05 May 2012

Kesetiaan (Opiniku tentangnya)

Kesetiaan merupakan derivasi dari setia (adjektiva/kata sifat), yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bermakna:  1  berpegang  teguh  (pd  janji,  pendirian, dsb); patuh; taat: ia tetap – melaksanakannya;  ia  tetap  --  memenuhi  janjinya;  2  tetap  dan  teguh  hati  (dl  persahabatan  dsb):  telah  sekian  lama  suaminya merantau,   ia   tetap   --   menunggu;   3 berpegang teguh (dl pendirian, janji, dsb);

Sedang kesetiaan menurut KBBI berarti:  keteguhan  hati;  ketaatan  (dl persahabatan, perhambaan, dsb); kepatuhan;

Dalam sebuah hubungan, mendefinisikan kesetian bisa menjadi agak rancu bagi saya.

Misal, apakah seseorang muslim yang berpoligami, bisa membuatnya masuk ke kategori “tidak setia” pada istri pertamanya?

Hey, ini bukan berarti saya punya pikiran berpoligami loh ya, ngga kok, cuma lagi iseng mencoba mendefinisikan makna kesetiaan dalam hubungan pernikahan ajah. Hmmm...

Karena (bagi saya) susah sekali mendefinisikan makna kesetiaan dalam level antar manusia, namun sepertinya kita akan lebih mudah mendefinisikan makna kesetiaan dalam level hubungan kita dengan sang pencipta, Allah SWT.

Seperti yang disebutkan oleh KBBI, salah satu definisi kesetiaan yaitu ketaatan, kepatuhan. Dalam lingkup kesetiaan dengan sang pencipta, mungkin bahasa mudahnya adalah: menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya dan mengerjakan segala yang diperintah oleh-Nya. Terdengar familiar ya?

Di Al-Quran, ada beberapa kisah tentang janji setia (yang saya perhatikan), diantaranya:

1. Kisah para hawariyyin (sahabat setia) nabi Isa A.S. ketika mereka dikonfirmasi tentang kesetiaan mereka dalam menolong agama Allah. (QS. Ali Imran:52) dan [QS. Ash-Shaf:14)

2. Kisah bai’atur-Ridhwan (janji setia) 1,400 sahabat di bawah sebuah pohon yang terletak di Hudaibiyah. (QS. Al-Fath:10)

3. Janji setia para perempuan kepada Rasulullah SAW untuk tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah; tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anaknya, dst. (QS. Al-Mumtahanah:12)

Ketika berbicara kesetiaan dalam konteks kesetiaan kita kepada sang khalik, Allah SWT, patuh kepada-Nya, maka jadi jelaslah hakikat kesetiaan yang sebenarnya.

Kesetiaan seorang karyawan bisa berupa tidak membocorkan rahasia perusahaan ke kompetitor, tidak menerima suap dari vendor (melanggar peraturan perusahaan), dll. Bukan berarti setia kepada perusahaan lalu tidak boleh pindah ke perusahaan lain yang bisa memberikan karir yang lebih baik. Tapi kesetiaannya bisa berupa menghargai kontrak kerja, patuh pada jam kerja yang berlaku, atau mungkin contoh lainnya. Hal-hal yang bisa ditarik korelasinya dengan etos kerja seorang muslim: profesional dalam bekerja.

Kesetiaan seorang pembantu bukan berarti dia tidak boleh pindah ke majikan lain yang bisa memberinya gaji lebih besar, tapi bisa berupa menjaga rahasia keluarga majikannya (tidak menggosipkannya dengan orang lain), menjalankan amanat untuk menjaga harta keluarga (tidak mencuri), dll –sepertinya semua hal tersebut bisa dihubungkan dengan akhlak-akhlak terpuji seorang muslim juga.

Kesetiaan seorang suami kepada istri, dalam konteks kesetiannya dengan ketaatan kepada Allah, bisa berupa menjaga diri dari melihat foto-video yang memamerkan aurat yang bukan haknya, menjaga diri dari berzina (selingkuh tingkat tinggi), dll, semua yang pada dasarnya merupakan kesetiaan/ketaatan juga kepada Allah SWT.

Kesimpulannya, kesetiaan kepada sesama makhluk bukanlah merupakan hal yang besar, karena kalau seseorang sudah setia kepada Tuhan-nya –yaitu menjauhi semua larangan yang diperintahkan Tuhan-nya dan berusaha melaksanakan semua kewajiban yang diperintahkan Tuhan-nya- sudah pasti kesetiaan dalam konteks yang lainnya akan mengikuti.

Adanya kejelasan batas syariat membuat kita mudah mendefinisikan kesetiaan. Namun seperti kata orang “easier to said than done” (gampang ngomongnya, tapi susah praktekinnya). Kesetiaan kita kepada Allah diuji setiap hari, apakah kita bisa melakukannya? Kalau kita sudah setia kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupan, sudah pasti kita akan setia pula pada yang lainnya (dalam hal kebaikan).

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menjadi orang-orang yang setia kepada-Nya, setia terus sampai kita beranjak tua dan akhirnya bertemu dengan-Nya, dalam keadaan Dia ridho kepada kita, karena telah menjaga kesetiaan selama hidup di dunia *amin.

 


---000---

Balikpapan, 5 April 2012
Syamsul Arifin

Hardware dan Software Pencegah RSI

RSI (Repetitive Strain Injury) adalah salah satu ancaman serius kesehatan di tempat kerja. Data dari Occupation Safety and Health Administration (OSHA) Amerika menyatakan bahwa RSI merupakan masalah kesehatan kerja yang paling umum dan paling merugikan. Mempengaruhi ratusan ribu pekerja dan menghabiskan lebih dari US$ 20 Juta setiap tahunnya sebagai kompensasi.

Menurut Badan Statistik Ketenagakerjaan Amerika, hampir dua per tiga dari seluruh penyakit akibat kerja yang dilaporkan disebabkan akibat trauma berulang pada tubuh bagian atas (pergelangan tangan, sikut atau bahu). Salah satu contoh yang umum dari cedera semacam ini yaitu Carpal Tunnel Syndrome.

RSI dikenal juga dengan nama Repetitive Stress Injury, Repetitive Motion Injuries, Repetitive Motion Disorder (RMD), Cumulative Trauma Disorder (CTD), Occupation Overuse Syndrome, Overuse Syndrome, Regional Muscoloskeletal Diorder.

RSI adalah cedera musculoskeletal (otot-tulang) dan sistem syarat yang diakibatkan oleh gerakan berulang-ulang, pengerahan tenaga berlebihan, getaran, menekan peralatan (menekan permukaan benda yang keras), atau bekerja terus menerus dengan posisi yang tidak nyaman.

Saat ini, jutaan orang bekerja mempergunakan komputer. Penggunaan yang tidak benar, pengaturan komputer, ruangan, meja, dan kursi yang tidak tepat bisa mengarah kepada RSI.

Angka RSI mulai menanjak semenjak diperkenalkannya komputer pribadi oleh IBM tahun 1981. Menurut data Biro Ketenagakerjaan Amerika, di tahun 1981, RSI mengambil porsi 18% dari keseluruhan penyakit akibat kerja, dan pada tahun 1998, angka RSI meningkat menjadi 66%.

Jika anda mengetik dengan kecepatan 40 kata per menit, berarti anda telah menekan 12,000 tombol per jam atau 96,000 tombol selama 8 jam kerja. Dibutuhkan sekitar 8 ons tenaga untuk menekan 1 tombol, sehingga jari anda telah menekan sekitar 21 ton tenaga seharian.


Hardware Ergonomis

Ketika mengetik, kita melakukan postur tangan yang bukan merupakan posisi netral tangan. Memutar posisi tangan agar posisi tangan pas menghadap keyboar dan menekuk ke atas. Bahkan terkadang siku menjauhi badan dan umumnya tombol keyboard lebih tinggi sehingga semakin menyulitkan. 

Keyboard ergonomis yang terpisah atau yang dapat ditekuk bisa menjadi alternatif pilihan untuk mengurangi resiko RSI.

Keyboard terpisah didisain untuk menjaga agar posisi tangan tetap lurus, sedang keyboard yang dapat ditekuk berfungsi untuk mengurangi posisi tangan yang menekuk ke atas.

Demikian juga dengan mouse. Mouse yang kecil cenderung membuat tangan semakin mencengkram kuat, memberikan tekanan yang berlebih pada telapak tangan. Pada penggunaan yang lama, efek panas di tangan bisa menandakan indikasi bahwa mouse yang digunakan tidaklah cukup ergonomis. Cara memegang mouse yang tepat –dengan beristirahat di badan mouse, cara meng-klik tombol mouse –tidak mempergunakan ujung jari, bisa mengurangi resiko RSI.

Sebagai tambahan, pastikan juga tempat kerja sudah ergonomis. Miliki kursi yang ergonomis, menahan punggung anda dengan nyaman, dapat diatur/disesuaikan dengan postur tubuh. Posisi meja kerja dan monitor yang tegak lurus sehingga tidak membuat kepala anda menunduk –menimbulkan ketegangan di leher.


Software Ergonomis 

Posisi kerja yang terus menerus tidak bergerak mempengaruhi kondisi tubuh. Ketika kita bergerak, tubuh memompa darah dan oksigen lebih banyak, otot juga dapat melentur-menegang secara normal, hal ini tidak terjadi jika kita lebih banyak duduk diam di depan komputer. 

Karena itu, dikembangkan beberapa perangkat lunak/software yang berfungsi untuk mengingatkan jeda atau istirahat sejenak (micro-pause) dan bahkan dapat “membekukan” sementara komputer, sehingga memaksa pekerja agar beristirahat atau meregangkan badan.

Studi membuktikan bahwa micro-pause berpengaruh positif terhadap kesehatan dan juga produktifitas kerja.

Contoh software yang seperti itu adalah: Workrave, WorkPace, RSIGuard, PastTense, Break Reminder, RSIbreak, dan Micropause. Beberapa software tersebut tersedia secara freeware alias gratis. 

Selain itu, ada juga software yang dapat dipergunakan untuk mengurangi aktifitas mengetik namun tetap bisa menulis di komputer.

Dragon Naturally Speaking adalah salah satu contoh software yang dapat menuliskan hal-hal yang anda dikte-kan. Sedang Voice Finger RSI adalah software yang dapat mengenali perintah suara anda untuk mengendalikan mouse dan keyboard.


Teknologi yang Menyelamatkan 

Selain membawa kemudahan, kemajuan teknologi ternyata membawa bahaya kesehatan yang tersembunyi. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi, berkembang pula metode ataupun cara untuk melakukan mitigasi/pencegahan bahaya. Pergunakanlah inovasi teknologi yang sesuai sehingga dapat mencegah timbulnya cedera RSI di tempat kerja.


 

---000---

 

Syamsul Arifin, SKM

HES Engineer Chevron Kalimantan

Alumni K3 FKM UI 2001

27 April 2012

Manakah Metode Investigasi Kecelakaan yang Terbaik?

Investigasi kecelakaan bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dasar sebuah kecelakaan dan mencegah agar kecelakaan serupa tidak terulang di kemudian hari dengan mengantisipasi/menangani penyebab dasarnya. Namun saat ini, ada banyak metode investigasi kecelakaan yang telah dikembangkah oleh para pakar. Manakah metode investigasi yang terbaik?

Pemilihan metode investigasi memegang peranan yang krusial, karena tiap metode memiliki teori dan konsepnya masing-masing yang bisa menghasilkan output, fokus isu keselamatan dan rekomendasi yang berbeda.

Secara umum, tahapan investigasi kecelakaan meliputi: pengumpulan bukti, analisa,  pengembangan kesimpulan, dan pelaporan.

Beberapa metode investigasi kecelakaan sebagaimana disebutkan Center for Chemical Process Safety (CCPS) yaitu: Accident Anatomy method (AAM), Action Error Analysis (AEA), Accident Evolution and Barrier Analysis (AEB), Change Evaluation/Analysis, Cause-Effect Logic Diagram (CELD), Causal Tree Method (CTM), Fault Tree Analysis (FTA), Hazard and Operability Study (HAZOP), Human Performance Enhancement System (HPES), Human Reliability Analysis Event Tree (HRA-ET), Multiple-Cause, Systems-oriented Incident Investigation (MCSOII), Multi linear Events Sequencing (MES), Management Oversight Risk Tree (MORT), Systematic Cause Analysis Technique (SCAT), Sequentially Timed Events Plotting (STEP), TapRoot Incident Investigation System, Technique of Operations Review (TOR), dan Work Safety Analysis.

Sedang Department of Energy (DOE) Amerika menyebutkan beberapa metode investigasi kecelakaan lainnya sebagai berikut: Events and Causal Factors Charting and Analysis, Barrier Analysis, Change Analysis, Root Cause Analysis, Fault Tree Analysis, Management Oversight and Risk Tree (MORT), Project Evaluation Tree Analysis (PET), Specific Analytical Techniques, Human Factors Analysis, Integrated Accident Event Matrix, Failure Modes and Effects Analysis, Software Hazards Analysis, Common Cause Failure Analysis, Sneak Circuit Analysis, 72-Hour Profile, Materials and Structural Analysis, dan Scientific Modeling.

Meski sangat berlimpah, daftar metode-metode kecelakaan di atas ternyata masih belum mencakup seluruh metode kecelakaan yang ada, semisal: (Hu)Man-Technology and Organisation (MTO) analysis, Accident Analysis and Barrier Function (AEB) Method, TRIPOD-Delta, dan Acci-Map yang digunakan di beberapa negara Eropa.

Sangat banyak sekali bukan? Lalu, manakah metode investigasi yang terbaik?

Snorre Sklet di makalah berjudul “Methods for Accident Investigation” membedah beberapa metode investigasi yang umum digunakan. Ringkasan perbedaan masing-masing metode adalah sebagai berikut:

Metode

Urutan kejadian

Tingkat analisa

Primer/ Sekunder

Pendekatan Analitis

Model kecelakaan

Kebutuhan Pelatihan

Event and causal factors charting

Ya

1-4

Primer

Tidak berorientasi sistem

B

Novice

Barrier analysis

Tidak

1-2

Sekunder

Tidak berorientasi sistem

C

Novice

Change analysis

Tidak

1-4

Sekunder

Tidak berorientasi sistem

B

Novice

Events and causal factors analysis

Ya

1-4

Sekunder

Tidak berorientasi sistem

B

Spesialis

Root cause analysis

Tidak

1-4

Sekunder

Tidak berorientasi sistem

A

Spesialis

Faulty tree analysis

Tidak

1-2

Primer/ Sekunder

Deduktif

D

Ahli

Event tree analysis

Tidak

1-3

Primer/ Sekunder

Induktif

D

Spesialis

MORT

Tidak

2-4

Sekunder

Deduktif

D/E

Ahli

SCAT

Tidak

1-4

Sekunder

Tidak berorientasi sistem

A/E

Spesialis

STEP

Ya

1-6

Primer

Tidak berorientasi sistem

B

Novice

MTO-analysis

Ya

1-4

Primer

Tidak berorientasi sistem

B

Spesialis/ ahli

AEB-method

Tidak

1-3

Sekunder

Morfologi

B

Spesialis

TRIPOD

Ya

1-4

Primer

Tidak berorientasi sistem

A

Spesialis

Acci-Map

Tidak

1-6

Primer

Deduktif & induktif

A/B/D

Ahli

 

Kolom kedua menjelaskan apakah metode yang ada di kolom pertama mempergunakan ilustrasi grafik untuk menjelaskan urutan kejadian atau tidak.

Ilustrasi grafik sebuah urutan kejadian sangat berguna dalam proses investigasi, karena bisa mempermudah memahami keseluruhan kejadian dan keterkaitan antara tiap bagian kejadian. Ilustrasi grafik juga menjembatani antara investigator dengan informan dan mempermudah proses identifikasi “missing link” dalam memahami skenario kecelakaan secara menyeluruh. 

Beberapa metode kecelakaan memang mempergunakan simbol grafik sebagai bagian dari cara investigasi, tapi hal itu tidak mengilustrasikan skenario menyeluruh kecelakaan.

Kolom ketiga menjelaskan mengenai ruang lingkup dari metode kecelakaan.  Masing-masing angka tersebut menunjukkan perbedaan tingkat di dalam sistem sosioteknikal di dalam manajemen resiko sebagaimana digambarkan oleh Rasmuss:

Angka-angka di kolom ketiga tersebut menandakan tingkat analisa dilakukan sampai batas:

1.       Sistem kerja dan teknologi

2.       Di tingkat pekerja

3.       Di tingkat majemen

4.       Di tingkat perusahaan

5.       Di tingkat pembuat perundangan/peraturan dan asosiasi

6.       Di tingkat pemerintahan

 

Kolom keempat menjelaskan apakah metode investigasi tersebut merupakan metode primer atau sekunder. Metode primer artinya yaitu metode tersebut adalah teknik investigasi yang digunakan sendiri. Sedang metode sekunder adalah teknik investigasi yang dapat menyedikan input khusus sebagai suplemen bagi metode investigasi lain.

Kolom kelima mengkategorisasikan metode-metode investigasi ke dalam pola deduktif, induktif, morfologi atau tidak berorientasi sistem.

Pola deduktif memulai dari hal yang umum ke hal yang spesifik. Di dalam pola deduktif, sistem atau proses dianggap telah gagal, hal selanjutnya yaitu menentukan bagian apa dari sistem, komponen, operator dan perilaku organisasi yang berkontribusi pada kegagalan sistem tersebut.

Pola induktif memulai penalaran dari kasus-kasus individual ke kesimpulan umum. Pola induktif menganggap kesalahan tertentu telah terjadi atau ada kejadian yang menjadi penyebab kecelakaan, selanjutnya ditentukan perkiraan efek kesalahan tersebut/penyebab kecelakaan ke dalam sistem keseluruhan.

Pola morfologi berdasarkan studi struktur sistem yang ada. Pola morfologi menfokuskan langsung pada elemen yang berpotensi membahayakan (contohnya aktifitas, kondisi). Tujuannya adalah untuk berkonsentrasi pada faktor yang paling berpengaruh pada keselamatan.

Ketiga pola tersebut merupakan klasifikasi dari CCPS. Disamping itu, ada pola lain yang berbeda yang tidak sekomprehensif pola tersebut, yang dikategorikan sebagai ‘tidak berorientasi sistem’.

Kolom keenam menjelaskan model kecelakaan yang mempengaruhi metode tersebut. Model-model kecelakaan tersebut yaitu:

a)      Causal-sequence model

b)      Process model

c)       Energy model

d)      Logical tree model

e)      SHE-management models

 

Kolom terakhir menganalisa keperluan pelatihan dan kompetensi yang diperlukan investigator dalam mempergunakan metode kecelakaan tertentu. Kata ‘ahli’ menandakan bahwa diperlukan pelatihan formal agar seseorang mampu mempergunakan metode tersebut dengan benar. ‘Novice’ berarti seseorang mampu mempergunakan metode kecelakaan tersebut tanpa pelatihan kompetensi khusus atau pengalaman. Sedang ‘spesialis’ berada di tengah-tengah ‘ahli’ dan ‘novice’.


Adakah Metode Investigasi Kecelakaan yang Terbaik? 

Menginvestigasi kecelakaan adalah suatu pekerjaan yang rumit, karena kecelakaan yang besar hampir tidak pernah terjadi akibat satu penyebab. Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat banyak faktor yang saling terkait. Orang-orang yang terlibat, pengambil keputusan yang mempengaruhi aktifitas normal pekerjaan juga bisa berkontribusi pada skenario kecelakaan, baik langsung maupun tidak langsung. 

Sebuah investigasi harus bisa mengidentifikasi urutan kejadian dan seluruh faktor penyebab yang mempengaruhi skenario kecelakaan agar dapat merekomendasikan langkah-langkah pencegahan yang tepat guna menghindari terulangnya kecelakaan yang sama di kemudian hari.

Masing-masing metode investigasi memiliki konsep yang berbeda dan sedikit-banyak mempengaruhi proses investigasi. Karenanya tidak ada salah satu metode investigasi kecelakaan yang paling unggul diantara semuanya.

Perusahaan anda bisa memakai salah satu atau beberapa metode investigasi kecelakaan manapun tergantung besar-kecilnya perusahaan, alokasi sumberdaya, kebutuhan pelatihan, dan tingkat kerumitan kecelakaan potensial yang mungkin terjadi, dan tetap bisa dianggap sebagai proses investigasi kecelakaan yang baik.


Persyaratan Sebuah Investigasi yang Baik 

Human Reliability Associates sebagaimana dikutip Health and Safety Executive (HSE) Inggris di laporan penelitian setebal 440 halaman yang berjudul “Accident investigation - The drivers, Methods and Outcomes” mengatakan bahwa sebuah proses investigasi dapat dianggap baik jika memenuhi hal-hal berikut:

·         Metode investigasi mengacu kepada model kecelakaan yang mencerminkan pendekatan sistem

·         Melibatkan pihak-pihak yang relevan di dalam tim investigasi

·         Mempunyai prosedur atau protokol terstruktur yang mendukung proses investigasi

·         Mengidentifikasikan penyebab langsung dan tidak langsung

·         Membuat rekomendasi yang menindaklanjuti penyebab langsung dan tidak langsung

·         Menerapkan rekomendasi dan analisa resiko lanjutan setelah penerapan rekomendasi

·         Memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan terbukti menurunkan resiko kecelakaan serupa

·         Membagikan pelajaran yang didapat dari sebuah kecelakaan (lesson learned) kepada pihak-pihak terkait

·         Mempunyai database kecelakaan yang mudah diakses.

 

 

---000---

Penyusun: Syamsul Arifin, SKM

HES Enginner, Chevron Indonesia Company. Alumni K3 FKM UI

 

Referensi:

          Sklet, Snorre. Methods for accident investigation. 2002. Norwegia

          Health and Safety Executive. Accident Investigation - The Drivers, Methods and Outcomes. 2001. United Kingdom

          Benner Jr, Ludwig. Investigating Investigation Methodologies. 2003. Virginia, Amerika

          Department of Energy (DOE). Workbook Conducting Accident Investigations. 1999. Washington, DC. Amerika

          Center for Chemical Process Safety (CCPS). Guidelines for Investigating Chemical Process Incidents. 2003. Knovel online version.

22 April 2012

[puisi] Selamat (Hari) Bumi

Wangi daun kering,
bertambah-tambah ngisi udara
Bertumpuk-tumpuk mulai menyesakkan

Kemana perginya kesejukan rimbun?
Ada dimana kicauan burung?
Hilang tarian pohon seiring hembusan angin

Anak-anak kita lebih nyaman AC mall ketimbang udara luar
Lebih bersahabat dengan joystick daripada lumpur
Apa mau dikata?



----
Balikpapan, 22 April 2012
Syamsul Arifin
*habis ikutan nanem pohon dalam rangka hari bumi di hutan kota (acara kantor)

14 April 2012

Menikmati “Mini Bali” di Jantung Kota Balikpapan

Tinggal di kota minyak Balikpapan memang menyenangkan, kota teluk berpenduduk 600an ribu jiwa ini menyimpan banyak pilihan eksotisme wisata alam (eco-tourism).

Salah satunya adalah Pantai Kemala.

Pantai Kemala cocok menjadi tujuan wisata keluarga –dan memang banyak keluarga yang mengajak anak-anaknya berenang, naik kereta mini, flying fox, naik banana boat, jet ski, atau sekedar membangun istana pasir.


*Sarah El Hurriyah, anak ane, mejeng di depan istana (pasir)

Mudah sekali menuju ke sana, hanya sekitar setengah jam dari bandar udara, dan ada angkot yang melewatinya (No.6) jika kita mau naik kendaraan umum -cukup bayar Rp. 3,500,- (kalau tidak salah), atau coba saja naik sepeda menuju pantai setelah berkeliling-liling kota sembari istirahat menikmati kelapa muda disana. Segar! 

Seperti biasa, kalau mau mengunjungi pantai, datanglah pagi-pagi atau sore sekalian, biar tidak terlalu panas. Bawa perlengkapan yang dibutuhkan, ban buat berenang, sekop-cetakan istana, bola, layang-layang, atau bahkan kursi pantai sendiri juga tidak masalah.

Hanya saja, kalau bawa makanan sendiri, sepertinya ada papan pengumuman baru dipasang yang melarang membawa makanan sendiri, tapi jangan khawatir, disana tersedia jejeran rapi food-court & cafe (bernuansa Bali) dengan kursi-meja di alam terbuka -aneka pilihan menu ada disana. Cukup enak juga kalau mau makan malam romantis bareng temen atau pasangan, sambil menikmati sinar rembulan ditemani desiran ombak malam  *siap-siap aja angin lautnya gan. 

Biaya masuknya cukup bayar loket parkir kalau bawa mobil/motor sendiri.

Pemandangannya indah dan lumayan panjang kalau mau berjalan-jalan sepanjang pantai, cukuplah untuk bersantai sebentar saja. Toh kapan-kapan bisa dengan mudah mampir lagi, karena dekat sekali di tengah kota.



ipin4u, Balikpapan, 14 April 2012
*foto2 diambil hari ini, Sabtu 14 April 2012, Pantai Kemala +/- 15 menit dari rumah 

Situs kota: http://balikpapan.go.id/


Postingan ini dicopas dari sini -genkeis juga yang nulis ^_^v

24 March 2012

Menjejak di Ujung Pandang


Liburan cari yang direct flight dari Balikpapan, setelah dirembukkan, pilihan jatuh ke Makassar, alasan utamanya: karena belum pernah menginjakkan kaki di pulau Sulawesi ^_^

Browsing penginapan di lewat bantuan trip advisor dan membandingkan jumlah kamarnya di situsnya pemkot, dipilihlah Hotel Pantai Gapura.

Tempatnya asri, dipinggir laut pas, jadi denger suara desir-desiran. Banyak orang juga yang kayaknya ngajak anak-anaknya berenang di kolam renang hotel, kayaknya salah satu hotel yang favorit juga buat liburan penduduk kota. Kondisi kamar tidak terlalu wah, bahkan kayaknya agak sedikit lawas, tapi cukup lumayan dijaga perawatannya, jadi cukup lumayan lah dengan harganya, value for price, dan dekat dengan pusat keramaian, dari benteng fort roterdam aja cuma butuh sekitar 10 menitan jalan kaki, begitu juga kalau mau cari oleh-oleh/souvenir di (jalan) Sombu Opu (semacam Malioboro-nya Jogja gituh lah).

Sampe di Makassar sore hari, disambut dengan hujan, seger.

Besok pagi, rental mobil yang lepas kunci, dengan bantuan gps, jalan dengan pede ke Bantimurung, meski beberapa kali salah jalan, tapi sampe juga akhirnya, ngeliat penangkaran kupu-kupu dan air terjun. Perjalanan sekitar satu jam-an lah. Siang hari balik ke hotel, tidur siang doelo, maklum bawa bayi.

Sore harinya, ke Trans Studio, karena udah sore, (Trans Studio Theme Park tutup jam 7 di hari kerja), jadinya cuma nampang moto dan beli souvenir-souvenirnya ajah deh :D

DI hari selanjutnya, becak jadi model transportasi ke lokasi2 selanjutnya yang dituju yaitu Benteng Fort Roterdam, muter-muter sebentar, trus cari oleh-oleh, mejeng di anjungan Losari Beach. Balik istirahat di hotel, sorenya ke Pantai Akkarena (naik taksi), liat sunset.

Alhamdulillah selama kunjungan di Makassar cerah, hujan pas malam hari kedatangan ajah, jadi bisa menikmati liburan dengan cuaca yang kooperatif ^_^

Suasana di terminal kedatangan

Pemandangan ketika makan malam di resto hotel

Bantimurung

Penangkaran kupu-kupu

Air terjun

Trans Studio

Benteng Fort Rotterdam

Fort Rotterdam

Anjungan Pantai Losari

Terminal Keberangkatan

Model favoritku

05 March 2012

(Sengaja) "Memasukkan" Anak ke Neraka

Seorang anak butuh guru/mentor/pelatih yang melatihnya supaya bisa berenang. Mengharapkan mereka ujug-ujug bisa berenang dengan menceburkan ke kolam yang dalem, tentu aneh, dan sadis (membunuh mereka).


Dan seperti kata pepatah "gagal mempersiapkan, berarti mempersiapkan untuk gagal", makanya tak jarang, banyak sekali orang tua yang memasukkan anak-anak mereka ke les-les, mengikutkan ke persiapan ujian masuk universitas, dan lain-lain. Semua yang membutuhkan pengorbanan waktu-usaha-dan tentunya uang.

Yang uniknya, kita SERIUS sekali tentang urusan persiapan masa depan duniawi anak-anak kita, tapi terkadang 'menyepelekan' masa depan yang lebih di depan, hari-hari di akhirat.

Apakah ada waktu yang sengaja di-plot untuk mengajari mereka shalat-baca quran?
Adakah sejumlah nominal uang yang sama (kalau tidak lebih besar) yang dihabiskan untuk memanggil guru ngaji private seperti yang dihabiskan untuk ikutan les?

Keseriusan usaha akan sebanding dengan besar-kecilnya hasil yang didapat.

Kalau ngga serius membangun pondasi buat agama anak-anak kita, maka jangan mengharapkan anak-anak kita akan jadi melek agama?

Jangan harap mereka tahu cara bertayamum atau mandi junub, tahu cara shalat sebagai makmum masbuk atau shalat dalam perjalanan, tahu cara baca quran yang sesuai tajwid, dst, kalau kita sebagai orangtua (orang yang bertanggungjawab atas mereka), tidak mengajarkan/meluangkan sumber daya yang cukup agar mereka tahu hal-hal tersebut.

Anak itu seperti pohon, jangan berharap kamu bisa menegakkan batangnya kalau sudah terlanjur besar. Seperti bonsai yang dibentuk dari kecil agar memberikan bentuk lekukan batang yang indah, anak juga dibentuk dari kecil agar tertanam nilai-nilai yang kita inginkan. Jangan berharap tiba-tiba saja kalau dia besar dia akan rajin shalat-ngaji-dan kuat puasa, kalau dari kecil tidak pernah dibiasakan untuk shalat-ngaji-dan puasa secara bertahap.

Memahami ilmu agama adalah fardu 'aid bagi setiap muslim/ah, karena dengannya kita akan selamat dunia-akhirat. Prioritas yang proporsional harus diberikan, agar kita tidak menzalimi anak-anak kita dengan 'sengaja' memasukkannya ke neraka, karena kita tidak mengajari/memberikan mereka sumber daya yang cukup untuk mengetahui ilmu agamanya.

Kita tahu, tapi tidak mau tahu.

Buktikan cinta dengan tindakan nyata.


---000---

Balikpapan, 5 Maret 2012
Syamsul Arifin
*pesan untuk diri sendiri