26 April 2013

Tips Perhitungan Kebisingan


Jika ada 2 mesin sumber kebisingan yang saling berdekatan, tiap mesin sudah diketahui tingkat kebisingannya masing-masing. Bagaimanakah cara termudah untuk mengetahui total kebisingan yang dikeluarkan oleh kedua mesin tersebut saat menyala secara bersamaan?

Tekanan suara dalam decibel (dB) dihitung dalam skala logaritma, sehingga tidak bisa ditambah atau dikurangi seperti halnya penjumlahan atau pengurangan dalam skala aritmatika.

Jika masing-masing mesin mengeluarkan kebisingan 90 dB, dan mesin kedua ditempatkan disebelah mesin pertama, maka kombinasi kebisingan kedua mesin tersebut saat dinyalakan bersamaan adalah 93 dB, bukan 180 dB.

Tabel berikut bisa menjadi acuan untuk menjumlahkan 2 sumber kebisingan yang saling berdekatan:

Perbedaan numerik antara kedua sumber kebisingan (dalam satuan dB)
Nilai yang perlu ditambahkan ke sumber kebisingan yang tertinggi (dalam satuan dB)
0 – 0,1
3
1,0 – 2,4
2,5
2,5 – 4,0
2
4,1 – 6,0
1,5
6,1 – 9,9
1
10
0

Cara penggunaan tabel diatas:
Pertama, tentukan selisih kebisingan kedua sumber yang mau dihitung, pilih di rentang angka yang ada di kolom kiri.
Kedua, geser ke kolom kanan dalam satu baris yang sama, didapat angka yang telah ditentukan.
Ketiga, Jumlahkan angka yang telah ditentukan itu ke sumber kebisingan yang tertinggi.

Sebagai contoh, pada kasus kita di awal, ada 2 mesin yang mengeluarkan kebisingan 90 dB:
Pertama: selisih antara kedua sumber kebisingan tersebut adalah 0 (nol) dB (90 – 90 = 0), di kolom kiri ada di baris pertama.
Kedua: angka yang telah ditentukan di kolom kanannya dalam satu baris yang sama adalah 3
Ketiga: jumlahkan angka 3 ke nilai kebisingan yang tertinggi, dalam hal ini keduanya sama 90 dB, sehingga total kebisingan jika kedua mesin itu menyala secara bersamaan adalah 90 + 3 = 93 dB

Mudah bukan?

Jika perbedaan antar kedua sumber kebisingan itu lebih atau sama dengan 10 dB, maka angka yang perlu ditambahkan adalah 0 (nol). Maksudnya, tidak diperlukan lagi faktor penyesuaian, karena penambahan sumber kebisingan yang lebih rendah tidak akan membuat perbedaan yang bermakna pada nilai kebisingan yang akan diukur.

Sebagai contoh, jika mesin A memiliki tingkat kebisingan 95 dB dan ditambahkan mesin B yang mengeluarkan kebisingan 80 dB, maka total kebisingan yang ada akan tetap 95 dB.


---000---

Syamsul Arifin
HES Specialist Chevron Indonesia Company
Alumni K3 FKM UI

23 April 2013

Penipuan Loker ENOC

Hari ini dapat email kalau ada perusahaan di ENOC (Emirates National Oil Company) mendapatkan nama saya dari konsultan rekruitmen dengan perantara situs monstergulf.com.

Tapi karena alamat yang dipakai pake email gratisan, saya udah menduga bahwa ini adalah PENIPUAN.

Ini email yang saya terima:


Sepotongan file lampirannya dia


Pelajaran:
1. Kalau ada email resmi pakai email gratisan, sudah pasti itu penipuan

Setelah saya browsing, ternyata ada peringatan dari tempat lain tentang penipuan ini, bisa dilihat di:

Ditambahin di link itu, ada tips tentang beberapa point yang mengarah ke penipuan loker (lowongan kerja) dan harus diwaspadai:
2. Kalau dia minta uang buat ngurus surat izin kerja/visa/dll
3. Kalau dia mengatakan kita diterima, padahal ngga pernah diinterview secara langsung maupun via teleconference.
Bisa dipastikan kalau hal itu adalah palsu.

Intinya, kalaupun kita kepengen cari lebih, jangan sampai silau/over exited, tetap jaga pikiran agar tetap jernih dan tidak mudah tertipu.

04 April 2013

Wish List Power

Saya hanya bisa berucap: Masya Allah, la hawla wa la quwwata illa billah.

Daftar wish list barang yang saya buat 28 Juli 2010, terwujud semua.
  1. Mobil: Nissan March (Juni 2011)
  2. External harddisk: Seagate 500 GB
  3. Handphone: Nokia e63 (September 2010)
  4. Sunglass: *lupa merknya apa, walau sudah rusak dan sudah dibuang, tapi sempat punya
  5. Kursi komputer (warna kuning, beli 2)
  6. DSLR Nikon 3100 (Maret 2011)
  7. Laptop, Lenovo G480 (April 2013)
Alhamdulillah, rezeki dari Allah.

Saya termasuk orang yang TIDAK percaya kepada konsep Law of Attraction atau Semestakung (Semesta Mendukung). Saya selalu meyakini bahwa Allah yang memberikan apa-apa yang kita dapatkan -bukan karena keinginan keras kita sehingga alam semesta membuatnya menjadi nyata. Karena bisa jadi ada banyak hal-hal yang kita inginkan namun hal tersebut tidak baik buat diri kita, sehingga Allah yang maha pengasih dan penyayang malah menjauhkan hal tersebut dari diri kita.

Apakah salah menuliskan atau menyebutkan hal yang kita inginkan?
Sepertinya tidak juga.

Saya pernah baca kisah tentang Urwah bin Zubair berikut, berikut sepenggalannya yang mungkin bisa memberikan gambaran tentang kekuatan keinginan:
Pagi itu, matahari memancarkan benang-benang cahaya keemasan di atas Baitul Haram, menyama ramah  pelatarannya yang suci. Di Baitullah, sekelompok sisa-sisa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tokoh-tokoh tabi’in tengah mengharumkan suasana dengan lantunan tahlil dan takbir, menyejukkan sudut-sudutnya dengan do’a-do’a yang shalih.
Mereka membentuk halaqah-halaqah, berkelompok-kelompok di sekliling Ka’bah agung yang tegak berdiri di tengah Baitul Haram dengan kemegahan dan keagungannya. Mereka memanjakan pandangan matanya dengan keindahannya yang menakjubkan dan berbagi cerita diantara mereka, tanpa senda gurau yang mengandung dosa.
Di dekat rukun Yamani, duduklah empat remaja yang tampan rupawan, berasal dari keluarga yang mulia. Seakan-akan mereka bagian dari perhiasan masjid, bersih pakainnya dan menyatu hatinya.
Keempat remaja itu adalah Abdullah bin Zubair dan saudaranya yang bernama Mus’ab bin Zubair, saudaranya lagi bernama Urwah bin Zubair dan satu lagi adalah Abdul Malik bin Marwan.
Pembicaraan mereka semakin serius. Kemudian seorang diantara mereka semakin serius. Kemudian seorang diantara mereka mengusulkan agar masing-masing mengemukakan cita-cita yang didambakannya. Maka khayalan  khayalan mereka melambung tinggi ke alam luas dan cita-cita mereka berputar-putar mengitari taman hasrat mereka yang subur.
Mulailah Abdullah bin Zubair angkat bicara, “Cita-citaku adalah menguasai seluruh Hijaz dan menjadi khalifahnya.”
Saudaranya Mush’ab menyusulnya, “Keinginanku adalah dapat menguasai dua wilayah Irak dan tak ada yang merongrong kekuasaanku.”
Giliran Abdul Malik bin Marwan berkata, “Bila kalian berdua sudah merasa cukup dengan itu, maka aku tidak akan puas sebelum bisa menguasai seluruh dunia dan menjadi khalifah setelah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.”
Sementara itu, Urwah terdiam seribu bahasa, tak berkata sepatah pun. Semua mendekati dan bertanya, “Bagaimana denganmu, apa cita-citamu kelak wahai Urwah?” Beliau berkata, “Semoga Allah  Subhanahu wa Ta’ala memberkahi semua cita-cita dari urusan dunia kalian, aku ingin menjadi seorang alim (orang berilmu yang beramal), sehingga orang-orang akan belajar dan mengambil ilmu tentang Rabb-nya, sunnah nabinya dan hokum-hukum agamanya dariku, lalu aku berhasil di akhirat dan memasuki surge dengan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Hari-hari berganti serasa cepat. Kini Abdullah bin Zubair di bai’at menjadi khalifah menggantikan khalifah Yazid bin Mu’awiyah yang telah meninggal. Dia menjadi hakim atas Hijaz, Mesir, Yaman, Khurasan dan Irak yang pada akhirnya terbunuh di  Ka’bah, tak jauh dari tempatnya mengungkapkan cita-citanya dahulu.
Sedangkan Mus’ab bin Zubair telah menguasai Irak sepeninggal saudaranya Abdullah dan akhirnya juga terbunuh ketika mempertahankan wilayah kekuasaannya.
Adapun Abdul Malik bin Marwan, kini menjadi khalifah setelah ayahnya wafat dan bersatulah  suara kaum muslimin pasca terbunuhnya Abdullah bin Zubair dan saudaranya Mus’ab, setelah keduanya gugur di tangan pasukannya. Akhirnya, ia berhasil menjadi raja dunia terbesar pada masanya.
Bagaimana halnya dengan Urwah bin Zubair? Mari kita ikuti kisahnya dari awal…
*sambungan cerita bisa dibaca selengkapnya di: Kisah Tabi’in: Urwah bin Zubair

Begitulah.., tidak masalah menuliskan/mengungkapkan target, dan berusaha menggapainya. Yang terpenting adalah tidak mengesampingkan kekuasaan Tuhan yang mengatur segala hal.

Karena itu, wish list saya selanjutnya yaitu:
  1. Wish list jangka pendek adalah saya bisa kuliah dan lulus program S2 K3 serta menerbitkan buku tentang keselamatan kerja: 30 Topik Rapat Keselamatan; Buku Panduan Petugas Keselamatan di Lapangan; dan lain lain.
  2. Wish list jangka panjang: menjadi Director HSE bagi wilayah Asia Pacific di Multi National Company
  3. Belikan rumah bagi ortu di Jakarta seharga 500 juta rupiah.
  4. Anak perempuan saya memperoleh gelar Doktor dan menjadi pakar ilmu quran, tafsir dan bahasa Arab; ulama terbaik nomor 2 se Indonesia
  5. Anak laki-laki saya menjadi pengusaha sholeh, memiliki ratusan cabang retail di kawasan Asia dan Eropa. Karyawan yang bekerja kepadanya di seleksi hanya karyawan yang shalat 5 waktunya tidak pernah bolong; toko retailnya tutup ketika waktu-waktu shalat (tidak melayani pembeli); keberkahan meliputi usahanya -banyak sumbangan yang dia berikan kepada umat Islam secara keseluruhan.
  6. Cucu-cucu kami menjadi anak-anak yang beriman, soleh/ah, rendah hati, baik kepada sesama, berprestasi di sekolah dengan keahliannya masing-masing, rajin beribadah dan terhindari dari jerat alkohol-narkoba, seks bebas, dan perbuatan tercela lainnya.
Insya Allah kami sekeluarga hidup dalam keistiqomahan iman dan islam, mati dalam keadaan iman dan islam, serta dikumpulkan di surga dalam keadaan penuh kegembiraan -diselamatkan dari siksa neraka. *Insya Allah, amin ya rabbal alamin.


---000---

Balikpapan, 4 April 2013
Syamsul Arifin

16 March 2013

Modus Penipuan Rekruitment Perusahaan Minyak


Hati-hati modus penipuan baru!



Menariknya gaji para pekerja industri migas (minyak dan gas bumi) membuat segelintir orang memanfaatkannya untuk menggoda dan MENIPU orang-orang yang baru lulus/para pencari kerja yang lugu.

Tanggal 14 Maret 2013 lalu, saya dapat SMS dari nomor 085340806734. Isinya begini (ngga saya edit sesuai begitu isinya):

--start quote---
LOW-KER.PT.PERTAMINA (PERSERO) Menrma karywan L/P D3,S1&S2 sedrajat. Kirim lamaran anda;Email,photo 4x6, tlpon.kirim ke ; domain.pertamina@yahoo.co.id"
---end quote----

Yang pasti, kalau ada tawaran baik melalui email, sms, telpon yang mencurigakan begitu, lebih baik diacuhkan saja, karena itu PENIPUAN.

Ciri-ciri penipuan biasanya:

  1. Tidak memakai alamat email yang kredibel. Kalau pake domain email gratisan, kudu waspada
  2. Tulisan (kalau undangan lewat email/sms), biasanya blekak-blekuk alias ngga standar/sesuai baku penulisan. Kalau pake bahasa Inggris ya kudu benar grammar-nya, kalau pake bahasa Indonesia ya sesuai EYD-nya. Kalau pake gaya nulis yang buat campur2, patut dicurigai
  3. Kalau dia minta uang sebagai bentuk biaya (apapun), udah pasti deh, mending ga usah. Wong sebagai pencari kerja (yang lagi cari uang) kok malah dimintai uang.
Kira-kira begitu sharing saya, semoga kita terhindar dari kejahatan semacam itu, dan semoga para penipu itu segera mendapat ganjarannya dan insyaf *amin.


---000---

Balikpapan, 16 Maret 2013
Syamsul Arifin
*logo pertamina diambil dari sini

26 February 2013

Kompilasi Foto-Foto Sarah 1 s/d 2 tahun

Kumpulan foto-foto Sarah umur 1 sampe 2 tahun.
Periode pengambilan foto: Januari 2012 s/d Januari 2013.
Sarah el Hurriyah, anak pertama Syamsul Arifin & Ridha Innatika, lahir 2 Januari 2011.


13 February 2013

Produksi Minyak Negara-Negara Dunia

Bagi yang penasaran pengen tahu berapa barel sih produksi negara ini dan itu, bisa lihat data berikut:



Data diambil dari laporan statistik tahun 2011 OPEC, bisa diintip di sini

Kriminalisasi Hukum di Indonesia

Di Indonesia, berlaku hukum jahiliyah, siapa yang dekat dengan kekuasaan (terutama hukum) dan punya uang, dialah yang berkuasa.


Kejagung (Kejaksaan Agung) -yang ngga se-agung namanya- keukuh menuntut Indosat dan M2 karena dianggap merugikan negara, padahal negara (dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informatika) udah bilang kalau perjanjian antara Indosat dan M2 itu sah dan tidak melanggar peraturan apapun.
Bisa baca beritanya di kompas.com

Telkomsel juga pernah divonis pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga, suatu hal yang ngga masuk akal, bahkan bagi orang awam sekalipun. Ya lucu lah! Beritanya di sini

Begitu juga dengan kasus Bioremediasi Chevron Pasific Indonesia, Kejagung maksa banget menggulirkan kasus ini ke pengadilan. Bisa dibaca beritanya di detik.com

Bukan cuma ke korporasi, tapi lembaga negara itu juga saling "memakan" lembaga lagi, semisal drama KPK - Polri (cicak vs buaya).

Dan banyak lagi hal-hal yang ga jelas, membuat investor (yang baik) mikir beribu-ribu kali dengan kejelasan dan perlindungan hukum bisnis di Indonesia. Jadilah dunia kerja kita ini dipenuhi pengusaha-pengusaha yang ga jelas/busuk/penipu karena permainan yang dilakukan dibalik layar dengan oknum-oknum jahat yang seharusnya jadi pembela hukum.

Begitulah hidup di negara yang berlandaskan hukum manusia. Banyak mudharat atau kerugiannya.

Saatnya kita semua kembali ke hukum syariat. Dimana keadilan ditegakkan tanpa memandang bulu. Yang lemah menjadi kuat di mata hukum, dan yang kuat menjadi lemah dimata hukum.

Dan semoga kedepannya, lebih banyak orang-orang shalih yang menjadi penguasa, pejabat, pemegang tampuk kepemimpinan, pemain peran vital, sehingga bumi Indonesia bergerak/melaju dengan profesional dan dilimpahi keberkahan.

Sebagai penutup, mengutip pidato Abu Bakar ketika diangkat menjadi khalifah:


“Wahai manusia, aku telah diangkat menjadi pemimpin kalian padahal aku bukan orang yang terbaik dari kalian. Oleh karena itu, bila kebijakanku nanti baik maka dukunglah aku. Namun jika melenceng maka tegur dan luruskan aku.Kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah pengkhianatan. Orang yang lemah (terzalimi) dari kalian di sisiku (yakni di mata pemerintah) adalah orang yang kuat sampai aku berikan haknya, insya Allah. Orang yang kuat (tapi zalim) di sisiku adalah orang yang lemah sehingga aku mengambil darinya hak orang yang terzalimi, insya Allah. Tiada suatu kaum yang meninggalkan jihad fi sabilillah melainkan Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Tidaklah kekejian menyebar pada suatu kaum kecuali Allah  akan meratakan azab atas mereka. Taatilah aku selagi aku (kebijakanku) menaati Allah dan Rasul-Nya. Namun bila aku menyelisihi Allah dan Rasul-Nya maka kalian tidak wajib taat kepadaku (dalam kemaksiatan itu).”

Semoga Allah menjadi kita sebagai orang-orang yang selalu istiqomah *amin.


Sumber gambar: di sini

---000---

Balikpapan, 13 Februari 2013
Syamsul Arifin

29 January 2013

Jogja - Jakarta - Manila - Balikpapan

Jumat sore, 18 Januari 2013, pulang cepat dari kantor, di jalan sambil telpon taksi, biar pas nyampe rumah taksi udah datang. Ternyata taksinya belum datang... Masih sempat siap2 dikit lah.

Taksi datang langsung ngacir ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Sampe 1 jam sebelum keberangkatan 17.30. Ternyata Lion Air delay 1 jam! Guraks deh.

Akhirnya shalat magrib dan makan dulu.

Pesawat berangkat sekitar jam 19.30 sampe jogja jam 9 maleman. Dijemput pak Roso dan Faldy dan Raihan (adik-adiknya istri).

Sabtu paginya, jam 04.30, rencananya mau jemput keluarga saya dari Jakarta yang mau ikutan menghadiri acara nikahannya adik ipar, Winny. Naik kereta Taksaka malam, tapi ternyata ternyata kedapetan delay juga, ada gangguan lokomotif di tengah jalan katanya. Akhirnya baru berangkat njemput jam 6.30an. Ridha dan Sarah ikutan juga. Abis dari stasiun Tugu dibelakang Marioboro, meluncur ke Alun-alun kidul, buat cari sarapan.

abis sarapan, foto dulu sebelum muterin lapangan
Alhamdulillah hotel buat Bapak-Mama-mba Elly-Putri-Akhsan bisa dimasukin jam9 pagi karena sepi, jadi bisa istirahat sebentar deh sebelum jalan lagi siangnya ke Taman Sari







Malamnya acara makan malam bersama keluarga besarnya mertua di resto Bale Ayu. Jogja-Jakarta-Gombong-Purwodadi, dll pada ngumpul semua. Kakek-nenek-om-tante-cucu-buyut, ruame lah orangnya.


Besoknya acara nikahannya Winny dan Denny.

Seninnya, masih memakai mobil sewaan, kita jalan2 ke Candi Ratu Boko, dilanjut hari Rabu ke Marioboro.




Kamisnya, Saya Ridha dan Sarah ikutan ke Jakarta. Numpang dulu



Jumat tengah malam, saya siap2 berangkat ke Bandara lagi buat ke Manila mau ikutan test wawancara kilang Yasref di Yanbu, Saudi Arabia.

Naik pesawat Filipina Airline jam 00.50. Penerbangan internasional pertama saya. Alhamdulillah gratis, karena katanya semua biasa akan diganti oleh Yasref.

Pagi jam 5.30 waktu setempat, pesawat mendarat. Keluar bandara bingung, karena ga ada penjemput. Tapi ada juga orang yang keliatannya mau ke acara yang sama juga. Saling tegur dan ternyata benar. Kita muter2 dulu, tanya ke satpam, ke counter hotel tempat interview. Ternyata ga ada penjemputnya. Ya udah naik taksi ajah.

Tapi sebelumnya kita nuker uang dollar dulu ke Peso.

Sebetulnya sewaktu masih di Jakarta Jumat malam, saya kepengen langsung menukar uang rupiah ke Peso. Tapi ternyata money changer yang ada di Blok M (deket rumah) yang masih buka malam2, ga ada yang punya Peso. Akhirnya tuker ke Dollar US ajah.

Ternyata apa yang saya lakuin pas dengan tips yang akhirnya saya baca waktu nunggu2 di bandara. Kata seorang blogger, mending tukerin uang Rupiah kita ke Dollar dulu, karena nilai Rupiah ke Dollar itu lebih rendah dibandingkan dari Dollar ke Peso. Kira2 beda 8 Peso per Dollarnya klo ga salah.

Naik taksi argo (baca2 postingan blogger lain tentang tipe taksi di bandara, ada yang argo ada yang fix rate), kita pakenya yang argo. Dari bandara ke Hotel Peninsula kena sekitar 300 Peso (sekitar 70 ribu rupiah).

Jam 8 siap2 untuk interview. Sempet makan siang di mall depan hotel, yang ternyata itu adalah di pusatnya Manila. Ayala Center, distrik Makati. Lumayan sempet jepret2.

Makan di food court, cari yang aman, pesen McD. Kena 130 Peso (31 ribu Rupiah) buat ayam, nasi, kentang dan soft drink.

Bareng orang2 Indonesia lainnya, semua kita berjumlah 5 orang, Jusdi, Pur, Iqbal dan Wira. Kita jalan2 sebentar. Saya, Iqbal dan Pur balik lagi ke tempat interview buat tau hasilnya, sedang Jusdi dan Wira karena sudah tahu hasilnya cari2 souvenir, bertiga kami nitip uang buat beliin kaos.

Kaos yang bergambar Manila, kena 300 Peso.


Sorenya, setelah berduduk2 dulu di kamarnya Iqbal, dengan naik taksi kami ke Bandara untuk ngejar pesawat malam itu, jam 9.00.

Taksinya ngebut dan ugal2an, sampe udah saya bilangin 2x ngga usah buru2 karena kita ngga ngejar apapun, tapi susah dikasih tau. Parah deh.

Tapi lumayan murah juga, kita cuma bayar 150 Peso (sekitar 35 ribu rupiah). Saya masih sempet makan dulu di Bandara, ada kotakan nasi ayam dan telur kena 150 Peso.
Beberapa teman yang masih punya banyak Peso ke Money Changer dulu buat nukerin kembali ke Dollar.

Alhamdulillah selamat sampai Jakarta jam12 tengah malam, sampe rumah jam 1 malam.

Kesan naik Filipina Airline, cukup bagus pelayanannya setara dengan Garuda Indonesia lah dengan ukuran pesawat yang kecil, dapat makan nasi begitu pesawat take-off, dan pramugarinya cukup senior alias ga muda2.
Jarak tempuh Manila-Filipina sekitar 3,5 jam.

Besok paginya, Minggu 27 Januari jam5.30, saya balik lagi ke Bandara, kali ini bareng Ridha dan Sarah buat kembali ke Balikpapan.

Fiuh..., perjalanan yang melelahkan namun juga menyenangkan.

Sampai postingan ini dipublish, saya masih belum dapat offering letter karena terakhir saya dikasih tau masih ada dokumen yang belum lengkap, jadi saya diminta melengkapi dulu, nanti setelah dokumen itu ada, baru mereka bisa kasih offering. Ya semoga saja harganya cocok *amin.

Kalaupun ngga cocok, minimal saya sudah sempet nikmatin terbang internasional gratis, walau ngga nginep, tapi ini merupakan pengalaman pertama saya di stempel paspornya.

Dulu juga pertama kali terbang gratis rute domestik, gratis dari Medco sewaktu magang di Lirik, Riau tahun 2005. Alhamdulillah di tahun 2013 dapat gretongan lagi untuk rute internasional (walau masih sekitaran asia) :D hehehe

07 January 2013

Situs AusFis Mencurigakan

Baca iklan di kompas.com, yang intinya kalau tertarik mengajukan visa kerja di Australia, mereka bisa melakukan assessment.

Saya tertarik kerja di luar negeri, makanya nge-klik iklan itu, dan diarahkan ke website: http://www.ausfis.org/_sys/EN/four_weeks.aspx?af=uase_&gclid=CMmJ_PqZ1bQCFUd66wodFi0ARw

 

Karena pengen tau apa sih Ausfis, saya ga langsung daftar, tapi pengen liat website aslinya si Ausfis ini. Buka: www.ausfis.com

Setelah baca-baca, saya kok kurang begitu yakin dan ragu.

Akhirnya coba browsing, dan menemukan beberapa forum/diskusi/tanya-jawab yang meragukan bahkan menyebutkan bahwa si AusFis ini penipuan. Saya sedikit ringkaskan beberapa hal/keraguan berikut:

  • domain webnya pake .org bukan organisasi pemerintah semisal .gov
  • di web mereka sendiri, alamat yang dicantumkan adalah alamat di Inggris, masa untuk ngurus visa Australia, tapi orangnya di Inggris?
  • kalau kita sudah mendaftar, maka mereka nantinya akan nelpon dan/ ngirim email nanyain beberapa hal. Salah satu hal yang ditanyain terkait informasi perbankan kita (kartu kredit). Memberikan informasi yang saya rahasia seperti nomor kartu kredit ke orang lain yang belum dipercaya adalah blunder besar
  • kalau memang tertarik daftar visa, ajukan lewat agen yang resmi terdaftar
Kalau mau baca-baca forum yang diskusiin tentang website Ausfis bisa liat-liat:

Sekedar ngasih warning ajah. Kalau memang dugaan saya ini salah, mohon dimaafkan dan diabaikan aja postingan ini.
Saya juga udah ngasih warning ke kompas.com dengan ngirimin redaksnya email.

30 December 2012

The World Future Leader

Sarah El Hurriyah: intelektual muslim, calon pemimpin dunia (insya Allah).

"Ya Allah, jadikanlah ia sebagai wanita yang:
- Solihah
- Cerdas
- Sehat
- Cantik
- Sukses, dan
- Bahagia"
(amin)

26 December 2012

Qurrata A'yun (Penyejuk Mata)

Ada penjelasan yang bagus sekali tentang ayat berikut 

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al furqaan: 74)

Di youtube, ustadz Nouman Ali Khan (dalam bahasa Inggris) menjelaskannya dengan indah sekali, bisa dilihat di:


Saya buatkan rekapannya berikut, silakan dilihat videonya langsung kalau yang mau.

Qurrata A'yun (Penyejuk Mata)

Ada kata ekpresi yang sangat kuat di dalam Al-Quran yang dipergunakan, yaitu qurrata a'yun. Kata ini juga dipergunakan di dalam hadits.

Untuk memudahkan kita mengerti apa artinya dengan mendalam, mari kita perhatikan terlebih dahulu penggunaan kata ini di dalam Arab kuno.

Ada 2 kalimat yaitu: 'mata menjadi dingin' dan 'mata menjadi hangat'

Ketika seseorang meneteskan air mata kesedihan, mengalami kemalangan dan berada dalam depresi, maka ketika orang arab melihatnya, mereka berkata "matanya menjadi hangat"

Salah satu bentuk ucapan kutukan yang paling parah dalam Arab kuno yaitu 'semoga menjadikanlah matanya hangat' yang berarti semoga dia mengalami malangan yang paling buruk dalam hidupnya. Kebalikan dari ini yaitu 'semoga matanya menjadi sejuk' yang berarti untuk semua kemalangan, kesedihan, penderitaan menjadi hilang dan semoga kamu merasakan kedamaian yang menenangkan.

Contoh penjelasan lain 'mata menjadi hangat' dan 'mata menjadi dingin' adalah sebagai berikut:

Misalkan di bandara ada dua pasang ibu dan anaknya, yang satu sedang melepaskan karena akan terbang, sedang yang satunya sedang menyambut anaknya, kedua ibu tersebut menangis.

Ibu satunya mengeluarkan air mata yang 'dingin' dan yang satunya mengeluarkan air mata yang 'hangat'.

Ibu yang menyambut kedatangan ibunya, mengeluarkan air mata bahagia, dia menangis karena sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu anaknya, maka 'matanya menjadi dingin'. Sedang ibu yang satunya melepas keberangkatan anaknya, maka 'matanya menjadi hangat' karena itu adalah tangisan kesedihan.

Contoh penjelasan lain, ketika penyair arab, yang juga seorang pembunuh akan membunuh seseorang (membalaskan dendam kaumnya) sedang dia menunggunya di balik bukit pasir, dia bersyair "mata kaumku akan senantiasa hangat, kecuali setelah belatiku menjadi hangat oleh darahnya" yang berarti jika si penyair itu sudah membunuh  orang tersebut, maka mata kaumnya akan menjadi sejuk, dan kemarahan, rasa penghinaan, dan rasa frustasi kaumnya akan hilang setelah terbunuhnya orang tersebut. Itulah yang ingin dia lakukan, membuat 'mata kaumnya menjadi dingin'. Jadi melepaskan rasa kemarahan, kesakitan.

Dalam konteks lain, yang merupakan contoh yang indah, yaitu ketika orang Arab dalam perjalanan, dan dia terjebak oleh badai gurun. Allah menciptakan unta dengan luar biasa sekali, sehingga mata untanya memiliki saringan yang akan menangkap pasir sehingga mata terlindung dari terpaan pasir. Sedang si pengelana tidak bisa menutup matanya, sebab kalau dia menutup matanya, dia akan tersesat. Sampai akhirnya dia menemukan gua sebagai tempat berlindung, lalu dia berkata 'mataku telah menjadi dingin'. Karena itu, 'mataku menjadi dingin' bisa diartikan dengan 'menemukan perlindungan dari badai'.

Doa yang saya (Nouman Ali Khan) sukai dalam Al-Quran ada di surat 25 (Al-Furqan) ayat 74.



وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا 

"Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." [
waalladziina yaquuluuna rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrata a'yunin waij'alnaa lilmuttaqiina imaamaan] (QS. Al-Furqān 25:74)

Allah SWT menyuruh kita berkata "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) [qurrata a'yun], dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."

aatinaa = berikan kami hadiah yang indah, spesial, lana = khusus bagi kami.
hadiah khusus itu berupa = istri dan anak yang 'menyejukkan mata'
dzurriyyaatinaa = generasi penerus di masa mendatang

Doa itu berarti meminta agar diberikanlah 'mata yang sejuk' melalui istri dan anak-anak kami.

Doa ini menjadi kesukaan saya karena beberapa alasan:

Pertama, saya sudah menikah.

Kedua, kita semua harus menghargai doa ini, karena krisis yang ada di dunia kita saat ini. Institusi paling dasar yaitu keluarga kita sedang "diserang". Bahkan kita kaum muslim pun tidak kebal terhadap serangan ini. 'Badai' dalam konteks 'mencari kesejukan mata dari badai' diatas, bukan berada di luar rumah, tapi ada di dalam rumah kita. Dan kita harus keluar dari rumah supaya selama dari badai tersebut, badai berupa stres, teriakan, jeritan, penghinaan, pertengkaran antar suami-istri, adik-kakak tidak saling berbicara, orang tua tidak berbicara pada anaknya, krisis dalam rumah tangga.

Keluarga telah menjadi tempat kemarahan, kesedihan, penderitaan, yang orang-orang berusaha untuk keluar daripadanya.

Maka doa ini menjadi indah sekali, agar membuat rumah kita menjadi tempat perlindungan/naungan. Kita menderita karena badai yang ada di luar, dan tempat perlindungan kita ada di balik pintu rumah, ada di pasangan hidup dan anak-anak kita. Ketika kita melihat mereka, rasa cemas kita lenyap.

Penjelasan mengenai konteks ini secara lebih jauh lagi pada penggunaan konteks ini dalam Al-Quran adalah sebagai berikut.

Ikatan terbesar yang ada adalah pada ibu dan anak. Ketika sudah memiliki anak, naluri ibu akan selalu mengutamakan anaknya. Ibu-ibu bahkan akan sulit jika harus jauh dari anaknya, bahkan bisa jadi sangat khawatir ketika terlambat menjemput ke sekolah, terlambat menjemput di bandara.

Pada kisah Nabi Musa AS, kita perhatikan bagaimana kekhawatiran ibunya ketika harus melepas Musa di sungai yang nampak seakan melepasnya pada kematian, karena di belakangnya juga lebih menakutkan (pasukan Firaun yang membunuhi bayi-bayi laki-laki).

Ibu Musa berada pada situasi yang sangat sulit, tidak tahu bakalan kondisi anaknya seperti apa, dan kondisi anaknya sekarang dalam bahaya.

Di sisi lain, ada wanita lain yang juga berada dalam badai, yaitu istri Firaun, yang berada dalam kekerasan psikologis dengan suaminya Firaun, yang tidak bisa melepaskan diri darinya, karena dialah pemerintah dan polisi.

Maka perhatikanlah ketika istri Firaun menemukan Musa, dia berkata

"(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu". [qurratu 'aynin lii] (QS. Al-Qashash:9)

Berarti, dia akan menjadi tempat berlindungku dari badai, dia akan satu-satunya kegembiraanku, karena aku berada dalam kesedihan. Di ayat ini, istri Firaun mempergunakan kata walaka (dan bagimu), tidak mempergunakan kata 'bagi kita' karena dia tidak mengikat dirinya dengan Firaun.

Satu contoh lagi mengenai 'mata yang dingin' agar semakin memperjelas keutamaan doa ini.

Bayangkan perasaan bahagia/emosi seorang ibu yang dipertemukan dengan anaknya lagi yang sudah hilang, bagaimana perasaan bahagianya. Maka seperti itu pulalah perasan ibu kandung Musa ketika dipertemukan kembali dengan Musa,

"Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita." [faradadnaahu ilaa ummihi kay taqarra 'aynuhaa walaa tahzana] (QS. Al-Qashash:9)

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, agar 'matanya menjadi sejuk'

Allah mempergunakan kata 'matanya menjadi sejuk'' untuk mengekspresikan kebahagiaan yang luar biasa ini.

Maka dari itu, kita meminta Allah agar Ia memberikan kita 'mata yang sejuk' lewat pasangan dan anak-anak kita.

Jika hendak menikah, mintalah lebih jauh lagi, bukan hanya hendak menikah, tapi menikah dengan seseorang yang bisa menjadi 'penyejuk mata', saya menjadi 'penyejuk mata' bagi mereka dan mereka akan menjadi 'penyejuk mata' bagi saya.

Bahkan Allah SWT menggiring doa ini lebih jauh lagi, waij'alnaa lilmuttaqiina imaamaan, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang (anak-cucu kami) yang  shaleh, takut, bertakwa, kepada Allah. 

Kalau ini diucapkan, kita telah menetapkan diri kita menjadi contoh bagi generasi kita (anak-cucu) di masa mendatang. Jika tidak bisa berlaku sebagai suami yang baik, istri yang baik atau anak yang baik, maka kita yang akan bertanggungjawab pada generasi di masa mendatang karena telah membuat tren/contoh yang tidak baik ini.

Maka doa di ayat ini adalah doa yang cerdas, agar kita bisa menjadi 'penyejuk mata' bukan hanya bagi keluarga kita saat ini, tapi bagi penerus di masa mendatang agar mereka menjadi orang-orang yang bertakwa pula.

Karena di akhirat nanti, kita tentu ingin agar dibantu doa oleh anak-cucu yang shaleh, yang bisa mengangkat diri kita ke surga.

Berdoalah dengan tulus, semoga Allah menganugerahkan kita, istri dan anak yang 'menyejuk mata' dan menjadikan kita sebagai pemimpin bagi orang-orang (anak-cucu) yang bertakwa. *amin O0




---000---

Balikpapan, 26 Desember 2012
Syamsul Arifin