19 October 2015

Investigasi Ledakan dan Kebakaran Sumur Macondo, Teluk Meksiko

Rig Semisubmersible Deepwater Horizon

20 April 2010, kecelakaan yang mengakibatkan kematian banyak pekerja terjadi di sumur minyak Macondo, sekitar 80 KM dari lepas pantai Louisiana di Teluk Meksiko.

Insiden terjadi ketika pekerjaan well-abandonment sementara yang dilakukan rig pengeboran Deepwater Horizon (DWH). Rig kehilangan kendali atas sumur, sehingga terjadi blowout –pelepasan cepat dan kuat gas dan cairan hidrokarbon dari dalam sumur ke rig. Hidrokarbon yang terlepas itu kontak dengan sumber nyala api dan terbakar. Ledakan dan kebakaran pun terjadi. Korban jiwa atau cedera, kerusakan lingkungan dan kerusakan aset yang terjadi adalah kematian 11 pekerja, cedera serius 17 pekerja, tenggelamnya rig pengeboran dan kerusakan pantai dan laut yang luas akibat tumpahnya 5 juta barel (≈600 juta liter) hidrokarbon dari dalam sumur. Kejadian ini merupakan salah satu kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alam terburuk dalam sejarah Amerika.


Rig Deepwater Horizon terbakar dan meledak di sumur Macondo

Penyebaran minyak akibat kebakaran dan ledakan sumur Macondo

BP Exploration & Production Inc. (BP) adalah operator atau pemegang konsensi blok yang terdapat sumur Macondo. BP adalah pemegang konsensi terbesar di laut dalam (deepwater) Teluk Meksiko Amerika, memiliki lebih dari 650 blok dengan kedalaman laut lebih dari 1,200 feet (≈365 meter).

Untuk mengebor sumur Macondo, BP mengontrak Transocean, kontraktor pengeboran dan penyedia jasa sumur lainnya, termasuk Halliburton dan Sperry-Sun Drilling Services –subsidari Halliburton.
Bagan interaksi perusahaan yang terlibat kejadian

Cameron tidak memiliki kontrak langsung dengan BP, namun kontrak antara Transocean dan BP mempersyaratkan konfigurasi dan referensi spesifik Blowout Preventer (BOP) yang akan digunakan dalam pengerjaan sumur. Cameron menyediaakan part, pengetesan, bantuan teknis dan jasa perbaikan pada BOP Deepwater Horizon.

Personil yang bertanggung jawab akan pengendalian sumur ketika kejadian adalah:

Posisi
Perusahaan
Tanggung Jawab
Well Site Leader
BP
Memimpin semua aktifitas, K3LH, operasional dan logistik di lapangan
Offshore Installation Manager (OIM)
Transocean
Mengelola krew dan sumberdaya di rig untuk mencapai kinerja optimum agar program pekerjaan sumur dapat dilaksanakan dengan baik
Senior Toolpusher/ Toolpusher
Transocean
Mengawasi dan mengkoordinasi pekerjaan pengeboran
Driller
Transocean
Mengoperasikan peralatan pengeboran dan memonitor instrumen rig
Subsea Supervisor
Transocean
Mengawasi perawatan dan perbaikan pada peralatan dan sistem di bawah laut (subsea) dan permukaan (surface)
Cementer
Halliburton
Melaksanakan program penyemenan, termasuk perencanaan dan pemompaan semen serta memberikan saran teknis
Mudlogger
Sperry-sun
Memonitor parameter pengeboran sebagai acuan untuk mengerti kondisi di bawah sumur dan memberikan saran ke BP ataupun Transocean implikasi keselamatan/efisiensinya.

Posisi personil pengendali sumur


Ruang kendali driller di anjungan pengeboran lepas pantai yang serupa di Deepwater Horizon

Urutan kejadian kebakaran/ledakan


Aktifitas utama yang menyangkut kejadian ledakan dan kebakaran sumur Macondo adalah:

Tanggal
Keterangan
6 Okt 2009
Sumur Macondo di spud (dimulai pengeborannya) oleh rig Marianas (milik Transocean)
8-27 Okt 2009
Rig Marianas di evakuasi karena kerusakan oleh badai Ida
31 Jan – 6 Feb 2010
Rig Deepwater Horizon menggantikan Rig Marianas.
6 hari perawatan dan pengetesan BOP.
Memulai aktifitas pengeboran pada 6 Februari.
19 April 2010
Menyelesaikan pemasangan casing produksi sampai kedalaman 18,304 feet
19-20 April 2010
Melakukan pekerjaan penyemenan sumur
20 April 2010
Pengetesan tekanan positif dan tekanan negatif casing produksi
20 April 2010
Pemantauan sumur dan pekerjaan bersamaan.
Memompa air laut menggantikan lumpur dan spacer di dalam riser sumur.
Sumur dalam keadaan underbalance dan mulai mengalir.
Aliran yang keluar dari dalam sumur meningkat.
20 April 2010
Respon terhadap kendali sumur.
Lumpur mulai mengalir melebihi pipa. Dan mengalir lewat derrick.
Menutup diverter dan lumpur melewati gas separator.
Mengaktifkan lower annular preventer BOP.
Gas tekanan tinggi terlepas dari gas separator vent.
Alaram gas pertama berbunyi. Gas menyebar dengan cepat membunyikan alarm lainnya.
Rig kehilangan listrik.
Terjadi ledakan pertama (5 detik setelah rig kehilangan listrik).
Mengaktifkan Emergency Disconnect Sequence (ESD) BOP, namun paket lower marine riser tidak membuka.
Mentransfer 115 personel termasuk 17 pekerja yang terluka ke M/V Damon Bankston. 11 pekerja hilang dan dicari.
22 April
Deepwater Horizon tenggelam
21-22 April
Mengoperasikan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk menutup Variable Bore Rams dan Blind Shear Rams dari BOP di bawah laut. Tidak berhasil.
Urutan waktu kejadian

Faktor penyebab kejadian kebakaran/ledakan (direct and indirect cause)


Dengan mempergunakan fault tree analysis, berbagai skenario, failure mode dan faktor kontribusi yang memungkinkan, ada 8 temuan utama kejadian ini:
a)    Semen annulus tidak mengisolasi hidrokarbon
b)    Shoe track tidak mengisolasi hidrokarbon
c)    Test tekanan negative diterima walaupun integritas sumur tidak diperiksa
d)    Influx dari sumur tidak diidentifikasi hingga hidrokarbon berada di riser
e)    Respon kendali sumur gagal untuk menjaga kendali sumur
f)     Pengalihan ke mud gas separator mengakibatkan gas ter-venting di rig
g)    Sistem kebakaran dan gas tidak mencegah ignisi hidrokarbon
h)   Mode darurat BOP tidak dapat menutup sumur.

Swiss cheese model kejadian ledakan dan kebakaran


Ringkasan kegagalan di Sumur Macondo

Analisis program dan sistem Pencegahan dan Proteksi Kebakaran


Ada beberapa potensi sumber penyalaan di rig Deepwater Horizon:
  • Klasifikasi area listrik (electrical area classified)
  • Sistem gas dan kebakaran
  • Sistem ventilasi
Marine Operation Manual (MOM) Deepwater Horizon tertanggal Maret 2001 menyatakan bahwa: area kapal dibagi dan diidentifikasi memiliki kemungkinan pencampuran udara/gas mudah terbakar/meledak. Sebagian besar are rig tidak masuk klasifikasi mudah terbakar/meledak karena hanya sedikit atau bahwa tidak ada peluang pencampuran gas/udara mudah terbakar bahkan dalam kondisi yang paling ekstrim sekalipun.

Area klasifikasi listrik di Deepwater Horizon meliputi area drill floor dan area di atas drill floor, termasuk juga derrick. Area deck yang langsung dibawah drill floor juga masuk klasifikasi listrik. Berbagai macam intake dan outlet ventilasi dan outlet diverter juga masuk klasifikasi listrik. Moon pool dan ruangan mud pit juga masuk area klasifikasi listrik.

Sistem gas dan kebakaran Deepwater Horizon memiliki 27 detektor gas mudah terbakar. Seluruh gas detektor berfungsi otomatis terhadap alaram visual dan audio. 13 dari 27 detektor memiliki respon otomatis, sedang 14 sisanya tidak beraksi otomatis, hanya memberikan alarm visual dan audio.

Dari hasil Analisa data, perawatan dan penilaian terakhir oleh pihak ketiga menunjukkan bahwa gas detektor dalam kondisi cukup baik, diuji dan terawat.

Fungsi dan layout sistem ventilasi juga diperiksa. Fire damper di rig didisain untuk otomatis menutup ketika listriknya mati. Disediakan juga fusible link untuk memastikan damper menutup jika terjadi kebakaran.

Hipotesis analisis kejadian kebakaran


Modeling vapor dispersion menunjukkan bahwa campuran gas mudah terbakar dengan cepat menyelimuti area rig, termasuk beberapa ruangan tertutup dibawah deck. Area di bow dan aft deck utama serta di bawah deck tidak klasifikasi listrik. Karena itu beberapa penyalaan mungkin terjadi.

Sistem HVAC (Heating, Ventilating, dan Air Conditioning) mungkin mentransfer gas mudah terbakar ke area tertutup mesin, sehingga mesin menjadi melebihi kecepatannya. Yang menjadi sumber penyalaan.

Sumber penyalaan mekanikal juga mungkin terjadi. Tekanan yang sangat besar terjadi ketika pelepasan hidrokarbon bisa menyebabkan kegagalan peralatan, dan mengakibatkan kerusakan kolateral sehingga menimbulkan percikan.

Rekomendasikan program pencegahan dan proteksi kebakaran


Laporan investigasi kecelakaan Deepwater Horizon oleh BP memberikan 2 hal besar perbaikan:
  • Drilling dan Well Operation Practices (DWOP) dan Operating Management System (OMS)
  • Pengawasan dan kontrol kualitas kontraktor dan provider jasa
Perbaikan DWOP dan OMS:
a)    Prosedur dan praktek teknis engineering
·         Perbaikan panduan penyemenan
·         Perbaikan persyaratan well control
·         Perbaikan desain teknis: tubular, casing hanger seal
·         Perbaikan persyaratan untuk mencakup pengetesan tekanan negatif
·         Memperjelas standar pelaporan dan investigasi kejadian pengendalian sumur
·         Mengusulkan American Petroleum Institute untuk mengembangkan rekomendasi untuk desain dan pengetesan busa semen pada penggunaan tekanan tinggi dan suh tinggi
·         Penilaian dan meninjau penerapan Management of Change (MOC)
b)    Kompetensi dan kapabilitas
·         Memperkuat peran teknis di bidang penyemenan dan isolasi
·         Memperkuat kompetensi dan kepemimpinan di operasi laut dalam
·         Mengembangkan program pelatihan laut dalam tingkat lanjut
·         Membangun ahli internal BP dibidang subsea dan kontrol sistem BOP
·         Meminta International Association of Dirlling Cotnractor (IADC) untuk mempertimbangkan sertifikasi di bidang subsea engineering
c)    Audit dan verifikasi
d)    Proses Safety Performance Management
·         Membuat indikator leading dan lagging terkait integritas sumur, pengendalian sumur dan peralatan keselamatan kritis rig
·         Mempersyaratkan kontraktor pengeboran untuk membuat sistem monitoring audio terkait indikator leading dan lagging di atas.

Pengawasan dan kontrol kualitas kontraktor dan provider jasa:
a)    Pemastian jasa penyemenan
b)    Memastikan praktek pengendalian dan monitor sumur diterapkan di semua kontraktor pengeboran
c)    Keselamatan proses rig:
·         Hazop review pada sistem gas permukaan dan cairan pengeboran sebagai bagian dari rig audit dan penerimaan
·         Memasukkan semua venting hidrokarbon sebagai bagian dari Hazop
d)    Pengawasan kualitas desain BOP:
·         Menetapkan minimal redudancy dan reliabilitas BOP yang dimiliki kontraktor
·         Memperketat persyaratan minimum pengetesan BOP
·         Memperketat persyaratan minimum perawatan BOP
·         Menetapkan persyaratan minimum Management of Change subsea BOP
·         Membuat perencanaan yang jelas untuk ROV intervensi sebagai bagian dari tanggap darurat
·         Membuat kontraktor pengeboran menerapkan proses kualifikasi yang memverifikasi kinerja kemampuan shearing BOP
·         Termasuk verifikasi pengujian dan kesesuaian dengan point redudancy dan kemampuan shearing BOP.

Kerja sama industri di bidang penanganan tumpahan


Juli 2010, 4 dari 5 perusahaan besar minyak dan gas membangun perusahaan non profit Marine Well Containment sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kapabilitas penanganan tumpahan sumur di Teluk Meksiko. Masing-masing perusahaan komitmen berinvestasi 1 milyar USD untuk pengembangan sistem cepat tanggap perusahaanMarine Well Containment yang terdiri dari peralatan modular kontainment yang dapat mengumpulkan minyak yang mengalir dari laut dalam. Sistem ini didisain untuk dpt dimobilisasi dalam waktu 24 jam dan siap dioperasikan selama berminggu-minggu, siap menampung tumpahan sedalam 10,000 feet dari permukaan, untuk volume sampai 100,000 barel per hari.


Skematik sistem Marine Well Containment

---000---



Penyusun:  Syamsul Arifin, SKM
HES Specialist, Chevron Indonesia Company
Mahasiswa Pasca Sarjana K3 FKM UI


Referensi

  • British Petroleum. Deepwater Horizon Accident Investigation Report. September 2010. UK
  • US Chemical Safety and Hazard Investigation Board. Investigation Report, Explosion and Fire at the Macondo Well. Juni 2014. US
  • Deepwater Horizon Study Group (DHSG). Final Report on the Investigation of the Macondo Well Blowout. University of California Berkeley, US
  • The Bureau of Ocean Energy Management, Regulation and Enforcement. Report Regarding The Causes Of The April 20, 2010 Macondo Well Blowout. September 2011. US
  • National Commission on the BP Deepwater Horizon Oil Spill and Offshore Drilling. Deep Water the Gulf Oil Disaster and the Future of Offshore Drilling: Report to the President. Januari 2011. US

16 October 2015

Bahaya, Kejadian, dan Konsekuensi

Mungkin ada beberapa profesional K3, terutama yang pemula, sering tertukar antara pengertian bahaya/hazard, kejadian/event, dan konsekuensi/consequence.

Secara sederhana, bahaya adalah segala sesuatu yang mungkin bisa menyebabkan cedera, penyakit, kerusakan aset atau pencemaran lingkungan. Kejadian adalah insiden, kecelakaan, ataupun nearmiss/kejadian hampir celaka ketika bahaya kontak dengan manusia, peralatan, atau lingkungan, atau ketika bahaya terlepas dari pengamannya. Sedang konsekuensi adalah hasil dari sebuah kejadian.

Contoh sederhana, jika kita bertamasya ke kebun binatang, bahaya yang utama adalah bahaya biologis, dari hewan buas semisal harimau, buaya, dan semisalnya. Kejadian yang mungkin terjadi jika ada kontak dengan harimau bisa digigit, dicakar, atau lainnya. Konsekuensinya bisa cedera gores ringan atau bahkan bisa berupa kematian.

Dalam konteks industri, peralatan listrik yang digunakan pekerja ada bahaya listrik, kejadian yang mungkin terjadi adalah tersetrum/tersengat listrik, konsekuensinya bisa luka bakar atau kematian.

Yang biasanya tertukar adalah antara bahaya-kejadian. Sering sebuah analisa bahaya menyebutkan 'terpleset' sebagai sebuah bahaya, padahal yang lebih tepat menjadi bahaya adalah 'lantai licin akibat ceceran oli', dan semisalnya. Atau contoh lain, terpotong/tergores kadang dijadikan bahaya, padahal yang sepatutnya disebut sebagai bahaya adalah obyek yang bisa memotong atau membuat luka goresan.

Kalau bahaya didefinisikan dengan baik, mitigasi atau pencegahan sesuai hirarki pengendalian bahaya (terutama eliminasi, subtitusi dan engineeringcontrol) dapat lebih kita fokuskan ke obyek yang menjadi bahaya.

Demikian, silakan tambahan sharingnya kalau ada masukan.

Semoga bermanfaat.

-Syamsul Arifin-

Referensi: ISO/Guide 73:2009(en) Risk management — Vocabulary

19 September 2015

Inspirator yang Terinspirasi

Rabu 9 September 2015 lalu, saya ikut meramaikan event Kelas Inspirasi Balikpapan #3. Awalnya, tahu dan minat ikut acara ini karena ada teman MP FB (Hendy Lazuardy Hendrawan) yang posting publikasi acara itu. Akhirnya, memberanikan diri ikutan meski jatah cuti tinggal 2 hari lagi  (dari 25 hari jatah cuti setahun), dan 1 hari-nya juga sudah ada plot acara juga. Bismilah, klik link pendaftaran dan pilih mau jadi inspirator di kegiatan Kelas Inspirasi.

Saya suka acara semacam ini, ke sekolah, sharing, dan berbagi dengan orang lain, dalam hal ini, ke murid-murid Sekolah Dasar.

Ketika sesi briefing (Sabtu, 29 Agustus), saya tidak bisa ikutan briefingnya karena sedang wisuda S2 di UI Depok, padahal di saat itulah, dibagi penjelasan dan pengelompokkan tim -satu SD biasanya terdiri dari 6-10 inspirator, 2 fasilitator dan 2-3 dokumentator- sudah pasrah, ketika di reminder untuk menghadiri sesi briefing, saya balas kalau saya tidak bisa hadir, dan mengharapkan ada briefing susulan atau sesi khusus atau mengiklaskan diri tidak jadi ikutan KI karena tidak ikutan briefingnya. Alhamdulillah, tetap diizinkan ikut, dan dimasukkan ke kelompok 2, di SD 021, Balikpapan Timur.


Menariknya, SD 021 letakkan di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kota. Dan ketika ketemuan dengan tim, sedikit disharing kalau kebanyakan muridnya biasa membantu orangtuanya memulung selepas sekolah.

Di hari H, 9 September itu, kami rolling, bergantian, ada 4 kelas, saya kebagian kelas 1-2-3-dan 4. Dulu waktu kuliah di FKM, sebetulnya memberikan penjelasan (penyuluhan kesehatan) ke anak SD, orangtua baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, bahkan orang jompo dan tuna grahita, pernah saya lakoni, makanya Kelas Inspirasi ini juga sebetulnya mengingatkan masa lalu.

Ketika hari H pelaksanaan kelas inspirasi, seru abis lah pokoknya.

 

 

 

 


Di sana, saya menjelaskan tentang industri migas secara umum: dari mana asalnya, di proses seperti apa di tengah laut (kebetulan, dari pantai Balikpapan, samar-samar bisa dilihat platform produksi), dan pengilangan serta produk jadinya. Saya bawa sample minyak mentah dan bensin, buat perbandingan mereka.

Kemudian saya jelaskan apa-apa saja profesi yang ada di sana, mulai dari teknisi listrik, mekanik, crane operator, penyelam, pilot helikopter, koki, dokter/perawat, dll termasuk juga ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang ada di platform produksi migas lepas pantai, sebagai gambaran variasi profesi. Karena saya memakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap ketika menjelaskan, mulai dari pakai coverall, helm, kacamata, safety shoe, dan safety gloves, saya jelaskan apa saja itu dan minta salah satu-atau dua mencoba seraya menjelaskan.

Yang berani maju, bertanya, atau menjawab, saya kasih pin khusus berbentuk bintang, home made, dibuatin istri dari kertas origami.

Saya sharing juga apa saja tips yang diperlukan kalau mau sukses bekerja. Diantaranya: belajar giat (agar mereka semangat mencapai pendidikan lanjutan, kalau perlu sampai kuliah di UI juga), berbaik kepada orangtua -agar diberkahi mereka, dan jadi pemberani dalam berusaha-mencoba.

Belajar giat saya perlebar bukan hanya belajar di sekolah, tapi juga belajar di rumah-dengan orang lain-belajar di perpustakaan. Saya motivasi mereka, siapa yang mau lanjut lulus sekolah SMP, SMA, bahkan saya tanya siapa yang mau kuliah di pulau Jawa. Menariknya, ketika siapa yang mau lulus SD, SMP, SMA, mereka antusias angkat tangan, ketika tentang kuliah, sebagian menurunkan tangannya. Saya semangati mereka, bahwa jangan takut, kalau memang kondisi keluarga bukan orang kaya, ada berbagai macam jalan, bisa dapat beasiswa, selama mereka mau dan mau berusaha -ini nyambung juga dengan doa dari orangtua.

Berbuat baik kepada orangtua saya sebutkan sengaja, karena memang doa orang tua itu bisa jadi diijabah Allah. Makanya saya tanya, siapa yang tadi pagi salim (cium tangan) orangtua -yang belum saya minta mereka besoknya cium tangan 2x, dan yang membantu orangtuanya di rumah. Macam-macam jawabnya, ada yang membantu mencuci piring, baju, bahkan ada yang membantu di kebun dst. Disini saya terinspirasi. Waktu saya SD, mungkin saya tidak sampai segitunya membantu orangtua, tapi mereka sudah membantu dengan aktifitas fisik yang menurut saya hebat -untuk ukuran anak kecil.

Terakhir saya katakan jadi pemberani, selama kita jujur, halal, apa saja yang kita lakukan, kita harus berani. Berani berusaha, berani bermimpi, dan berani bekerja.

Ramai lah pokoknya acara ini, dan sungguh berkesan.

Ada 2 anak yang ketika diminta menuliskan cita-citanya menulis, ingin jadi seperti saya. Semoga dia menjadi lebih baik dari saya *amin, karena memang anak-anak itu lebih baik dari saya.

Dari sini, saya banyak bersyukur, atas perjalanan hidup yang telah mengantarkan saya ke tempat saya sekarang, dan jujur saja, bukan mereka yang pada dasarnya termotivasi oleh cerita-yel-yel atau sharing dari kami para inspirator, tapi saya pribadi -dan mungkin teman-teman inspirator lainnya, terinspirasi juga oleh daya tahan, semangat, dan kesungguhan mereka menggapai cita-citanya.




Semoga Allah memberkahi apa yang telah kami lakukan, dan semoga Allah memberkahi anak-anak penerus bangsa ini *amin.


---000---

Balikpapan, 19 September 2015
Syamsul Arifin

04 September 2015

Wisuda S2 K3 UI


Alhamdulillah, 29 Agustus 2015 lalu, akhirnya saya wisuda program magister K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) di Universitas Indonesia.

10 tahun lalu (Agustus 2005), diwisuda yang tempat yang sama untuk program sarjananya (S1 FKM UI) ditemani kedua orang tua saja, kali ini seluruh keluarga saya mengiringi: kedua orangtua, istri-anak-anak, kakak-anak, adik-istri dan anaknya, dan adik saya. Pokoknya ruame poll...


Program S2 yang saya ikuti adalah program khusus, e-learning Balikpapan, sehingga Alhamdulillah agak sedikit memudahkan karena tidak setiap minggu harus terbang ke Jakarta. Meski tetap ada beberapa kelas pertemuan di Depok dan Balikpapan setiap semesternya, bekerja sama dengan Universitas Balikpapan (Uniba). Selebihnya lebih banyak memanfaatkan Scele, forum online milik UI untuk belajar, diskusi, tugas, dll.

Alhamdulillah juga, karena setelah angkatan pertama ini, -mungkin- karena evaluasi kualitas (pembelajaran, fasilitas, ketersediaan pengajar, dll), program kelas khusus ini ditiadakan oleh UI. jadilah kami angkatan pertama dan terakhir dari Balikpapan -sepertinya.

Dari total 15 mahasiswa program S2 Balikpapan, 10 orang lolos wisuda tahun ini (9 orang pekerja Chevron, 1 orang konsultan freelance), namun hanya 6 orang yang mengikuti prosesi wisudanya. Semoga 5 orang lainnya (PLN, Indominco, Dosen, Dokter, DPRD Samarinda) bisa juga segera lulus wisuda *amin.


Akhirnya bisa juga jadi master K3, teringat sewaktu tahun 2007an -klo ga salah ingat- ketika mengikuti proses rekruitmen (sesi presentasi) di salah satu perusahaan migas internasional, salah satu sponsor saya di perusahaan tersebut (kenalan dengan posisi cukup tinggi) menyarankan saya agar bilang sedang mengambil S2 K3 UI, karena ada saingan yang kompetensinya cukup berat. Beliau sudah membantu saya dengan mereview, konsultasi, mengatur undangan, dll. Namun ketika itu, biaya S2 dibandingkan penghasilan saya yang masih kerja di service company masih belum sepadan alias masih kemahalan, sehingga saya tidak berani bilang pernyataan itu..., mungkin itu salah satu pertimbangan akhirnya saya tidak diterima di posisi tersebut -saingan sudah S2. Entahlah.

Bersyukur, dimudahkan prosesnya, ketika perkuliahan selama 2 tahun, terutama ketika proses pembuatan dan sidang tesis oleh pembimbing, serta para penguji.

Salah satu target hidupku tercapai lebih cepat dari yang telah direncanakan.

Tak cukup terlontar pujian kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah mewujudkan ini semua. Alhamdulillahi robbil alamin...

Syamsul Arifin, S.K.M., M.K.K.K.

17 August 2015

Merdeka dari Bahaya (?)

*renungan 17 Agustusan seorang praktisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Apakah mungkin kita akan bisa merdeka dari bahaya di tempat kerja..?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu dipahami bahwa bahaya ada di mana-mana, karena bahaya sederhananya adalah segala sesuatu yang bisa mencederai, membuat sakit/menimbulkan penyakit, atau menyebabkan kerusakan atau kerugian baik bagi pekerja, aset, maupun lingkungan.

Apakah bahaya adalah sesuatu yang pasti menyebabkan cedera, penyakit ataupun kerusakan?

Belum tentu. Karena perlu dilihat beberapa aspek, diantaranya, jenis bahaya apa yang memajan, seberapa besar pajanan (dosis), berapa lama (durasi), seberapa sering (frekuensi), melalui apa pajanannya (route of entry), serta seberapa besar kemungkinan (likelihood) dan seberapa parah (severity) risiko pajanan.

Sehingga, adanya bahaya tidak serta merta menjadikan tempat kerja tidak selamat.

Selamat bukan berarti terbebas 100% dari bahaya. Adalah suatu kemustahilan menghilangkan semua bahaya, baik berupa bahaya fisika, kimia, biologi, ergonomi, psikososial yang ada di tempat kerja.

Bahkan elemen proses pekerjaan, material yang dipergunakan, dan pekerja harus saling berinteraksi di tempat kerja untuk bisa membuat produk, menghasilan jasa, sehingga secara alamiah, ada resiko keselamatan yang dihasilkan.

Jika selamat bukanlah suatu kondisi terbebas dari bahaya, maka apakah definisi dari selamat..?

Karena bahaya pasti ada di manapun, termasuk tempat kerja, maka selamat dapat didefinisikan sebagai keterlindungan dari bahaya.

Seberapa tinggi tingkat pelindung yang kita perlukan supaya dapat dikategorikan selamat dari bahaya? Hal ini tergantung penilaian kita (profesional K3,-red)

Selamat adalah kondisi dimana kita terbebas dari bahaya yang memilik tingkat resiko di atas batas yang dapat diterima (dapat membuat cedera, bisa membuat penyakit, bisa merusak aset/lingkungan) -unacceptable risk.

Sejatinya, manusia, aset dan lingkungan dapat menerima resiko sampai tahap dapat mengembalikan ke kondisi semula tanpa memberikan efek yang tidak diinginkan (reversible health affect). Maka dari itu, dibuatlah patokan Nilai Ambang Batas (NAB), atau TLV (Threshold Limit Value), atau yang semacam itu.

Selama di tempat kerja nilai resiko masih di dalam rentang risiko yang masih dapat di terima (acceptable risk), maka kita dapat mengkategorikan tempat kerja menjadi tempat kerja yang selamat.

Untuk itu, dibutuhkan beberapa proses, diantaranya, identifikasi bahaya, analisa risiko, mitigasi/pengendalian bahaya, dan monitoring berkelanjutan. Ketika proses ini ada dan berjalan dengan baik, maka mungkin baru bisa kita katakan tempat kerja kita telah selamat, meskipun tidak merdeka dari bahaya, tapi tidak apa-apa, yang penting tidak ada bahaya yang tingkat resikonya melebihi ambang batas, sehingga kita bisa bekerja secara selamat, dan mendapatkan imbalan atas pekerjaan yang telah kita lakukan tanpa mencederai, menyakiti diri sendiri/orang lain dan tanpa merusak lingkungan.

Ini baru kemerdekaan yang kita cari dan perlu kita pertahankan. MERDEKA dari kecelakaan/cedera, MERDEKA dari penyakit akibat kerja, dan MERDEKA dari kerusakan lingkungan.

Salam selamat.

---000---

Syamsul Arifin, S.K.M., M.K.K.K., Grad IOSH.
Balikpapan, 17 Agustus 2015


Referensi:

21 July 2015

6 Tahun Bersama Chevron Indonesia Company

Alhamdulillah.., segala puji bagi Allah atas segala kenikmatan yang telah Ia berikan bagi kami.

Ngga terasa, sudah 6 tahun saya kerja di Chevron Indonesia Company di Kota Minyak, Balikpapan. Saya menduga hanya sekitar 5 tahunan saja di sini, mengingat rekam jejak di perusahaan sebelum-sebelumnya yang tidak terlalu lama: Pandu Selamat Utama, Jakarta (2 tahun), Multi Production Solution, Jakarta (1 tahun), dan EMP Semberah, Samarinda (1 tahun).

Mengawali domisili di kota ini dengan kost di rumah Pak Suyatno di jalan Cendrawasi, belakang hotel Novotel, kemudian mengontrak di jalan Las Vegas, dan sampai memutuskan menetap di Gn Guntur Asri.

Mengawali dari status masih single ketika baru mulai kerja (Juli 2009), kemudian nikah (Nov 2009) dengan mode long distance (sampai Des 2009), punya anak 1 (2011) dan sampai punya anak kedua (2013).

Memulai kerja sebagai HES Engineer di tim Loss Prevention, departemen OE-HES (Operational Excellence - Health Environmental Safety) berkantor di lantai 4, menjadikan saya dapat merasakan seluruh area operasi Chevron di darat (onshore) dan laut (offshore): Santan Terminal, Lawe-Lawe Terminal, Penajam Supply Base, South Offshore (Sepinggan-Yakin), North Offshore (Yakin-NIB), dan Deep water (West Seno).

Manage moved / dipindah ke departemen D&C (Drilling and Completion) sebagai HES Specialist (mulai Februari 2012), berkantor di lantai 1, memapar saya dengan operasi pengeboran, wellservice, dan workover di lepas pantai dangkal (shelf): tender assisted drilling rig, swamp barge rig, jack-up rig, workover barges, hydraulic workover unit, slickline unit, e-line unit, coil tubing unit, mast unit.

Semoga bisa terus berkarya, semakin kompeten, profesional, dan keren :)

Untuk menandai 6 tahun masa kerja di sini, saya persembahkan video kompilasi berikut:


12 July 2015

Bahaya, Risiko, dan Konsekuensi

Terkadang, beberapa orang tertukar-tukar antara pengertian bahaya, risiko, dan konsekuensi.
Bahaya, secara sederhana adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan cedera. Sedang risiko adalah seberapa besar peluang bahaya tersebut menyebabkan cedera. Dan konsekuensi adalah hasil dari sebuah bahaya.

Kita ambil contoh sederhana, singa adalah bahaya, dia adalah binatang berbahaya. Konsekuensi dari kontak dengan singa bisa berupa kematian, luka gigit, atau mungkin luka gores. Sedang risiko seekor singa mengakibatkan konsekuensi itu tergantung bagaimana kita berinteraksi dengan singa. Kalau kita berada di hutan liar, risiko kita mati akibat singa lebih besar dari pada ketika kita mengunjungi singa di kebun binatang.

Begitu pula di tempat kerja. Bahaya adalah sesuatu yang pasti ada di tempat kerja. Tempat dimana ada interaksi antara manusia/pekerja dengan peralatan, bahan dan proses kerja.
Bahaya bisa berasal dari peralatan yang dipergunakan, bahan yang diolah, ataupun aktifitas/proses kerja yang dilakukan. Misalnya kita identifikasi bahaya kimia.

Konsekuensi yang dihasilkan bahaya kimia bisa berupa luka bakar, iritasi, dan lain-lain. Tergantung jenis/tipe bahan kimia dan rute paparannya.

Risiko terpapar bahaya kimia, tergantung bagaimana kita mengelola risiko. Jika dikelola dengan baik, bahaya tersebut bisa berada dalam tingkat yang masih dapat diterima (acceptable), sedang jika tidak dikelola dengan baik, risiko terpapar bahaya kimia bisa menjadi tinggi dan akan sangat mungkin menyebabkan cedera/penyakit bagi pekerja (konsekuensi).

Video amatir saya berbicara mengenai bahaya, risiko, dan konsekuensi bisa dilihat di youtube:


For more reading about hazard, risk, and consequence, you may see ISO/Guide 73:2009 Risk management — vocabulary at: https://www.iso.org/obp/ui/#iso:std:iso:guide:73:ed-1:v1:en

Check also OSHA Hazard Identification Training Tool for fun and educating game: https://www.osha.gov/hazfinder/

Semoga bermanfaat. Salam.
Syamsul Arifin, SKM, Grad IOSH, (MKKK)

21 June 2015

E-Book OHS Body of Knowledge

Ada sebuah website yang berbaik hati berbagi keilmuan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) alias OHS (Occupational Health and Safety) dalam bentuk e-book buku "OHS Body of Knowledge" (BOK) yang mereka susun.
Meski ditujukan untuk praktisi K3 Australia guna akreditasi/sertifikasi K3, isi e-book tersebut patut diketahui oleh seluruh profesional yang mendedikasikan dirinya untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja K3 serta komptensi dirinya sendiri.
Topik yang dicakup oleh buku itu banyak sekali. Silakan download/unduh e-booknya langsung di: 

http://www.ohsbok.org.au/download-the-body-of-knowledge/

Berikut saya copy kan judul-judul e-booknya yang dapat diunduh secara terpisah:
Semoga bermanfaat.

01 June 2015

Presentasi di Universitas Mulawarman dan Universitas Lambung Mangkurat

Tanggal 18 April 2015, saya bersama Mas Husnu, berkesempatan mengisi di acara kuliah umum/sharing session offshore 3 di Universitas Mulawarman di Samarinda. Ini presentasi pertama saya di Fakultas Teknik kampus ini, sedang Mas Husnu sudah yang keberapa kalinya.

Berangkat pagi-pagi buta, jam 4 pagi, sudah mandi, dan siap berangkat ke rumah Mas Husnu, titip mobil disana, kemudian berangkat naik mobilnya ke Samarinda, bahkan sebelum adzan Subuh berkumandang. Shalat subuh di mushola restoran Tahu Sumedang KM.50 Balikpapan-Samarinda. Sampai di Samarinda sekitar pukul 8.30an.

Seperti biasa, kuliah umum diawali dengan sambutan-sambutan khas acara mahasiswa di Kaltim, mulai dari panitia acara, panitia himpunan, ketua program studi. Saya di sesi kedua sampai menjelang makan siang.

Secara umum, kesan saya bagus, karena mahasiswanya beraneka ragam, ada yang dari Teknik, Kesehatan Masyaratan, bahkan dari universitas/institusi lainnya semisal STT Migas dan Uniba. Ini menunjukkan minat yang sangat besar dari mahasiswa akan pengetahuan mengenai migas. Tempat acara terlihat masih bagus, dan panitia sangat bagus dalam mengorganisi acara. Terlihat pengalaman dan penuh koordinasi. Salut.




Tanggal 25 April, saya ke Banjarbaru sendiri. Ini merupakan kunjungan kedua saya di kota Banjarbaru, setelah sebelumnya pesawat yang kami tumpangi sekeluarga mendarat darurat di kota ini karena ada kerusakan teknis. Kali ini pendaratannya dilakukan dengan sengaja.

Dengan inisiatif dari Indra, salah satu mahasiswa Fakultas Pertambangan Unlam, akhirnya sampai juga saya ke tempat ini. Berangkat pagi menggunakan pesawat Lion Air, sesuatu yang saya tidak harapkan naik ini, tapi karena modal sendiri (menghindari menginap semalam di Banjarbaru) dan ini satu-satunya jadwal pesawat yang cocok bisa berangkat pagi dan pulang sore, akhirnya dipaksakan juga pakai airline ini, Alhamdulillah tidak delay pesawat berangkatnya, sewaktu pulangnya saja yang delay sekitar 1 jam-an.

Di kedua acara sharing session (Unmul dan Unlam), peserta lumayan banyak, ada sekitaran 300 mahasiswa/i.

Di Unlam, bahkan ada yang sudah kerja, dan minat hadir mendengarkan cuap-cuap saya. Panitia tampaknya bekerja keras, sampai begadang untuk mempersiapkan acara dan tempat. Tampak semangat dan motivasi dalam belajar mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di pengeboran migas lepas pantai. Dengan redupnya aktifitas pertambangan batu bara, semoga ini bisa membuka jalan karir mereka di dunia pertambangan minyak dan gas. *amin.


Cara Mendapat Majalah Drilling Offshore Gratis

Lumayan, dikirimin majalah gratis tentang pengeboran di lepas pantai.
Kalau mau mendapatkannya, berikut caranya:

  1. Kunjungi http://www.drillingcontractor.org/
  2. Dibagian kiri atas, ada pilihan "Subscribe", pilih itu. Nanti akan muncul halaman baru. 
  3. Baca informasinya. Isinya menjelaskan -kurang lebih- kalau kamu bekerja di perusahaan pengeboran atau perusahaan migas, masuk kategori qualified, artinya berhak dapat kiriman majalah ini secara gratis, atau kalau kamu masih pelajar/mahasiswa, juga bisa dapat gratis. Kalau kamu memang bekerja di perusahaan pengeboran/produser/masih pelajar, pilih list price yang sesuai (supaya dapat majalah gratis). Lalu klik "add to chart"
  4. Setelah itu, dibagian atas akan ada tulisan "Product successfully added to your shopping cart", disertai tanda centang.
  5. Klik menu "Shopping Chart" dibagian atas (dibawah logo IADC). Nanti akan muncul halaman baru.
  6. Halaman tersebut menginformasikan pilihan majalah driling contractor dengan harga $0,00. Pilih "Checkout". Nanti akan muncul halaman baru
  7. Masukkan user id anda, atau buatlah user ID jika belum punya. Kalau sudah punya user ID, masukkan user name dan password, lalu tekan "Login", jika belum punya user ID, klik "New Users", lalu isilah semua formnya. Setelah selesai, kembali lagi ke halaman shopping chart dan lanjutkan proses checkout-nya dengan login.
  8. Masukkan data alamat pengiriman dll.
  9. Selesai.



Selanjutnya, majalah akan dikirim gratis ke tempatmu selama setahun. Semoga bermanfaat.