| Di malam hari, ketika sedang bercengkrama bersama Di depan televisi, duduk di sofa yang empuk, berdua saja suami: "honey, you are so beautiful, just like a flower from the heaven garden" *terjemahannya= sayang, kamu cantik sekali, seperti bunga yang tumbuh di taman surga istri: "ah papa, gombal aja" *hening sejenak* istri: "tapi memang papa pernah ke surga? huuuu, boong berarti tuh kalimatnya, kayak pernah liat keindahan bunga di surga aja" suami: *mikir sebentar* suami: "ya udah, ngga seperti bunga dari surga deh, tapi seperti bunga di halaman rumah tetangga aja deh" istri: istri: "nah ya, ketahuan deh, suka liatin halaman tetangga *berbicara dengan gaya yang interogatif* suami: suami: "deuh, susah deh wanita, dirayu, malah dibilang boong, dikasih tau yang benar, malah ngga dipercaya" *suami beranjak dari duduknya, melangkahkan kaki menuju pintu rumah, mencari udara segar di luar, menutup pintu dengan keras *BRAKS* meninggalkan istri yang sedang memasang muka cemberutnya peringatan: hati2, rayuan anda bisa pula berakibat maut *kontradiktif dan malah bisa destruktif ===================================================================== suami: sayang, kamu tahukan kalau menurutku, kamu yang paling cantik, paling indah, dan paling mempesona..? istri: iya, tahu *tersenyum simpul *penasaran mau dibawa kemana arah rayuan maut kali ini suami: nah, karena kamu sudah tahu, nanti selama kehidupan pernikahan kita ini, kalau aku ngga pernah memuji kamu, dimaklumin aja ya, karena kamu kan sudah tahu istri: huh *yah, gelagat bakalan ngga dipuji/rayu seumur pernikahan nih kuis *bagi para wanita: kalau seorang suami bertanya: "suami: sayang, kamu tahukan kalau menurutku, kamu yang paling cantik, paling indah, dan paling mempesona..?" gimana ya, jawaban yang paling baik..? ===================================================================== suami: dek, kamu kok kelihatan cantik sih hari ini istri: ah mas bisa aja [setelah jeda lama] suami: soalnya biasanya kamu keliatan jelek *dengan nada suara yang datar tanpa perasaan* istri: WHAT!!!! *suami jatuh terkapar di lantai dengan luka2 memar ===================================================================== tentang kriteria wanita cantik trus saya sambungi dengan nulis bahwa dalam rumah tangga diperbolehkan ngga jujur2 amat Quote from: ipin4u on 18 October 2008, 19:14:33 contoh: versi jujur kacang ijo *ketika sedang berjalan2 bareng di mall, berpapasan dengan seorang wanita istri : (melirik sang suami, memperhatikan matanya, apakah menatap si wanita cantik tersebut atau ngga) istri: mas, dia cantik ya? suami: iya, cantik banget istri: lebih cantik dari aku? suami: (*ragu) hummm, iya sih istri: wah, dasar lelaki mata buaya, ngga bisa lihat wanita bening dikit *rencana jalan2 berdua di mall, jadi gagal berantakan, karena sang istri ngambek contoh: versi diplomatis *ketika sedang berjalan2 bareng di mall, berpapasan dengan seorang wanita istri : (melirik sang suami, memperhatikan matanya, apakah menatap si wanita cantik tersebut atau ngga) istri: mas, dia cantik ya? suami: hummmm, iya, cantik istri: lebih cantik dari aku? suami: (*ragu) hummm, cantik itu kan relatif, bisa aja sekarang kelihatan cantik, tapi karena hatinya ngga cantik, lama-lama jadi terlihat biasa aja n ngga cantik. beda sama kamu, semakin lama usia pernikahan kita, meski usia kita semakin bertambah, semakin engkau terlihat cantik di mataku, dihatiku, apalagi kalau kamu lagi cemberut seperti itu istri: *rencana jalan2 berdua di mall, jadi sukses ===================================================================== Di sebuah restoran *setelah duduk di meja, bersama sang istri Pelayan: mau pesan apa pa? *sembari memberikan daftar menu ayah: kamu pesan apa mih? *panggilan sayangnya adalah mamih mama: aku pesan es jeruk aja deh ayah: ok. satu es jeruk dan satu es teh manis, tapi es teh-nya ngga usah di kasih gula ya pelayan: lho, kok es teh manis ngga pake gula, maksudnya gimana pa *dia tampak kebingungan ayah: aku tidak perlu lagi pemanis buatan, karena di hadapanku sudah ada makhluk yang paling manis di dunia *sambil melirik istrinya, yang mukanya tampak memerah |
15 November 2008
Kumpulan Rayuan Maut (17 tahun keatas..) part II Oleh: ipin4u ^_^
14 November 2008
[flash fiction] Secantik Bunga di Taman Surga
You look so lovely honey, as pretty as the most beautiful flower from the heaven garden
***
Aku menghentikan langkahku, sejenak, di kios bunga pinggir jalan. Mataku terpaut pada gerombolan bunga-bunga matahari yang ditata pada sebuah pot besar berwarna hitam, berjejer rapi dengan bunga-bunga lainnya. Bunga matahari adalah bunga kesukaan istriku. Kuning, segar, cerah.
"Berapa mas harga bunganya?", tanyaku kepada lelaki berkaos oblong putih yang memegang alat kecil penyemprot air.
"Kalau untuk diberikan kepada wanita yang dicinta, harganya murah saja", ia tersenyum, gombal. Aku tertawa. Dasar pria. Ups, aku kan salah satu bagian dari mereka.
Aku menunjukkan jari telunjukku, satu saja, isyaratku.
Bunga yang cantik. Secantik orang yang akan kuberikan nanti.
Kembali mengayunkan langkah, menapaki trotoar yang kan mengantarkanku kepada cinta.
Debu jalanan melekat di peluh yang mengalir di dahi. Lengket. Beberapa manusia lalu lalang, hilir mudik, ramai.
Akhirnya, sampai juga.
"Halo sayang, bagaimana kabarmu hari ini?", aku menatap wanita yang sedang berbaring.
Reaksinya masih sama seperti biasa, seperti sapaan-sapaanku sebelumnya. Diam saja.
Hari ini hari ke empat istriku jatuh koma. Rumah sakit telah menjadi rumah keduaku. Pemandangan yang selalu sama. Seprai putih, lorong yang sepi, alat pantau jantung, dan wanita yang kucinta, istriku yang berbaring lemah tanpa daya...
“Cantik.., jangan biarkan aku hidup sendiri tanpa balasan cinta dari kamu”
---000---
Samarinda, 14 November, 2008
Syamsul Arifin
09 November 2008
Amrozi Bukanlah Seorang Mujahid !
Audzubillahiminasyaitanirrajim
Ibadah adalah segala amal perbuatan yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Salah satu kaidah dasar dalam beribadah yang saya pahami menyatakan bahwa agar suatu ibadah dapat diterima di sisi Allah, maka ia harus mememuhi dua prinsip utama, yaitu baik dan benar.
Baik, karena merupakan amalan kebaikan yang diniatkan hanya karena Allah semata (ikhlas). Benar, yaitu sesuai dengan tuntunan syara', sesuai syariat, benar menurut hukum Islam, dicontohkan Rasulullah, para sahabat, dan diakui menurut para ulama.
Jika salah satu dari kedua prinsip tersebut tidak terpenuhi, maka amalan perbuatan yang meskipun diniatkan sebagai ibadah, tidak akan dicap sebagai perbuatan ibadah, tertolak, tidak diakui sebagai ibadah/amalan kebaikan.
Tingkah laku kebaikan saja tidak cukup, diperlukan motivasi pendorong (niat) karena Allah; dan niat saja tidak cukup, dibutuhkan ilmu yang membenarkan amalan ibadah tersebut. Karena prinsip dasar sebuah ibadah adalah "segalanya terlarang, kecuali yang diperbolehkan".
Amrozi dan Pengeboman Bali
Jika memang benar Amrozi merupakan pelaku dibalik pengeboman
Dia telah membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Andaipun jika mereka yang ada disana adalah non muslim semua, maka tindakan itu tetap saja tidak dibenarkan.
Dalam keadaan perang, dimana tipu daya, kebohongan, kekerasan, pembunuhan dapat dilakukan, Rasulullah tetap berpesan agar tidak membunuh para pendeta/rahib, wanita dan anak-anak.
Dari Ibnu Umar bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah melihat seorang perempuan terbunuh dalam satu peperangannya, lalu beliau menyalahkan pembunuhan para wanita dan anak-anak. (Muttafaq Alaihi).
Rasulullah Saw bila melepas pasukan yang akan pergi berperang (tanpa disertainya) berpesan: "Dengan nama Allah, dengan disertai Allah, di jalan Allah dan atas sunah Rasulullah. Janganlah kamu berlebihan mengambil barang rampasan tanpa seijin pimpinan pasukan. Janganlah kamu berkhianat dan jangan pula melakukan sadisme (menganiaya) terhadap musuh. Jangan membunuh anak-anak, wanita-wanita dan laki-laki yang telah tua." (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
Apakah dia menyamakan semua non muslim dengan menghalalkan darah mereka semuanya (sebagaimana yang saya baca di
Al Qurannul karim telah menyebutkan bahwa,
"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu; barangsiapa bersahabat dengan mereka, maka mereka itu adalah orang-orang zalim." (QS. Al-Mumtahinah: 8-9)
Ketika berbicara mengenai ayat tersebut, DR Yusuf Qardhawi berkata;
[quote author=Halal & Haram dalam Islam, DR Yusuf Qardhawi]
Ayat pertama tidak sekedar senang keadilan dan kejujuran terhadap golongan ghairul Islam yang tidak memerangi ummat Islam dan tidak mengusir mereka, yakni orang-orang yang tidak menaruh peperangan dan permusuhan terhadap Islam, bahkan ayat tersebut senang ummat Islam berbuat baik kepada mereka. Kata-kata birr (berbuat baik) suatu kata yang mempunyai: pengertian sangat luas, meliputi semua nilai kebaikan dan pergaulan secara luas, melebihi arti adil biasa. Kata ini juga yang dipakai oleh kaum muslimin dalam hubungannya dengan masalah kewajiban hak-hak kemanusiaan, misalnya birr ul walidain. Kami katakan demikian, karena ayat tersebut mengatakan "sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang berlaku adil," sedang orang mu'min senantiasa berusaha untuk merealisasi apa yang dicintai Allah.
Perkataan: "Allah tidak melarang kamu," ini dimaksudkan untuk menghilangkan perasaan, bahwa orang yang berlainan agama tidak berhak mendapat penghargaan, keadilan, kasih-sayang dan pergaulan yang baik. Justru itu Allah menjelaskan kepada orang-orang mu'min, bahwa ia tidak melarang untuk mengadakan hubungan yang baik dengan orang-orang yang berlainan agama, bahkan dengan orang-orang yang memerangi dan mengganggunya sekalipun.
Ungkapan ini mirip dengan firman Allah yang berkenaan dengan masalah Shafa dan Marwah, ketika sementara orang berkeberatan melakukan sa'i antara kedua gunung tersebut, karena ada suatu penyerupaan dengan orang-orang jahiliah yang juga melakukan demikian.Untuk itu maka Allah mengatakan:
"Barangsiapa haji ke Baitullah atau umrah, maka tidak berdosa atasnya melakukan tawaf pada keduanya." (al-Baqarah: 158)
Dengan dihapusnya dosa, berarti hilanglah perasaan-perasaan yang tidak baik itu, kendati pada hakikatnya tawaf pada keduanya itu sendiri hukumnya wajib karena termasuk manasik haji.
[/quote]
Jihad Fi Sabilillah
Jihad atau berperang di jalan Allah merupakan sebuah keharusan keinginan/amal dalam diri seorang muslim. Bahkan sebagai seorang muslim, kita harus memiliki keinginan untuk menjadi seorang syuhada/orang yang mati syahid di jalan Allah. Sebuah keinginan yang mulia dan terhormat.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan." (Muttafaq Alaihi)
Kematian yang paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab)
Namun jihad itu apa..? Bagaimana..?
Ini semua perlu ilmu, perlu pemahaman yang benar, pemahaman yang lurus dan bersih, sesuai dengan pemahaman jihad yang diinginkan oleh Islam. Bukan asal sembarang jihad.
Di awal-awal
Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. Al Baqarah: 11-12)
Sebuah amalan yang dikerjakan tanpa ilmu hanya akan mengarah kepada kerusakan yang jauh lebih besar. Dan manusia-manusia yang tanpa ilmu, sangatlah mudah untuk disesatkan setan. Karenanya dikatakan bahwa setan lebih takut kepada ahli ilmu ketimbang kepada ahli ibadah.
Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)
Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud)
Bab Jihad pasti akan selalu menjadi salah satu bagian dari pembahasan fiqh/hukum Islam, mulai dari zaman dulu kala, sampai saat ini. Dan mempelajari agama itu merupakan sebuah keharusan tersendiri bagi seorang muslim, bagaimana dia akan mengenal mengenai agamanya, kalau dia tidak mau mempelajarinya? Maka dari itu, saya menghimbau kepada diri saya sendiri (khususnya) dan teman-teman semua (pada umumnya), agar mempelajari khasanah fiqh kita, mulai dari bab thahara/bersuci (wudhu, mandi wajib), shalat, puasa, zakat, haji, nikah, muamalah, tindakan pidana, bahkan sampai tentang jihad pula.
Yuk, kita pelajari agama kita, salah satu buku yang lumayan bagus dan sangat praktis adalah bukunya Sayyid Sabiq yang berjudul Fiqh Sunnah, ada kok di toko-toko buku umum, ada empat jilid besar edisi lux.
Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR. Bukhari)
Sikap Kita terhadap Amrozi
Pengadilan pemerintah RI telah memutuskan, dan dia merupakan lembaga yang resmi serta berwenang untuk memutuskan serta memberikan keputusan, kita harapkan bahwa keputusan yang diberikan merupakan keputusan yang adil, tanpa adanya tekanan dari pihak manapun juga.
Dari Buraidah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hakim itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga. Seorang yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga; seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka ia di neraka; dan seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka." (Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Hakim)
Namun, meskipun dia telah melakukan dosa yang sangat besar, dia masih tetap seorang muslim, setidaknya itu penilaian yang sekarang saya dapatkan, karena menyatakan seseorang kafir itu berat sekali konsekuensinya, dan juga tidak boleh sembarangan. Saya memang mengecam perbuatannya yang brutal dengan membunuh orang-orang tanpa alasan yang jelas dan masuk akal. Bagaimanapun juga, ia kini telah meninggal dunia, menghadapi alam baru yang berbeda dan sulit, karena disana tidak ada lagi pertolongan kecuali oleh amal perbuatan kita (dan tiga amalan yang bisa mengiringinya). Karenanya, kita memohonkan kepada Allah pengampunan bagi dirinya, dan bagi diri kita, dan mengharapkan keistiqomahan bagi diri kita yang masih hidup di dunia, agar senantiasa berada dalam jalan kebenaran dan kebaikan, disinari cahaya iman dan Islam sampai ajal menjemput kita... (amin)
Segala kesalahan hanyalah milik saya seorang, dan saya memohon ampunan kepada Allah atas segala kesalahan dan koreksi atas kekeliruan pemahaman.
Wallahu 'alam.
Samarinda, 9 November 2008
-Syamsul Arifin-
02 November 2008
Panduan Blogging Islami
Blogging (membuat blogs) telah menjadi salah satu bagian dari teknologi informasi yang perkembangannya sangat pesat. Banyak situs yang menawarkan jasa blogs, dari yang gratis sampai yang terbayarkan, dan penggunanya juga sangat banyak.
Berbagai macam kegunaan blogs, mulai dari yang sekedar tempat curhat, ringan dan santai, sampai tempat diskusi atau pemaparan wacana/opini yang serius dan berat.
Bagaimanapun juga, hal ini patut disyukuri, karena dengannya kita bisa mengambil banyak manfaat, bisa menimba banyak pengetahuan, bisa tahu banyak informasi, dan bisa berbagi banyak pengalaman.
Menurut saya, pada dasarnya, blogging ini seperti aktivitas muamalah manusia lainnya, kaidah yang berlaku di dalamnya adalah: segala sesuatunya diperbolehkan, kecuali (hal-hal) yang dilarang. Sehingga saya berpendapat bahwa hukum dasarnya adalah mubah atau diperbolehkan.
Namun, ibarat pedang bermata ganda, blogs juga bisa saja berakibat negatif, karenaya, ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan bagi para muslim agar aktivitas nge-blog kita menjadi sebuah hal yang tidak terjerumus dalam kerugian.
Pertama, jangan jadikan blogs sebagai tempat menyemangati perbuatan maksiat
"Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya adalah pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikuti ajakannya, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak pada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikuti ajakannya itu, tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka." (HR Muslim)
Perbuatan-perbuatan dosa, kemaksiatan dan yang diharamkan, jangan sampai mendapatkan dukungan melalui posting tulisan-tulisan blogs kita. Baik dengan kita menganjurkannya melalui tulisan, suara, video, maupun gambar.
Perbuatan seperti tidak menutup aurat, berpacaran, perbuatan zina dan hal-hal yang mengarah kepada zina, mencuri, berbohong, dan lain sebagainya, harus sebisa mungkin kita hindari/jauhi dan tidak mendapatkan tempat di blogs yang kita punya.
Kedua, jangan jadikan blogs sebagai ajang pamer dosa
Semua (dosa) umatku akan diampuni kecuali orang yang berbuat (dosa) terang-terangan, yaitu yang melakukan perbuatan dosa pada malam hari lalu Allah menutup-nutupinya kemudian pada esok harinya dia bercerita kepada kawannya, "Tadi malam aku berbuat begini...begini..." Lalu dia membongkar rahasia yang telah ditutup-tutupi Allah 'Azza wajalla. (Mutafaq'alaih)
Jika kita melakukan kesalahan atau kekhilafan, maka bertaubatlah dengan taubat yang sebenarnya. Dan boleh jadi, menyimpan cerita kelam itu untuk diri kita sendiri adalah lebih baik ketimbang kita membaginya kepada orang lain, karena dikhawatirkan kita malah nanti akan merasa berbangga diri dengan dosa-dosa kita, atau bisa saja kita disilaukan dengan sifat takabur bahwa kita telah bertaubat dengan baik padahal itu merupakan godaan syaitan. Atau bisa saja, ada beberapa
Ketiga, jangan jadikan blogs sebagai ajang saling menjelekkan, menghina, bergosip, mengadu domba, menyebar fitnah dan berita dusta serta berkata-kata kotor.
Berita-berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang jelas-jelas berupa dusta, gosip, fitnah, dan ghibah, juga harus bisa kita jauhi. Juga termasuk hal-hal yang menyangkut keburukan atau aib sesama saudara/i.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tahukah kalian, apa itu ghibah." Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: "Yaitu, engkau menceritakan saudaramu apa yang tidak ia suka."
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menurutpi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." (HR Muslim)
Keempat, jadikan blogging sebagai salah satu sarana meningkatkan amal kebaikan.
Apakah kita mau masuk surga sendirian..? Maukan kita berbuat kebaikan, yang sepertinya sepele namun bisa jadi bisa menambah timbangan amal kebaikan kita?
“Sampaikan dariku, walaupun satu ayat” (HR Bukhari)
Bagaimanapun kadar kapasitas keislaman kita, menyampaikan kebaikan dengan cara yang kita mampu/kita bisa merupakan salah satu bentuk amalan kebaikan. Apalagi internet diakses oleh bermacam-macam
Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit sampai terbenam.(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain dikatakan: "Lebih baik bagimu daripada memperoleh satu lembah berisi penuh ternak."
Blogging yang Islami juga tidak mesti selalu harus berisikan ayat dan bertaburan hadits. Nilai-nilai kebaikan universal, seperti kejujuran, saling toleransi, membantu sesama, menajamkan kepekaan sosial, motivasi perbuatan yang bermanfaat, membangun opini kebaikan (termasuk juga opini yang melarang keburukan), dll, juga bisa menjadikan blogs tersebut sebagai ajang untuk meningkatkan amal kebaikan.
Semoga aktivitas blogging kita menjadi sebuah aktivitas yang tidak mengarah kepada keburukan dan malah akan menambah timbangan kebaikan. Amin.
---000---
Samarinda 3 November 2008
Syamsul Arifin (http://genkeis.multiply.com)
Hadits of the Day - Rasulullah dan Hujan
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
Bila hari berangin dan mendung wajah Rasulullah saw. tampak Gelisah, mondar-mandir. Dan bila hujan turun, beliau berseri-seri dan hilanglah kegelisahan itu. Aisyah berkata: Aku menanyakan hal itu kepada beliau. Beliau menjawab: Aku sangat khawatir hujan itu akan menjadi azab yang menimpa umatku. Jika melihat hujan turun beliau berkata: (Hujan adalah) rahmat. (Shahih Muslim No.1495)
Bukan Milikmu: Menjauhlah !
Atau mungkin, anda akan mendekati mobil tersebut lalu kemudian menyentuhnya untuk merasakan indahnya body kendaraan tersebut.
Atau kalau anda kenal dengan pemiliknya, anda akan bisa menaiki atau menumpang mobil bagus tersebut, tapi hal itu hanya sementara, tidak selamanya, anda akan kembali pulang ke rumah anda, yang tidak punya mobil, atau mungkin punya mobil namun berbeda spesifikasi.
Cerita di atas bisa dijadikan sebagai perumpamaan bagi kita (kaum laki-laki) untuk lebih bisa menahan diri dan menjaga hati.
Dulu saya juga pernah mengikuti reuni di kampus ungu, lumayan seru, bertemu dengan teman-teman sekelas yang kita memang sudah "sama-sama tahu" diri masing-masing. Beberapa angkatan berkumpul di sana. Setelah acara selesai kami (beberapa teman sekelas, membuat acara kumpul-kumpul lagi, makan siang bareng di salah satu food court mall dekat kampus.
Dalam perjalanan menuju tempat makan-makan, saya berjalan bersama seorang teman, ketika itu ada beberapa yang sedang masuk kuliah, kami melewati mahasiswi yang cukup "bening", teman saya menyenggol, memberikan signal. Hanya sebagai bercandaan saja sih.
Ketika di mall, saya gantian memberi dia signal, hari itu Sabtu, sehingga memang cukup lumayan ramai. Eh dia memberikan reaksi yang kurang lebih begini, "kalau cantik mah ngga akan ada habisnya pin, akan selalu kita temui yang lebih cantik-cantik lagi". Hummm.., memang benar juga sih, apalagi kami berada di daerah yang lumayan baik kondisi lingkungannya. Jadi memang selain cantik, sepertinya mereka cukup shalihah-shalihah, jilbab yang mereka pakai, minimal bisa jadi salah satu acuan. Tapi memang benar, "kalau tentang cantik, pasti ngga akan ada habisnya, akan selalu ada saja".
Dari dua ilustrasi di atas, ada beberapa point yang bisa kita jadikan perenungan.
Bagi yang belum menikah:
1. Janganlah kamu mengikuti pandanganmu terhadap apa yang bukan milikmu (bukan istri), minimal belum menjadi milikmu. Seperti cerita mobil yang pertama, hal yang bisa kita lakukan adalah ya hanya berdecak kagum aja. Mungkin bisa dijadikan pengingat keagungan sang penciptanya. Dan minimal jadi doa, agar dapat yang seperti dia, atau lebih baik dari dia (karena kita tidak tahu bagaimana kepribadiannya).
Waktu SMA kelas tiga, pernah bercanda sama teman, ketika melihat yang "indah-indah", berucap "Maha Suci Allah, Zat yang telah menciptakan keindahan di muka bumi". Sedang kalau lihat yang hanya menggoda saja, saya biasanya berkata "Ya Allah, berikanlah hamba yang jauh lebih baik dari dirinya".
Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi: "Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya." (HR. Al Hakim)
2. Jangan dituruti hawa nafsumu untuk "mendekati", bahkan sampai menyentuh dirinya. Meskipun tidak disebutkan di cerita mobil yang pertama, terkadang pemilik kendaraan itu sangat cemburuan terhadap kepemilikannya, ada kan orang-orang yang bahkan tidak rela kalau mobilnya terkotori sedikit saja.
Begitupun dengan kita, tahan diri, tundukkan hawa nafsu, karena sesungguhnya sang pemiliknya yang sejati, Allah SWT sangat pencemburu, Dia tidak ingin kita melakukan perbuatan-perbuatan yang mendekat zina.
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan. (Shahih Muslim)
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
(QS. Al-Israa': 32)
*mendekat zina = hal-hal yang bisa mengarah kepada perbuatan zina (ciuman, pelukan, rangkulan, gandengan tangan, sentuhan-sentuhan, dll)
Bagi yang sudah menikah:
Dua point di atas, juga harus diperhatikan: pertama, menahan pandangan dari yang bukan (atau minimal belum) di halalkan; kedua, menahan diri agar tidak berbuat yang "tidak-tidak" dengannya. Namun ada juga tambahannya.
1. Akan selalu ada yang lebih cantik, lebih mempesona dan lebih menawan hati, karena memang begitu hukum alamnya, "selalu ada langit di atas langit". Apalagi kalau sudah tinggal lama, kalau dari baca-baca perenungan mereka yang sudah menikah, kecantikan fisik seperti bagaimanapun akan juga terlihat biasa saja.
Pada suatu kesempatan dalam sebuah perbincangan lewat udara dia bertutur memberikan wejangan, kira-kira demikian redaksinya: “Kita memang harus percaya dengan hadits Nabi tentang dinikahinya wanita karena empat perkara, benarlah apa yang dikatakan bahwa nikahilah wanita karena agamanya. Sungguh kecantikan istri kita itu akan memudar atau kita akan merasa biasa bahkan mungkin bosan. Setiap saat setiap hari kita melihatnya dan berjumpa dengannya. Maka kecantikan yang istimewa itu menjadi biasa bahkan tak jarang kita akan melihat bahwa wanita lain terasa jauh lebih cantik darinya.
Karenanya, mungkin sikap qana'ah bisa diterapkan di sini, merasa cukup dengan segala kelebihan (dan kekurangan) istri.
2. Kalau memang tertarik dengan wanita lain, pergilah "mengunjungi" kepemilikanmu yang halalan thayyiban (halal lagi baik). Kalau ada mobil yang kita taksir, naikilah saja mobil yang kamu punyai, karena (mungkin) toh kurang lebih perasaannya sama saja, tergantung diri kitanya.
Dulu pernah nonton film komedi situasi Amerika, ketika suami-istri sedang ledek-ledekan, sang suami bilang, sambil menggoda ketika ada wanita lain yang lebih cantik/mempesona, dia berkata menggunakan perumpamaan, "wah pasti enak menaiki ferari itu"
Sang istri yang paham sindiran dalam bentuk perumpamaan itu berkata, "ya percuma saja naik ferari kalau kau ngga tau cara mengemudikannya".
Apabila seorang dari kamu tertarik melihat seorang perempuan dan terkesan dalam hatinya, maka hendaklah menggauli isterinya sendiri karena hal itu akan meredam gejolak dan gangguan dalam dirinya. (HR. Muslim)
Semoga pernikahan-pernikahan MPers menjadi pernikahan-pernikahan yang barokah, bahagia dunia-akhirat
*bagi yang belum, semoga kesabarannya berbuah keindahan yang juga berkekalan (dunia-akhirat)
01 November 2008
[cerpen] Dunia Iblis
“Kak, aku takut untuk tidur”, Adi mengoyang-goyangkan tubuh kakaknya yang sedang tidur-tiduran, menanti kantuk datang menyergap. Lampu utama kamar sudah dimatikan, yang ada hanyalah lampu kecil berwarna kuning, temaram.
Adi dan kakaknya, Indra, berbagi kamar, mereka kakak-beradik dari tiga bersaudara, kakaknya Adi yang juga merupakan adiknya Indra, Hani, berada di kamar yang lain, terpisah. Kamar anak laki-laki dan kamar anak perempuan.
“Takut tidur kenapa?”, Indra menggulingkan badan, masih tetap dalam posisi tidur.
Sang adik beringsut duduk ke kursi meja belajarnya. Meski berada dalam satu kamar, mereka memiliki meja belajar masing-masing. Adi masih duduk di kelas tiga SMA, sedang Indra sudah berada di tingkat dua bangku perkuliahan. Agar tidak saling mengganggu proses belajar masing-masing, begitu kata ayah mereka ketika membelikan dua buah meja belajar.
Indra duduk dari tempat tidurnya, bantalnya ia gunakan sebagai sandaran punggungnya.
“Kamu takut tidur kenapa?”, Indra mengulangi pertanyaannya.
Terdengar helaan nafas panjang, milik Adi.
“Beberapa hari ini aku mimpi iblis kak. Seram. Aku jadi takut untuk tertidur lagi”, ujarnya lemah, “aku seperti berada di dunia iblis, banyak sekali makhluk-makluk mengerikan itu”
Putaran jarum jam terdengar menggema. Pukul sepuluh lewat lima. Sang kakak tersenyum.
“Justru tidurlah yang menyelamatkan kita dari dunia iblis sesungguhnya”
“Ha”, sang adik tidak bisa menahan ekspresi terkejut atas komentar kakaknya.
“Iya, kakak yakin sekali bahwa dunia yang kita tinggalin ini lebih seram dari mimpi-mimpimu, kita ini lebih seram dari iblis”, katanya yakin.
Hening sejenak.
Adi sedikit memutar arah kursinya, menghadap ke tempat tidur kakaknya. Tegak lurus, berhadapan.
“Banyak hal aneh di dunia ini, dan beberapa tampak amat menyeramkan bagi kakak. Kalau kamu mengikuti siaran berita, tentu kamu akan paham maksud kakak”, Indra menarik selimutnya, merapihkannya.
“Ada seorang kakek renta yang memperkosa anak balita; bapak kandung yang beberapa kali menghamili anaknya; pembunuhan sadis yang terencana, mutilasi, memotong-motong anggota tubuh, tega; para koruptor yang dipuja dan dibela; perbuatan dosa menjadi kebanggaan, trend, gaya hidup. Aneh. Gila”, tambahnya.
“Tidur menyelamatkan kita dari dunia iblis yang kita tempati ini, mimpi-mimpi menjadi rekreasi bagi kenyataan dunia yang terlalu aneh dan mengerikan untuk dicerna logika. Sepertinya kita hidup di dunia iblis. Bahkan kakak rasa, iblis sudah kehilangan pekerjaannya di dunia ini, karena ternyata, kita, manusia, lebih buruk dari makhluk yang katanya paling buruk itu. Tidur memberikan kita ketenangan dari hiruk-pikuk kesibukan dunia iblis”, kata Indra menutup penjelasannya.
“Sekarang kamu kembali tidur, dan jangan lupa membaca doa sebelum tidur”, saran sang kakak.
Adi mengangguk. Ia memanjat tangga tempat tidur tingkat mereka. Adi berada di bagian sebelah atas, sedang Indra, sang kakak, berada di bagian bawah tempat tidur tingkat dua yang terbuat dari kayu bercat coklat tersebut.
Kamar mereka menjadi hening kembali. Masing-masing penghuni sudah terlelap dalam tidur mereka masing-masing.
Selang beberapa lama.
“Jangan.., jangan bangunkan aku.., aku takut untuk bangun dari mimpi ini, aku takut untuk kembali bangun, aku terlalu takut berada di dunia iblis”, terdengar suara Adi mengigau dalam mimpinya.
---000---
Samarinda, 1 Oktober 2008
Syamsul Arifin
“semoga kita tidak menjadi bagian dari iblis-iblis tersebut…”
cerita yang paling lucu
kita melihat orang mati, mendengar berita mengenai kematian, berada dekat kematian, tapi ngga pernah ngeh alias sadar bahwa kitapun akan mati juga...
lucu ya manusia...
[puisi] Kematian Tidak Akan Bisa Memisahkan Cinta Kita
Ketika aku memilih kamu sebagai tempat berlabuhnya cinta, tidak pernah terbersit dalam benakku untuk berhenti mencintaimu. Aku ingin memiliki cinta yang tanpa akhir. Tenggelam dalam lautan cinta yang tak bertepi.
Kematian (kurasa) tidak akan sanggup memisahkan kita, karena kita memang telah diciptakan untuk saling mencinta, selamanya. Di dunia ini, dan (semoga) kelak di taman-taman surga nanti, dalam keabadiaan cinta...
Quote from: Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasululiah s.a.w. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Tidak ada balasan bagi seseorang hambaKu yang mu'min di sisiKu, di waktu Aku mengambil -mematikan- kekasihnya dari ahli dunia, kemudian ia mengharapkan keridhaan Allah, melainkan orang itu akan mendapatkan syurga." (Riwayat Bukhari)
Samarinda 01112008
-ipin4u-
30 October 2008
[puisi] Sayang, Mari Kita Buat Allah Kagum pada Cinta Kita
Sayang, kamu tahu bahwa aku mencintaimu
Aku pun tahu bahwa kamu mencintaiku
Tak perlu kusangsikan lagi
Cinta yang luar biasa
Karena berada dalam balutan cinta yang mulia
Cinta karena Allah semata
Sayang, dengan bekal cinta ini
Kuharap kita bisa meraih keridhoan dariNya
Aku ingin mengekalkan cinta kita
Berakhir di taman-taman yang berkilaukan permata
Sayang, mari kita buat Allah kagum pada cinta kita
Cinta yang berorientasi hanya kepada kebaikan semata
Cinta yang menyemangati, mengobarkan, dan menjaga nyala iman dalam dada
Cinta yang akan menjadi kebanggan kita berdua
Sayang, aku pernah membaca kisah berikut
Dengarkanlah, dan marilah kita coba menapaki jejak langkahnya
Mari kita buat Allah kagum pada cinta kita
Kekaguman cinta yang semoga bisa mengarah pada surga
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Aku sangat menderita. Rasulullah saw. bertanya kepada salah seorang istri beliau, tetapi mendapat jawaban: Demi Zat yang mengutusmu membawa kebenaran, aku hanya mempunyai air. Rasulullah saw. bertanya kepada istri beliau yang lain tetapi mendapat jawaban yang sama. Dan semua istri beliau memberikan jawaban yang sama: Tidak, demi Zat yang mengutusmu membawa kebenaran! Aku tidak mempunyai apapun selain air.
Maka Rasulullah saw. mengumumkan: Siapakah yang mau menjamu orang ini, semoga Allah merahmatinya. Seorang sahabat dari Ansar berdiri dan berkata: Aku wahai Rasulullah! Lalu diajaknya orang itu ke rumah. Sahabat Ansar itu bertanya kepada istrinya: Apakah kamu mempunyai sesuatu? istrinya menjawab: Tidak, kecuali makanan anak-anakku. Sahabat itu berkata: Alihkanlah perhatian mereka dengan sesuatu. Nanti kalau tamu kita masuk, padamkanlah lampu dan perlihatkanlah seolah-olah kita sedang makan. Apabila ia hendak makan, maka hampirilah lampu dan matikanlah. Mereka pun duduk, sementara tamu mereka makan.
Pada keesokan harinya, ketika bertemu Nabi saw., beliau bersabda: Allah benar-benar kagum terhadap perbuatan kalian berdua kepada tamu kalian tadi malam. (Shahih Muslim No.3829)
---000---
Samarinda, 30 Oktober 2008
-ipin4u-
28 October 2008
[puisi] Sayang, Mari Kita Jaga agar Allah Tidak Cemburu pada Cinta Kita
Sayang.., tahukah kamu kalau Allah pencemburu..?
Tahukah kamu bahwa Allah mungkin saja mencemburui kita..?
Tahukah kamu mengapa Allah cemburu..?
Tahukah kamu apa yang membuat Allah cemburu..?
Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata:
Sa`ad bin Ubadah berkata: Seandainya aku mendapati seorang lelaki bersama istriku, maka aku akan menikam orang itu dengan pedang tanpa ampun. Sampailah ucapan Sa`ad tersebut ke telinga Rasulullah saw., lalu beliau bersabda: Apakah kalian kagum dengan kecemburuan Sa`ad? Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya dan Allah lebih cemburu lagi daripadaku. Demi kecemburuan itulah, maka Allah mengharamkan segala kejahatan baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, dan tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pengampunan daripada Allah. Demi itulah Allah mengutus para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan tidak ada seorang pun yang lebih menyenangi pujian daripada Allah, dan demi itulah Allah menjanjikan surga. (Shahih Muslim No.2755)
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji. (Shahih Muslim No.4955)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan. (Shahih Muslim No.4959)
Sayang..., sekarang kamu tahu bahwa Allah pencemburu
Sekarang kamu paham bahwa Allah mungkin saja cemburu kepada hamba-hambaNya
Sekarang kamu mengerti bagaimana kecemburuan Allah diungkapkan
Maka, maukah engkau menjaga Allah agar tidak mencemburui cinta kita..?
Sayang..., bantu aku mencintai kamu dengan benar
Cintai aku dengan kebaikan
Agar cinta kita ini berkekalan
Di alam dimana hanya ada dua pilihan
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. At-Taghaabun: 14)
Samarinda, 28 Oktober 2008
-ipin4u-
Cinta yang dicemburui adalah cinta yang buruk, yaitu cinta yang menghilangkan kesucian, cinta yang menghambat dan meredam amal kebaikan, cinta yang menyesatkan, yang mengarah kepada kemaksiatan, yang melalaikan diri dari kewajiban, yang mengalihkan kekhusyuan di lumpur kesia-siaan, sebuah cinta yang pasti akan disesali dan berakhiran dengan keburukan yang berkekalan (di akhirat kelak)...
Semoga cinta kita tidak dicemburui Allah (amin) ^_^