data lainnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan apakah tindakan dan/atau
perilaku berbahaya telah berhasil dikendalikan.
Profesi K3 bisa berada dalam konteks
swasta maupun pemerintah, di industri manufaktur, asuransi, pemerintahan,
pendidikan dan pelatihan, jasa konsultasi, konstruksi, kesehatan, desain dan
teknik, manajemen limbah, minyak dan gas, transportasi, dan lain sebagainya.
Sehingga seorang praktisi K3 harus mampu beradaptasi sesuai fungsinya agar
sesuai dengan misi, pekerjaan, dan budaya tempat kerjanya.
Meski tugas praktisi K3 berbeda
tergantung industrinya, namun beberapa tugas berikut umumnya dilakukan:
- Rekognisi bahaya: mengidentifikasi kondisi dan tindakan berbahaya yang dapat menyebabkan cedera, sakit atau kerusakan aset perusahaan
- Inspeksi dan audit: menilai risiko keselamatan dan kesehatan terkait peralatan, material, proses, fasilitas
- Perlindungan kebakaran: mengurangi bahaya kebakaran dengan menginspeksi, penataan fasilitas dan proses, dan mendesain sistem pendeteksi dan pemadaman api
- Pemenuhan peraturan perundangan: memastikan peraturan pemerintah terkait keselamatan dan kesehatan dipenuhi
- Pengendalian bahaya kesehatan: mengendalikan bahaya kesehatan, semisal kebisingan, paparan bahan kimia, radiasi, atau biologi yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja
- Ergonomi: meningkatkan tempat kerja dengan pemahaman fisiologi dan psikologi pekerja terkait karakterisitik, kemampuan, dan keterbatasan manusia
- Manajemen bahan berbahaya: memastikan bahan kimia dan produk berbahaya lainnya dibeli, disimpan, dipergunakan, dan dimusnahkan dengan cara yang layak -tidak menimbulkan bahaya kebakaran, tidak memapar pekerja
- Perlindungan lingkungan: mengendalikan bahaya yang jika terlepas tidak terkendali dapat membahayakan lingkungan (udara, air dan tanah)
- Pelatihan: memberikan pekerja dan manajer pengetahuan dan kemampuan untuk dapat mengenali bahaya dan melakukan pekerjaannya secara selamat dan efektif
- Investigasi kecelakaan: menentukan fakta terkait kecelakaan berdasarkan keterangan wawancara saksi, inspeksi lapangan dan pengumpulan bukti
- Pemberi saran kepada manajemen: membantu manajer menetapkan tujuan K3, perencanaan program untuk mencapai target dan mengintegrasikan K3 di dalam budaya perusahaan
- Pencatatan dokumentasi: mengelola informasi K3 guna memenuhi persyaratan pemerintah, juga memberikan data sebagai bahan pertimbangan dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
- Evaluasi: menilai efektifitas program dan aktifitas K3 yang dilakukan
- Tanggap darurat: mengelola, melatih, dan mengkoordinasi tenaga terlatih dalam menindaklanjuti keadaan darurat semisal kebakaran, kecelakaan atau bencana lainnya
- Mengelola program K3: merencanakan, mengelola, menganggarkan, dan mengawasi penyelesaian dan efektifitas program-program yang dilakukan untuk mencapai tujuan K3 perusahaan atau program-program pengendalian administratif dan/atau teknis guna menghilangkan atau meminimalisir bahaya
- Keselamatan produk: menilai kemungkinan paparan produk dalam setiap tahap proses produksi yang dapat memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan atau lingkungan dan menentukan tanda peringatan visual dan auditori
- Keamanan: mengidentifikasi dan menerapkan prosedur yang dapat melindungi fasilitas dan bisnis perusahaan dari ancaman yang membahayakan.
---000---
Penyusun: Syamsul Arifin, SKM., MKKK.
D&C HES Specialist, Chevron
Indonesia Company
Referensi:
·
ANSI
Z590.1 Criteria for Establishing Levels of Competence in the Safety Profession
·
American
Society of Safety Engineers. Career Guide to the Safety Profession
01 January 2016
10 Tahun Perjalanan Karir
Desember 2015 lalu, sebuah milestone baru saja terlampaui, 10 tahun perjalanan karir profesionalku sebagai praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Desember 2005 - Desember 2015. Sebetulnya, jika dihitung dari pengalaman magang (April - Mei 2005) sewaktu kuliah di site Lirik - Riau, Medco E&P Indonesia, sehingga bisa dianggap 10+ tahun.
Selepas lulus kuliah, setelah wisuda S1 (Agustus 2005) saya juga sempat menjadi enumerator atau petugas survei dan data inputer di proyek-proyek penelitian kampus. Hasilnya pun lumayan.
Baru kemudian saya masuk di instansi swasta, Pandu Selamat Utama (Desember 2005), spesialisasi di bidang penyedia jasa K3 deteksi gas khususnya H2S, SCBA, confine space training dan produk untuk industri migas.
Kemudian pindah ke Multi Production Solution (November 2007), perusahaan Engineering Procurement Construction Installation (EPCI) yang bekerja membangun fasilitas produksi migas,
Kemudian ditarik ke client tempat dimana proyek pertama MPS, yaitu EMP Semberah (Juli 2008), bertugas di lapangan/field, sehingga menyebabkan saya migrasi dari Jakarta ke Samarinda.
Hingga akhirnya pindah lagi ke Chevron Indonesia Company (Agustus 2009) bertempat di Balikpapan. Awalnya di posisi HES Engineer di departmen OE-HES (Operational Excellence - Health Environmental Safety), kemudian pindah di departemen D&C (Drilling and Completion) sebagai HES Specialist.
Baca juga postingan Linkedin saya 10 Pelajaran dari 10 Tahun Perjalanan Karir
Selepas lulus kuliah, setelah wisuda S1 (Agustus 2005) saya juga sempat menjadi enumerator atau petugas survei dan data inputer di proyek-proyek penelitian kampus. Hasilnya pun lumayan.
Baru kemudian saya masuk di instansi swasta, Pandu Selamat Utama (Desember 2005), spesialisasi di bidang penyedia jasa K3 deteksi gas khususnya H2S, SCBA, confine space training dan produk untuk industri migas.
Kemudian pindah ke Multi Production Solution (November 2007), perusahaan Engineering Procurement Construction Installation (EPCI) yang bekerja membangun fasilitas produksi migas,
Kemudian ditarik ke client tempat dimana proyek pertama MPS, yaitu EMP Semberah (Juli 2008), bertugas di lapangan/field, sehingga menyebabkan saya migrasi dari Jakarta ke Samarinda.
Hingga akhirnya pindah lagi ke Chevron Indonesia Company (Agustus 2009) bertempat di Balikpapan. Awalnya di posisi HES Engineer di departmen OE-HES (Operational Excellence - Health Environmental Safety), kemudian pindah di departemen D&C (Drilling and Completion) sebagai HES Specialist.
Baca juga postingan Linkedin saya 10 Pelajaran dari 10 Tahun Perjalanan Karir
23 December 2015
(cerpen) Kunang-Kunang Tanpa Cahaya
Aku terlahir di dekat rawa, dalam komunitas kunang-kunang
yang hidup nokturnal –aktif di malam hari, tidur di siang hari.
Namun ada yang berbeda dalam diriku. Ketika teman-temanku
memiliki lucifer sehingga mampu memancarkan cahaya, aku tidak bisa mengeluarkan
sinaran dingin yang sama. Hal itu membuatku stres, apalagi ketika mengetahui bahwa
ada beberapa teman-temanku yang bahkan sudah mengeluarkan cahaya ketika masih
di dalam telur.
Makanan kami sama, cairan tumbuhan, siput-siputan kecil,
cacing, maupun serangga kecil lainnya, tapi kenapa perutku tidak bisa
memancarkan entah warna warna kuning, merah terang, hijau, atau oranye seperti yang lainnya.
“Hey.., itu si kunang-kunang tanpa cahaya,” suara samar
terdengar saling berbisik di lorong bawah tanah ketika aku berlalu.
Pandangan mata setengah mengejek menghiasi hari-hariku di
sarang kami.
Bahkan larva-larva kecil akan menatapku aneh, mencoba
memperhatikan bagian perutku, saling menebak kira-kira kenapa aku tidak
mengeluarkan sinar yang sama.
“Mungkin dia terkena kutukan.”
“Ah, mana mungkin, para penyihir kan sudah musnah
semenjak zaman dahulu,” tutur temannya.
“Itu akibat tidak patuh pada orang tuanya,” seorang tua
ikutan menyahut, alasan yang digaungkan para tetua agar anak-anak mereka patuh
dan nurut kalau diberi wejangan.
“Ih serem ah.., aku tidak mau jadi seperti itu,” mereka
berlarian menjauh.
***
Rasanya menyedihkan menjadi pribadi yang berbeda dan
dijauhi teman-teman, seakan-akan aku ini wabah penyakit yang harus dikarantina
saja.
Jadi bahan perbincangan, ejekan –walaupun aku tidak
bersalah apa-apa- sudah biasa. Walau sudah terbiasa, hal itu tetap membuatku muram.
Hari-hariku kulalui dengan suram, sekedar menjalani hari.
Sampai suatu malam, aku bertemu dan menjalin persahabatan
dengan ngengat, semacam kupu-kupu malam. Berbeda dari saudaranya yang aktif di
waktu siang –diural- dan memiliki sayap yang warnanya indah cemerlang, ngengat hampir
mirip dengan diriku –berbeda dengan saudaranya-, sama-sama nokturnal dan
memiliki sayap yang cenderung gelap, kusam atau kelabu.
“Usahlah mempedulikan suara sumbang kunang-kunang lain,”
katanya suatu kali, “anggaplah suara-suara itu sebagai angin lalu. Sesekali
bertiup, kemudian hilang tak berbekas.”
“Tak perlu kau tanggapi. Jangan dimasukkan ke dalam hati,”
tambahnya, “jangan kau biarkan perkataan-perkataan itu membuatmu jatuh dan
terpuruk.”
“Perkataan mereka tidak boleh sampai membentuk dirimu.
Jadilah hebat dengan apa yang kamu miliki,” tuturnya santai.
“Nasihat yang super”, ujarku dalam hati. “Terima kasih
kawan.”
***
Suatu malam, datang segerombolan manusia ke depan sarang
kami. Mereka membawa plastik kecil dan botol kaca besar.
“Mari kita cari kunang-kunang sebanyak mungkin, untuk
hiasan perayaan besok lusa,” seru salah seorang yang berbadan besar.
Mulailah mereka meraup, mengejar, menjebak, dan
menangkapi sebagian besar kawan-kawanku. Kami berterbangan kocar-kacir, berteriak
saling memperingatkan, “SELAMATKAN DIRIMU, Terbanglah sejauh mungkin dari
sini!” jeritan bersahutan mengisi hutan malam.
Aku menjatuhkan diri ke lantai hutan. Tanpa sinar
berkelap-kelip di dalam perutku, mereka melewatkanku yang tersamar oleh tanaman.
Beberapa jam mencekam akhirnya berlalu. Sarang kami porak
poranda.
Anak-anak maupun dewasa, banyak tersekap di wadah botol
yang mereka bawa. Sinarnya berkilauan terang. Tampak jelas ketakutan
kunang-kunang yang telah tertangkap.
“Hari sudah semakin larut. Aku letih sekali. Mari kita
beristirahat dulu di sini. Kita bangun tenda dan berangkat ke kota esok pagi,”
kata seorang pemburu kunang-kunang itu.
“Baiklah,” mereka mulai membangun tenda, menyalakan api
unggun, dan menggelar selimut
Malam beranjak semakin larut. Para pemburu itu sudah
terlelap dalam kantuk.
Pikiran berkecamuk dalam diriku. Apakah aku akan
meninggalkan semua kunang-kunang yang tertangkap dan mencari jalan selamat
sendirian saja, terbang menjauh. Atau berusaha mendekat dan mencari jalan untuk
membebaskan mereka semua yang sering mengejek dan menggunjingkanku.
Arrgh…, aku bingung.
“Jadikanlah kekuranganmu sebagai sumber kekuatanmu,”
terngiang pesan ngengat sahabatku.
Aku memberanikan diriku menyelinap di antara para pemburu
kunang-kunang.
Nyaring terdengar suara dengkuran, mereka semua sudah pulas
terlelap.
Setengah berbisik, aku berkata di sisi toples, “ssssstt,
jangan berisik, aku akan berusaha membebaskan kalian,” jariku memberi isyarat
di depan bibir.
Kuperhatikan wadah ini tertutup kawat kasa, terikat di
samping. Kutarik kuat-kuat. Satu-dua-tiga. Tutup wadah bisa terlepas.
Ratusan kunang-kunang berhamburan keluar. Kembali
menghirup udara bebas.
“Mari menjauh dari sini!” seruan tercekat perlahan, ramai
terbang beriringan.
Ada perasaan bahagia terselip dalam dada. Ucapan maaf dan
terima kasih dari semua kunang-kunang malam menghapus memori luka masa lalu
yang tadinya kelam menjadi terang benerang.
Perut gelap tak
bercahaya yang dulu kubenci, kini aku syukuri, terlepas dengan kondisi apapun yang
kamu miliki, tidaklah jadi alasan untuk tidak bisa menjadikan dirimu bermakna
bagi sesama.
---000---
Balikpapan, 30 November 2015
Syamsul Arifin, SKM, MKKK
Penulis adalah blogger, praktisi keselamatan kerja dan
karyawan migas yang berdomisili di Gn Guntur Asri, Balikpapan. Kunjungi
blogsnya di http://genkeis.blogspot.com
19 October 2015
Investigasi Ledakan dan Kebakaran Sumur Macondo, Teluk Meksiko
Rig
Semisubmersible Deepwater Horizon
20 April
2010, kecelakaan yang mengakibatkan kematian banyak pekerja terjadi di sumur
minyak Macondo, sekitar 80 KM dari lepas pantai Louisiana di Teluk Meksiko.
Insiden
terjadi ketika pekerjaan well-abandonment sementara yang dilakukan rig
pengeboran Deepwater Horizon (DWH). Rig kehilangan kendali atas sumur, sehingga
terjadi blowout –pelepasan cepat dan kuat gas dan cairan hidrokarbon dari dalam
sumur ke rig. Hidrokarbon yang terlepas itu kontak dengan sumber nyala api dan
terbakar. Ledakan dan kebakaran pun terjadi. Korban jiwa atau cedera, kerusakan
lingkungan dan kerusakan aset yang terjadi adalah kematian 11 pekerja, cedera
serius 17 pekerja, tenggelamnya rig pengeboran dan kerusakan pantai dan laut
yang luas akibat tumpahnya 5 juta barel (≈600 juta liter) hidrokarbon dari
dalam sumur. Kejadian ini merupakan salah satu kecelakaan yang mengakibatkan
kerusakan alam terburuk dalam sejarah Amerika.
Penyebaran minyak akibat kebakaran dan ledakan sumur Macondo
BP Exploration
& Production Inc. (BP) adalah operator atau pemegang konsensi blok yang
terdapat sumur Macondo. BP adalah pemegang konsensi terbesar di laut dalam
(deepwater) Teluk Meksiko Amerika, memiliki lebih dari 650 blok dengan
kedalaman laut lebih dari 1,200 feet (≈365 meter).
Untuk mengebor sumur Macondo, BP mengontrak
Transocean, kontraktor pengeboran dan penyedia jasa sumur lainnya, termasuk
Halliburton dan Sperry-Sun Drilling Services –subsidari Halliburton.
Bagan interaksi perusahaan yang terlibat kejadian
Cameron
tidak memiliki kontrak langsung dengan BP, namun kontrak antara Transocean dan
BP mempersyaratkan konfigurasi dan referensi spesifik Blowout Preventer (BOP)
yang akan digunakan dalam pengerjaan sumur. Cameron menyediaakan part,
pengetesan, bantuan teknis dan jasa perbaikan pada BOP Deepwater Horizon.
Personil
yang bertanggung jawab akan pengendalian sumur ketika kejadian adalah:
|
Posisi
|
Perusahaan
|
Tanggung Jawab
|
|
Well
Site Leader
|
BP
|
Memimpin
semua aktifitas, K3LH, operasional dan logistik di lapangan
|
|
Offshore
Installation Manager (OIM)
|
Transocean
|
Mengelola
krew dan sumberdaya di rig untuk mencapai kinerja optimum agar program
pekerjaan sumur dapat dilaksanakan dengan baik
|
|
Senior
Toolpusher/ Toolpusher
|
Transocean
|
Mengawasi
dan mengkoordinasi pekerjaan pengeboran
|
|
Driller
|
Transocean
|
Mengoperasikan
peralatan pengeboran dan memonitor instrumen rig
|
|
Subsea
Supervisor
|
Transocean
|
Mengawasi
perawatan dan perbaikan pada peralatan dan sistem di bawah laut (subsea) dan
permukaan (surface)
|
|
Cementer
|
Halliburton
|
Melaksanakan
program penyemenan, termasuk perencanaan dan pemompaan semen serta memberikan
saran teknis
|
|
Mudlogger
|
Sperry-sun
|
Memonitor
parameter pengeboran sebagai acuan untuk mengerti kondisi di bawah sumur dan
memberikan saran ke BP ataupun Transocean implikasi keselamatan/efisiensinya.
|
Posisi personil pengendali sumur
Ruang kendali driller di anjungan pengeboran lepas pantai yang serupa di
Deepwater Horizon
Urutan
kejadian kebakaran/ledakan
Aktifitas
utama yang menyangkut kejadian ledakan dan kebakaran sumur Macondo adalah:
|
Tanggal
|
Keterangan
|
|
6 Okt
2009
|
Sumur Macondo
di spud (dimulai pengeborannya) oleh rig Marianas (milik Transocean)
|
|
8-27 Okt
2009
|
Rig Marianas
di evakuasi karena kerusakan oleh badai Ida
|
|
31 Jan –
6 Feb 2010
|
Rig Deepwater
Horizon menggantikan Rig Marianas.
6 hari
perawatan dan pengetesan BOP.
Memulai
aktifitas pengeboran pada 6 Februari.
|
|
19 April
2010
|
Menyelesaikan
pemasangan casing produksi sampai kedalaman 18,304 feet
|
|
19-20
April 2010
|
Melakukan
pekerjaan penyemenan sumur
|
|
20 April
2010
|
Pengetesan
tekanan positif dan tekanan negatif casing produksi
|
|
20 April 2010
|
Pemantauan
sumur dan pekerjaan bersamaan.
Memompa
air laut menggantikan lumpur dan spacer di dalam riser sumur.
Sumur
dalam keadaan underbalance dan mulai mengalir.
Aliran
yang keluar dari dalam sumur meningkat.
|
|
20 April
2010
|
Respon
terhadap kendali sumur.
Lumpur
mulai mengalir melebihi pipa. Dan mengalir lewat derrick.
Menutup
diverter dan lumpur melewati gas separator.
Mengaktifkan
lower annular preventer BOP.
Gas
tekanan tinggi terlepas dari gas separator vent.
Alaram
gas pertama berbunyi. Gas menyebar dengan cepat membunyikan alarm lainnya.
Rig
kehilangan listrik.
Terjadi
ledakan pertama (5 detik setelah rig kehilangan listrik).
Mengaktifkan
Emergency Disconnect Sequence (ESD) BOP, namun paket lower marine riser tidak
membuka.
Mentransfer
115 personel termasuk 17 pekerja yang terluka ke M/V Damon Bankston. 11
pekerja hilang dan dicari.
|
|
22 April
|
Deepwater
Horizon tenggelam
|
|
21-22
April
|
Mengoperasikan
Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk menutup Variable Bore Rams dan Blind
Shear Rams dari BOP di bawah laut. Tidak berhasil.
|
Urutan waktu kejadian
Faktor
penyebab kejadian kebakaran/ledakan (direct and indirect cause)
Dengan
mempergunakan fault tree analysis, berbagai skenario, failure mode dan faktor
kontribusi yang memungkinkan, ada 8 temuan utama kejadian ini:
a) Semen
annulus tidak mengisolasi hidrokarbon
b) Shoe
track tidak mengisolasi hidrokarbon
c) Test
tekanan negative diterima walaupun integritas sumur tidak diperiksa
d) Influx
dari sumur tidak diidentifikasi hingga hidrokarbon berada di riser
e) Respon
kendali sumur gagal untuk menjaga kendali sumur
f) Pengalihan
ke mud gas separator mengakibatkan gas ter-venting di rig
g) Sistem
kebakaran dan gas tidak mencegah ignisi hidrokarbon
h) Mode
darurat BOP tidak dapat menutup sumur.
Swiss cheese
model kejadian ledakan dan kebakaran
Analisis
program dan sistem Pencegahan dan Proteksi Kebakaran
Ada
beberapa potensi sumber penyalaan di rig Deepwater Horizon:
- Klasifikasi area listrik (electrical area
classified)
- Sistem gas dan kebakaran
- Sistem ventilasi
Marine
Operation Manual (MOM) Deepwater Horizon tertanggal Maret 2001 menyatakan
bahwa: area kapal dibagi dan diidentifikasi memiliki kemungkinan pencampuran
udara/gas mudah terbakar/meledak. Sebagian besar are rig tidak masuk
klasifikasi mudah terbakar/meledak karena hanya sedikit atau bahwa tidak ada
peluang pencampuran gas/udara mudah terbakar bahkan dalam kondisi yang paling
ekstrim sekalipun.
Area
klasifikasi listrik di Deepwater Horizon meliputi area drill floor dan area di
atas drill floor, termasuk juga derrick. Area deck yang langsung dibawah drill
floor juga masuk klasifikasi listrik. Berbagai macam intake dan outlet
ventilasi dan outlet diverter juga masuk klasifikasi listrik. Moon pool dan
ruangan mud pit juga masuk area klasifikasi listrik.
Sistem gas
dan kebakaran Deepwater Horizon memiliki 27 detektor gas mudah terbakar.
Seluruh gas detektor berfungsi otomatis terhadap alaram visual dan audio. 13
dari 27 detektor memiliki respon otomatis, sedang 14 sisanya tidak beraksi
otomatis, hanya memberikan alarm visual dan audio.
Dari hasil
Analisa data, perawatan dan penilaian terakhir oleh pihak ketiga menunjukkan
bahwa gas detektor dalam kondisi cukup baik, diuji dan terawat.
Fungsi dan
layout sistem ventilasi juga diperiksa. Fire damper di rig didisain untuk
otomatis menutup ketika listriknya mati. Disediakan juga fusible link untuk
memastikan damper menutup jika terjadi kebakaran.
Hipotesis analisis kejadian kebakaran
Modeling
vapor dispersion menunjukkan bahwa campuran gas mudah terbakar dengan cepat
menyelimuti area rig, termasuk beberapa ruangan tertutup dibawah deck. Area di
bow dan aft deck utama serta di bawah deck tidak klasifikasi listrik. Karena
itu beberapa penyalaan mungkin terjadi.
Sistem
HVAC (Heating, Ventilating, dan Air Conditioning) mungkin mentransfer gas mudah
terbakar ke area tertutup mesin, sehingga mesin menjadi melebihi kecepatannya.
Yang menjadi sumber penyalaan.
Sumber
penyalaan mekanikal juga mungkin terjadi. Tekanan yang sangat besar terjadi
ketika pelepasan hidrokarbon bisa menyebabkan kegagalan peralatan, dan
mengakibatkan kerusakan kolateral sehingga menimbulkan percikan.
Rekomendasikan
program pencegahan dan proteksi kebakaran
Laporan
investigasi kecelakaan Deepwater Horizon oleh BP memberikan 2 hal besar
perbaikan:
- Drilling dan Well Operation Practices (DWOP)
dan Operating Management System (OMS)
- Pengawasan dan kontrol kualitas kontraktor dan provider jasa
Perbaikan
DWOP dan OMS:
a) Prosedur dan praktek teknis engineering
·
Perbaikan panduan penyemenan
·
Perbaikan persyaratan well
control
·
Perbaikan desain teknis:
tubular, casing hanger seal
·
Perbaikan persyaratan untuk
mencakup pengetesan tekanan negatif
·
Memperjelas standar pelaporan
dan investigasi kejadian pengendalian sumur
·
Mengusulkan American Petroleum
Institute untuk mengembangkan rekomendasi untuk desain dan pengetesan busa
semen pada penggunaan tekanan tinggi dan suh tinggi
·
Penilaian dan meninjau
penerapan Management of Change (MOC)
b) Kompetensi dan kapabilitas
·
Memperkuat peran teknis di
bidang penyemenan dan isolasi
·
Memperkuat kompetensi dan
kepemimpinan di operasi laut dalam
·
Mengembangkan program pelatihan
laut dalam tingkat lanjut
·
Membangun ahli internal BP
dibidang subsea dan kontrol sistem BOP
·
Meminta International
Association of Dirlling Cotnractor (IADC) untuk mempertimbangkan sertifikasi di
bidang subsea engineering
c) Audit dan verifikasi
d) Proses Safety Performance Management
·
Membuat indikator leading dan lagging
terkait integritas sumur, pengendalian sumur dan peralatan keselamatan kritis
rig
·
Mempersyaratkan kontraktor
pengeboran untuk membuat sistem monitoring audio terkait indikator leading dan
lagging di atas.
Pengawasan
dan kontrol kualitas kontraktor dan provider jasa:
a) Pemastian jasa penyemenan
b) Memastikan praktek pengendalian dan monitor sumur
diterapkan di semua kontraktor pengeboran
c) Keselamatan proses rig:
·
Hazop review pada sistem gas
permukaan dan cairan pengeboran sebagai bagian dari rig audit dan penerimaan
·
Memasukkan semua venting
hidrokarbon sebagai bagian dari Hazop
d) Pengawasan kualitas desain BOP:
·
Menetapkan minimal redudancy
dan reliabilitas BOP yang dimiliki kontraktor
·
Memperketat persyaratan minimum
pengetesan BOP
·
Memperketat persyaratan minimum
perawatan BOP
·
Menetapkan persyaratan minimum Management
of Change subsea BOP
·
Membuat perencanaan yang jelas
untuk ROV intervensi sebagai bagian dari tanggap darurat
·
Membuat kontraktor pengeboran
menerapkan proses kualifikasi yang memverifikasi kinerja kemampuan shearing BOP
·
Termasuk verifikasi pengujian dan
kesesuaian dengan point redudancy dan kemampuan shearing BOP.
Kerja
sama industri di bidang penanganan tumpahan
Juli 2010,
4 dari 5 perusahaan besar minyak dan gas membangun perusahaan non profit Marine
Well Containment sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kapabilitas
penanganan tumpahan sumur di Teluk Meksiko. Masing-masing perusahaan komitmen
berinvestasi 1 milyar USD untuk pengembangan sistem cepat tanggap
perusahaanMarine Well Containment yang terdiri dari peralatan modular
kontainment yang dapat mengumpulkan minyak yang mengalir dari laut dalam.
Sistem ini didisain untuk dpt dimobilisasi dalam waktu 24 jam dan siap
dioperasikan selama berminggu-minggu, siap menampung tumpahan sedalam 10,000
feet dari permukaan, untuk volume sampai 100,000 barel per hari.
Skematik sistem
Marine Well Containment
---000---
Penyusun: Syamsul Arifin, SKM
HES
Specialist, Chevron Indonesia Company
Mahasiswa
Pasca Sarjana K3 FKM UI
Referensi
- British Petroleum. Deepwater Horizon Accident Investigation Report. September 2010. UK
- US Chemical Safety and Hazard Investigation Board. Investigation Report, Explosion and Fire at the Macondo Well. Juni 2014. US
- Deepwater Horizon Study Group (DHSG). Final Report on the Investigation of the Macondo Well Blowout. University of California Berkeley, US
- The Bureau of Ocean Energy Management, Regulation and Enforcement. Report Regarding The Causes Of The April 20, 2010 Macondo Well Blowout. September 2011. US
- National Commission on the BP Deepwater Horizon Oil Spill and Offshore Drilling. Deep Water the Gulf Oil Disaster and the Future of Offshore Drilling: Report to the President. Januari 2011. US
Subscribe to:
Posts (Atom)















