08 February 2014

Hakikat yang Membuat Sabar

Ternyata, yang membuat diri kita menjadi pribadi yang mudah kecewa, sedih, 'terluka' adalah ketika kita tidak mengetahui hakikat yang tersembunyi di balik kejadian yang membuat kita down atau sengsara dan kehilangan pegangan hidup tentang dunia sebagai temporary destination serta ketidakpercayaan terhadap konsep Tuhan sebagai pengatur segala kejadian.

*ini menurut saya pribadi loh ya*

Pernah baca Quran tentang kisah Nabi Musa AS ketika beliau bertemu dengan Nabi Khidhr? Kisahnya sangat menarik untuk diambil pelajaran.

Sedikit cuplikan, Nabi Musa AS berjanji untuk bersabar ketika beliau ingin berguru kepada Nabi Khidhr.
Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun". Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu". (QS. Al-Kahfi: 66-70)
Kejadian demi kejadian berlalu mulai dari Nabi Khidhr melubangi perahu, membunuh anak, dan memperbaiki dinding seorang warga yang penduduknya tidak mau menjamu mereka.

Singkat cerita, ternyata, Nabi Musa tidak mampu bersabar, dan terus mempertanyakan tiap hal-hal yang dilakukan Nabi Khidhr. Sampai akhirnya Nabi Khidhr menjelaskan tujuan tiap perbuatannya dan mengatakan,
...dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". (QS. Al-Kahfi: 82)
Selengkapnya bisa dibaca sendiri kisahnya di surat Al-Kahfi.

Terkadang kita lupa, sebagai orang beriman, bahwa Allah SWT amat sayang kepada diri kita. Dan kita tidak yakin, bahwa doa memohon kebaikan dan keselamatan yang kita panjatkan kepada-Nya akan dikabulkan.

Apakah zat yang menyayangi diri kita akan memberikan keburukan pada kita? Apakah zat yang maha bijaksana akan berbuat yang sia-sia dan mencelakakan kita? Pola pikir seperti itu sepatutnya diubah.

Memang tidak mudah jadi orang yang sabar. Para Nabi adalah contoh konkret kesabaran, sebagaimana pengakuan Allah kepada mereka,
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anbiyaa': 85)
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (QS. Ash-Shaaffaat: 102-103)
Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (QS. Shaad: 44)
Wajar saja sebetulnya, ketidaktahuan tentang hikmah dibalik peristiwa yang kita anggap merugikan diri kita kalau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan bisa membuat kita sedih. 

Namun ada porsi yang ketahui, bahwa Allah SWT maha bijak dengan segala tindakan-Nya, Ia tidak membuat suatu hal dengan sia-sia, dan kalau kita meyakini-Nya, sungguh Allah memiki cinta kepada hamba-hamba-Nya.

Kalau kita mengalami kejadian yang menyusahkan, kita dianjurkan untuk membaca istirja' ketika tertimpa musibah.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157)
Kita kembalikan saja kejadian yang menimpa kepada Allah, semoga dengan demikian, kita mendapat pahala atas kesabaran dan diberikan ganti yang lebih baik.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi-pribadi yang penyabar *amin.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (QS. An-Nisaa': 35)

02 February 2014

Analogi iman

Late posting tentang catatan ceramah ada safari Ramadhan tahun lalu (2013). Isinya kurang lebih seperti berikut:

Keimanan yang ada dalam diri kita bisa dianalogikan dengan air seperti berikut.

Ada yang imannya seperti sesendok air, bahkan tidak cukup untuk memenuhi dahagai dirinya.

Ada yang seperti segelas air: keimanannya hanya cukup untuk dirinya sendiri

Ada yang seperti secerek (satu teko) air, cukup untuk dirinya dan untuk keluarganya.

Di samping itu, ada yang keimanannya seperti sesumur air, cukup untuk kebutuhan dirinya dan keluarganya, dan bahkan bermanfaat bagi para tetangga yang tidak punya sumber air.

Ada juga yang keimanannya seperti air danau, berlebihan dan bahkan bisa dijadikan air baku untuk mensuplai kebutuhan air satu kampung atau kota.

Bahkan ada yang keimanannya seperti air samudera, bunya hanya lingkup lokal, bahkan orang di negara lain bisa memanfaatkannya sebagai sumber penghidupan (ikan, lalu lintas, rekreasi, dll).


Analogi lainnya yaitu iman yang luar biasa seperti pembangkit listrik (power plant), menerangi dirinya, keluarganya, dan orang lain.


Analogi lainnya yaitu iman seperti lokomotif (penarik gerbong kereta), ada yang begitu besar hingga mampu menarik beban besar, berpuluh-puluh lokomotif bisa digerakkan olehnya.


pertanyaannya, analogi yang manakah keimanan kita..? 
Innalilahi wa innalilahi rojiun..., semoga Allah menerangi hati-hati kita dengan cahaya keimanan sampai ajal menjemput kelak *amin

Video Keluarga 2013

Video yang isinya koleksi foto-foto perjalanan keluargaku.
Periode pengambilan foto: Januari - Desember 2013
Lokasi pengambilan foto: Balikpapan, Tenggarong, Jakarta, Tegal, Yogyakarta.

Musik: Simple Plan - This Song Saved My Life (album: Get Your Heart On)


31 January 2014

Win-win Solution & Alternatif

Salah satu trik saya dalam menangani anak adalah transaksi win-win solution dan pemberian alternatif.

Kadang orang tua hanya bisa melarang, tapi tidak memberikan solusi atau alternatif. Jadinya anak tidak bisa berkembang karena ngga banyak yang ia bisa coba atau alami, atau kalau parah, malah bisa jadi anak pemberontak (ketika sudah besar).

Contohnya gimana sih..?

Misal, anak pengen ngemil dan jajan. Alih-alih hanya dilarang ngga boleh jajan junk food, orangtua harus ngasih alternatif jajanan yang sehat, dan juga dikasih penjelasan. Atau kalau memang ngelarang jajan karena mau makan (soalnya kalau udah ngemil sebelum makan, si anak bisa jadi malas makan utamanya nanti, ya kalau begitu dikasih solusi kapan dia boleh ngemil, misal setelah makan besar (siang, atau malam) baru boleh ngemil, atau dikasih secuil aja, atau dikasih tau jam-jam ngemilnya.

Contoh lain, anak dilarang hujan-hujanan. Masuk akal sih kalau memang supaya anak ngga sakit. Tapi apa solusinya, supaya ortu dan anak sama-sama 'menang' (win-win solution). Bisa aja anak diperbolehkan hujan-hujanan dengan batas waktu, misal hanya boleh 20 menit, habis itu langsung mandi air hangat. Atau boleh hujan-hujanan tapi pakai payung (supaya badan dan kepalanya ngga basah).

Intinya, kita sebagai ortu terkadang perlu menahan diri, jangan jadi ortu yang otoriter, penindas, perampas 'kesenangan' anak. Kita kudu bisa negosiasi, supaya nantinya anak juga bisa jadi anak yang fleksibel, ngga saklek, atau ngga jadi anak pemberontak. Di lain sisi, (semoga) akhirnya anak jadi tetap lengket dengan ortu (karena selalu ada solusi dan ngga mentok kalau berurusan dengannya) dan jadi makin cepat dewasa dan kratif karena ada penjelasan pelarangan dan ide alternatif urusannya.


Note: tapi terkadang anak juga harus diberikan ketegasan tanpa toleransi, supaya dia paham bahwa terkadang ada keinginan yang dia tidak bisa dapatkan.
Misal ketika anak ikut belanja, jangan sampe apa aja yang anak mau diturutin, kalo diturutin terus, dia akan jadi raja kecil yang kemauannya ngga boleh ditolak.



Pelayanan Pajak Bumi Bangunan di Balikpapan

Ketika zaman sudah makin maju, era online sudah berkembang dimana-mana. Tahun lalu, ketika bayar PBB (Pajak Bumi Bangunan) di Balikpapan, kita malah disuruh bayar langsung di loket.

Masih mending kalau loketnya juga OK, ini malah terkesan seadanya.

Tertulis di kertas PBB sih bisa bayar di Bank Kaltim, ternyata disana, loket penerimaan pajak ada di tempat parkir bawah, bukan satu ruangan dengan yang loket-loket teller bank, mojok nyempil dan ruangannya seperti gudang ukuran 2x2 m dirapiin sedikit -bisa dilihat dari ada kotak speaker dan kardus yang dilipet di belakang petugas loket-, dan dengan difasilitasi internet cap modem (seperti yang umum dipake mahasiswa, bukan internet kabel) yang super lelet. Orang sebelum saya, bilang dia sudah nunggu 30 menit untuk satu transaksi :gubrak: Jam operasinya pun cuma sampe jam 12 siang.

Ketika sudah mau bayar, penjaganya bilang internetnya ngadat, jadi udah lah pada bubaran, pas sudah mau ke mobil, ada yang teriakin, ternyata udah bisa, balik lagi, ternyata loketnya ketutupan mobil. Jadilah bayar dengan dipantatin mobil.

Payah deh, mau bayar (nyumbang) untuk bangun kota malah diperlakuin seperti itu. Ngga mudah, ngga nyaman, dan ribet.

Akhirnya cari2 web dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) Balikpapan, dan komentar disana, ngga tau deh dibaca atau difollow up atau ngga...

sebelum ada mobil yang parkir

loket nyempil diasepin mobil

antriiii

06 January 2014

Radioaktif Alamiah


Radioaktif Alamiah atau Naturally Occurring Radioactive Material (NORM) adalah bahan-bahan radioaktif yang muncul/ada secara alami (dari alam). Paparan oleh NORM umumnya diakibatkan oleh aktifitas manusia, semisal pembakaran batu bara, pembuatan dan penggunaan pupuk, serta produksi minyak dan gas bumi (migas).

Radiasi bisa berasal dari alam maupun hasil buatan manusia. Contoh radiasi alamiah adalah: sinar matahari; radiasi dari material yang berasal dari dasar bumi; ataupun radiasi dari dalam tubuh makhluk hidup. Sedang contoh radiasi buatan adalah: sinar X yang digunakan di rumah sakit dan peralatan logging di sumur migas.

Bahan radioaktif bersifat tidak stabil dan berkurang dari waktu ke waktu (waktu paruh), memancarkan radiasi ionisasi. Jika radiasi memapar organ atau jaringan tubuh, bisa terjadi kerusakan biologis kepada yang bersangkutan, atau bisa terjadi kerusakan biologis pada keturunan/anak orang yang terpapar tersebut, meningkatkan resiko terkena kanker atau cacat lahir.

NORM dapat ditemui di alam dan di bahan-bahan buatan manusia seperti pada beberapa bahan bangunan dan pupuk, begitu juga pada beberapa produksi migas. Pada lapangan migas, NORM awalnya terdapat di formasi minyak dan gas di bumi, yang umumnya terikut ke permukaan di dalam bentuk air sisa produksi. Begitu air produksi mencapai permukaan dan suhunya menurun, NORM menguap di tubing/pipa dan peralatan proses. Hal ini bisa mengakibatkan adanya radium, uranium dan thorium beserta turunan-turunannya pada karat dan lumpur di peralatan proses produksi.

Ada tiga jenis radiasi yang dipancarkan oleh NORM,
1.       Alpha (α)
2.       Beta (β)
3.       Gamma (γ)

Partikel alpha merupakan nuklea helium yang berat dan bermuatan positif ganda, sehingga menyebabkannya menjadi cepat kehilangan energi. Partikel ini bisa ditahan dengan hanya sehelai kertas atau permukaan kulit.

Partikel beta berukuran lebih kecil dan hanya bermuatan satu negatif, sehingga menyebabkannya menjadi lebih lambat bereaksi. Pancaran beta bisa dihentikan oleh lapisan plastik atau logam tipis

Partikel alpha dan beta dikategorikan menjadi berbahaya bagi kesehatan jika sumber radiasi ini tertelan atau terhirup dan memancarkan radiasi dari dalam tubuh seseorang.

Pancaran gamma dikaitkankan dengan alpha, hasil pembusukan alpha dan merupakan bentuk radiasi elektromagnetik berenergi tinggi yang berinteraksi secara mudah dengan bahan-bahan lain. Kita dapat terlindung dari radiasi gamma jika berada di balik lapisan tipis timbale atau bahan lain yang tebal. Partikel gamma dikategorikan sebagai bahaya eksternal bagi jaringan tubuh.

Perbandingan daya tembus antara ketiga energi ionisasi tersebut, bisa dilihat pada ilustrasi berikut:



Di dalam industri migas, NORM hadir dalam tiga bentuk umum:
1.       Akumulasi radium 226 dan radium 228 beserta turunannya yang terdapat pada air sisa produksi, yang bisa terakumulasi sebagai karat dan lumpur di pipa, pemanas (heater treater), separator, dan tanki air
2.       Akumulasi radon beserta turunannya di dalam sistem penanganan gas semisal filter inlet dan pompa reflux
3.       Akumulasi lead 210 di dalam sistem perpipaan.


Ada dua cara seseorang terpapar NORM:
1.       Irradiasi: paparan eksternal dengan sumber radiasi yang berada di luar tubuh
2.       Kontaminasi: paparan internal, jika bahan radiasi masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi/jalan pernafasan, ingesti/jalan makan, atau absorpsi/penyerapan kulit.

Efek kesehatan dari paparan ionisasi irradiasi sangatlah berbeda-beda tergantung jumlah energi yang diserap, jangka waktu paparan, dosis dan target organ yang terpapar.


Sebetulnya, paparan NORM secara umum adalah rendah dan dibawah nilai yang ditetapkan peraturan. Bahkan di dalam beberapa kondisi, terpapar pada radiasi tingkat rendah tidak akan mengakibatkan efek kesehatan yang tidak dapat dipulihkan.

Paparan akibat NORM tidak akan menghasilkan efek akut ataupun parah seperti yang terjadi pada efek yang diakibatkan pada paparan radiasi tingkat tinggi dari sumber radiasi buatan manusia. Paparan kronis NORM pada pekerja umum atau akibat tidak mengikuti langkah-langkah pencegahan, umumnya bersifat jangka panjang, semisal terjadinya perkembangan laten pada beberapa bentuk kanker.

Beberapa jenis kanker telah diidentifikasikan memiliki kaitan dengan paparan radiasi, semisal leukemia dan kanker pada paru-paru, perut, oesophagus, tulang, tiroid, dan otak serta sistem syaraf.  Namun, adalah merupakan salah satu hal yang perlu dipahami, bahwa efek kesehatan ini sangat terkait dengan nilai dosis yang terpapar. Dan hasil studi ilmiah secara umum selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa paparan radiasi tidak dapat dikaitkan dengan semua jenis kanker.

Surveilen medis untuk paparan radiasi tingkat rendah merupakan langkah umum akibat terlampauinya nilai yang ditetapkan peraturan. Namun, surveilen medis merupakan alat yang tidak spesifik dan tidak sempurna, karena sulit untuk menemukan pengujian medis yang bisa mendeteksi perubahan abnormal yang signifikan dalam jangka waktu yang panjang.

Tidak ada pengujian medis yang sempurna untuk semua potensi bahaya kesehatan. Karenanya, surveilen medis menjadi strategi umum yang jarang dipakai. Karenanya, perlu ditekankan bahwa pengendalian pada sumber bahaya, pemantauan nilai paparan, pelatihan pekerja dan praktek kerja yang aman, merupakan hal-hal yang penting untuk mencegah paparan pada pekerja, terkait isu NORM.


---000---

Referensi:
•        International Association of Oil & Gas Producers (OPG). Guidelines for the management of Naturally Occurring Radioactive Material (NORM) in the oil & gas industry. September 2008
•        American Petroleum Institue (API). Bulletin on Management of Naturally Occurring Radioactive Materials (NORM) in Oil and Gas Production. April 2006


Disusun oleh:

Syamsul Arifin, SKM
HES Engineer, Chevron Indonesia Company
Alumni K3 FKM UI angkatan 2001

11 December 2013

Selingkuh Karena Nafsu yang Tidak Terkendali

Menurut saya, banyak orang yang selingkuh, meski sudah memiliki pasangan yang halal, karena jiwanya dikuasai oleh hawa nafsu (yang tidak baik). Setan telah membutakan mata hatinya untuk dapat mencerna/mengevaluasi langkahnya yang melampaui batas.

Tidak jarang, selingkuhan yang mereka punya tidaklah lebih menarik/cantik dibandingkan pasangan sahnya. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi? Jawabnya ya karena nafsunya itu.

Nafsu itu harus dikendalikan dan dikekang, jika kebablasan, maka ia akan menjadi raja yang menguasai diri kita, tanpa sadar, seluruh tingkah laku kita disetir oleh hawa nafsu semata.

Nafsu yang terkendali, akan jadi seperti budak dihadapan raja. Maka jiwa-jiwa yang hawa nafsunya terkontrol menjadi jiwa-jiwa yang tenang, tidak meledak-ledak, dan memiliki pancaran pesona yang menarik manusia yang berada di dekatnya.

Setan mengobarkan nafsu dalam diri manusia, sehingga keinginannya-hasratnya-gairahnya mengebu-gebu begitu menarik dan menggoda, hanya untuk sesuatu yang dia pernah merasakan juga.

Lalu bagaimana caranya mengendalikan nafsu yang tidak baik ini mengarah ke hal yang haram?

Jawabnya ya pertama, jagalah nafsumu pada hal yang halal, yaitu pasangan yang kamu nikahi.

Tidak jarang, setelah sekian lama menjalani kehidupan rumah tangga, seakan-akan sudah tidak ada lagi gairah nafsu yang menggelora seperti di awal-awal pernikahan. Tidak ada lagi sentuhan ringan yang sedikit saja menggetarkan seluruh kulit dari ujung kaki sampai ujung kepala. Kenapa? Karena setan tidak suka manusia adem ayem dalam kebaikan (halal dan berpahala), maka ditiupkanlah hawa dingin untuk memadamkan hawa nafsu kita kepada pasangan hidup kita.

Maka sadarlah! Mulailah kita untuk terus menjaga gelora nafsu kepada pasangan kita. Entah bagaimana caranya.

Selanjutnya, setan terus menghembuskan dorongan nafsu di dalam dada kepada yang haram, karena memang itu tabiatnya setan, mau mengajak kita masuk ke neraka. 

Tampaklah mereka yang sebetulnya biasa saja, jadi terlihat menarik dan menggoda. Padahal ya kurang-lebih sama juga, itu-itu saja, bahkan mungkin lebih buruk rasanya.

Karena itu, kewajiban seseorang pria adalah tetap menjaga diri meski sudah menikah, tetap menahan pandangan meski bukan lagi bujangan, dan mengalihkan godaan dari yang haram ke yang halal, sebagaimana petuah kanjeng Nabi kita.

Bagaimana menurut anda..?
Apa saja kira-kira sharing praktis dari pengalaman anda, untuk terus menjaga nafsu kepada sang kekasih (suami/istri) tercinta..?



---000---

ipin4u, Balikpapan, 11 Desember 2013

17 October 2013

Menuju Perusahaan Berbudaya K3

Dengan mengetahui di tingkat mana budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) perusahaan anda berada, kita dapat menentukan program K3 yang paling efisien dan efektif untuk meningkatkan kinerja K3 perusahaan.
 

Selama lebih dari 60 tahun, industri kerja telah berhasil menurunkan tingkat kecelakaan dengan mengadopsi perbaikan engineering dan penerapan sistem manajemen K3 yang canggih. Namun, kinerja K3 telah mencapai tahap stagnan. Meski sudah banyak uang dan usaha yang dikeluarkan, peningkatan kinerja yang dihasilkan tidak berbeda signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, sebagian besar kecelakaan berasal dari kesalahan (error) atau pelanggaran (violation) pekerja. Langkah besar yang harus ditempuh adalah membangun budaya K3 yang baik, sehingga mempengaruhi perilaku pekerja secara positif, yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kesalahan dan pelanggarannya.

Budaya bisa kita definisikan secara sederhana sebagai perilaku, nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi dasar ‘cara melakukan sesuatu’.

International Association of Oil & Gas Producers (OGP) memberikan klasifikasi tahapan budaya K3 perusahaan. Dengan mengetahui di posisi mana perusahaan anda berada, kita juga mengetahui apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan budaya K3 perusahaan.

Kelima tingkatan budaya K3 ini merupakan pengembangan 3 tingkatan budaya organisasi Westrum (1985), yaitu: patologis, reaktif, kalkulatif, proaktif, generatif.

Di tahapan paling bawah (patologis), bisa terlihat dari tidak ada atau kurangnya kemauan organisasi untuk mengenali dan/atau menangani isu yang menyebabkan buruknya kinerja K3. Di tahapan paling atas (generatif), praktek kerja aman dipandang sebagai kebutuhan dan bagian yang diinginkan oleh pekerjaan apapun.

Organisasi yang memiliki budaya patologis, meyakini bahwa pekerja -umumnya yang ada di level rendah- menjadi penyebab kecelakaan. Mereka menerapkan hanya yang diwajibkan undang-undang/peraturan, termasuk inspeksi dan audit yang dipersyaratkan, untuk menghindari tuntutan hukuman. K3 dipandang sebagai hambatan dalam bekerja.

Organisasi di tahap budaya reaktif sudah memandang K3 sebagai sebuah hal yang penting, namun masih mempercayai bahwa sebagian besar masalah ada di tingkatan pekerja terendah. Kemampuan K3 perusahaan dan karyawan masih minim dan hanya menginginkan program-program K3 yang sederhana. Contohnya, jika kelalaian untuk memakai sabuk pengaman ketika berkendara diindentifikasi dalam investigasi kecelakaan, maka kampanye penggunaan sabuk pengaman dipandang sudah cukup; perilaku tidak aman lain yang berkontribusi dalam kecelakaan berkendara semisal memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, kemungkinan besar tidak di akan ditindaklanjuti.

Organisasi berbudaya kalkulatif meyakini bahwa sistem manajemen K3 memiliki pengaruh dalam mendongkrak kinerja. Perusahaan di tingkat ini telah mempunyai banyak program dan pelatihan K3. Program-program yang ada lebih ke arah pencapaian target angka scorecard, contohnya: pencapaian jumlah pekerja yang dilatih ketimbang menilai kompetensi pekerja setelah pelatihan. Profesional K3 perusahaan dilihat sebagai pemeran utama pelaksana program K3 dan bertanggungjawab atas kinerja K3 perusahaan. Organisasi berbudaya kalkulatif mempertimbangkan pelaksaaan program K3 berdasarkan kebutuhan untuk memperbaiki isu kinerja, terutama terkait kecelakaan yang dihadapi, semisal kampanye berkendara aman untuk menangani isu tingginya angka kecelakaan berkendara.

Organisasi yang proaktif sudah memandang K3 sebagai nilai inti (fundamental core), dan para pimpinan di setiap line secara tulus peduli kepada kesehatan dan keselamatan semua pekerja dan kontraktornya. Organisasi proaktif memahami bahwa penyebab utama kecelakaan terletak pada kegagalan manajemen sistem. Data, termasuk informasi pendukung kejadian nyaris celaka (nearmiss), dipergunakan sebagai target scorecard kinerja. Perbaikan berkelanjutan menjadi tujuan yang jelas bagi semua di organisasi yang proaktif.

Sementara itu, organsisasi yang berbudaya generatif merupakan organisasi yang memiliki kemampuan tertinggi dalam memenuhi sendiri kebutuhan organsisasinya, organisasi di tahap ini terus berusaha untuk mengerti lingkungan pekerjaannya. Program-progam K3 yang dipilih dan dipergunakan merupakan program yang disukai para pekerja -merasa nyaman dengannya. Program yang sifatnya wajib bagi pekerja bisa memberikan hasil yang kontra produktif, karena tidak memberikan kepercayaan yang penuh. Di tahap organisasi generatif, semua pekerja merasa nyaman dan tidak ragu untuk menyoroti permasalahan yang nyata atau bahkan isu yang mungkin menyebabkan masalah. Pekerja merasa diberdayakan untuk menyelesaikan permasalahan K3, dan para pimpinan memberikan dukungan yang diperlukan.

Budaya K3 erat sekali kaitannya dengan kepercayaan, kredibilitas dan perilaku para pimpinannya. Dan untuk mencapai budaya K3 perusahaan yang mapan bukanlah sebuah akhir dari perjalanan, karena membangun budaya K3 merupakan usaha terus menerus perbaikan berkelanjutan.


---000---
Penyusun: Syamsul Arifin, SKM
HES Specialist, Chevron Indonesia Company
Alumni K3 FKM UI

Referensi:
·         International Association of Oil & Gas Producers. A guide to selecting appropriate tools to improve HSE culture. March 2010. OGP Publication. United Kingdom

·         International Association of Oil & Gas Producers. Human Factors..., a Means of Improving HSE Performance. June 2005. OGP Publication. United Kingdom.

16 September 2013

Panduan Para Pimpinan Ketika Kunjungan Lapangan

Kunjungan lapangan para pimpinan perusahaan adalah salah satu program yang bisa memperkuat budaya keselamatan di lokasi kerja –tempat utama penerapan Sistem Manajemen K3 perusahaan. Namun, jika tidak dijalankan dengan benar, aktifitas kunjungan lapangan tersebut bisa berbuah kontraproduktif.

Berikut beberapa poin yang harus diperhatikan para pimpinan yang menginginkan kunjungan lapangannya memberikan hasil yang optimal.

Jadilah teladan

Para pekerja mempercayai apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka dengar, karena itu, lakukan apa yang anda ucapkan ketika berbicara tentang keselamatan.

Selama kunjungan, patuhi SEMUA peraturan keselamatan yang ada. Setibanya di lokasi, ikuti safety induction, jika tidak ada safety induction mungkin karena merasa sungkan, mintalah. Safety induction sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran besar mengenai pekerjaan yang berlangsung, bahaya-bahaya yang mungkin ada, dan beberapa peraturan keselamatan umum serta hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi kondisi darurat.

Pastikan anda memakai seluruh Alat Pelindung Diri (APD) yang dipersyaratkan semisal helm, kaca mata dan sepatu keselamatan. Selain untuk melindungi diri anda, hal itu menunjukkan bahwa ketika berbicara tentang wajibnya memakai APD -peraturan keselamatan-, maka kewajiban itu mencakup seluruh pekerja , termasuk para pimpinan –peraturan keselamatan berlaku bukan hanya bagi bawahan. Jika tidak tersedia APD yang dipersyaratkan atau anda tidak bisa memenuhi persyaratan keselamatan lainnya, lebih baik tunda kunjungan anda,meskin anda sudah berada di lokasi.

Libatkan pekerja, tanyai mereka

Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan untuk melibatkan diri dengan pekerja adalah dengan: bertanya.

Tanyakan apa yang sedang mereka kerjakan, apa saja bahaya yang terlibat pada pekerjaan mereka, apa saja mitigasi yang telah mereka lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan aman.

Dengan bertanya, pekerja dipaksa memikirkan ulang langkah kerja yang aman, potensi bahaya yang terlibat dan pencegahan yang telah mereka lakukan. Dorong lebih jauh, tanyakan apakah yang mereka lakukan sudah memadai atau belum.

Binalah komunikasi yang terbuka, posisikan diri secara egaliter agar terbangun komunikasi dua arah yang jujur apa adanya.

Beri solusi

Dengan melakukan kunjungan lapangan, pimpinan perusahaan bisa melihat secara langsung kesulitan ataupun hambatan yang dialami pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya secara efisien dan aman. Tangkap kesulitan-kesulitan tersebut, dan jadilah bagian pemberi solusi, bukan pemberi masalah.

Apakah ada isu kelangkaan APD, kesulitan penyediaan alat kerja yang memadai, tidak adanya pelatihan, dst.

Beri apresiasi

Jika kunjungan lapangan dilakukan hanya ketika terjadi kecelakaan, maka pimpinan tersebut akan diasosiasikan oleh para pekerja sebagai pembawa berita buruk. Maka dari itu, alangkah baiknya jika para pimpinan perusahaan datang ke lapangan membawa berita baik, bisa berupa bonus keselamatan atau mungkin barang-barang merchandise perusahaan untuk dibagikan ketika bertanya di sesi rapat keselamatan, tool box meeting atau diberikan ke safety officer lapangan untuk menyemarakkan pelatihan onsite yang dia lakukan.

Hentikan pekerjaan yang tidak aman

Jika melihat pekerjaan yang tidak aman, tugas setiap orang yang mengetahuinya untuk menghentikan pekerjaan tersebut sebelum terjadi korban karena kecelakaan.

Dorong para pekerja untuk melakukan penghentian pekerjaan yang tidak layak, dan hormati pekerja yang menghentikan anda, pimpinan perusahaan. Aktifitas penghentian pekerjaan yang tidak aman merupakan salah satu indikasi matangnya budaya keselamatan di sebuah organisasi.

Dorong pelaporan

Ketika melihat hal-hal yang tidak baik, mintalah pengawas lapangan untuk melaporkannya. Doronglah pelaporan segala bentuk kecelakaan, baik kecelakaan ringan, nearmiss, ataupun pelaporan kondisi tidak aman dan perilaku berisiko yang diamati/di observasi.

Semakin banyak pelaporan, data potensi kecelakaan akan semakin baik, memungkinkan tim yang di kantor mengamati kecenderungan/tren yang terjadi guna pencegahan lebih awal.

Libatkan pimpinan lain

Jika memungkinkan, ajaklah serta pimpinan dari tim lain. Sepasang mata yang berbeda bisa memberikan sudut pandang baru yang mungkin selama ini tidak terlihat oleh pekerja yang terbiasa dengan area kerja.

Jika area kerja juga melibatkan tim kerja dari perusahaan lain, kunjungan lapangan pimpinan lintas departemen atau bahkan lintas perusahaan, bisa memberikan masukan yang berharga, selama tim kunjungan mempunyai tujuan yang sama, saling membina budaya keselamatan secara konstruktif.

Jangan lupakan tindak lanjut

Temuan-temuan dilapangan perlu ditindak lanjuti. Jangan sampai hanya dianggap sebagai janji-janji palsu. Jika tindak lanjut dilakukan, hal itu akan semakin meningkatkan kepercayaan pekerja terhadap komitmen para pimpinannya.

Rutin

Jadwalkan kunjungan lapangan secara rutin. Bisa sebulan sekali atau mungkin setahun dua kali. Hal baik yang dilakukan secara berkala bisa membuat kontribusi yang berarti, apalagi jika dilakukan oleh posisi tertinggi perusahaan yang bisa mengambil keputusan.

Dengan berada di lapangan, seorang pemimpin telah menunjukkan bentuk komitmennya terhadap keselamatan kerja. Inilah yang pekerja lapangan ingin lihat dan harapkan.


---000---

Penyusun: Syamsul Arifin, SKM
HES Specialist, Chevron Indonesia Company

Alumni K3 FKM UI

23 August 2013

Berinteraksi dengan Rekan Kerja yang Menjengkelkan

Jangan berhenti/pindah/keluar tempat kerja hanya karena ada rekan kerja (atau mungkin atasan) yang menjengkelkan/ngga asik. Kenapa? Karena ga ada jaminan di tempat yang baru tidak ada peer/rekan kerja atau bos yang menjengkelkan juga.

Kita harus bisa lebih menghargai keanekaragaman kepribadian yang ada. Wong sama ibu-bapaknya aja (alias saudara kandung) masih bisa konflik karena beda karakter, apalagi sama orang yang dilahirkan dari keluarga, daerah, budaya, pendidikan, pola pengasuhan yang beda. Sudah pasti punya preferensi sikap yang berbeda pula. Karena itu, enjoy aja.

Lalu gimana tipsnya kalau ada yang menjengkelkan.

Tips saya pribadi:

1. Kurangi/minimalisir interaksi dengan orang tersebut

2. Bersikap biasa saja, ga perlu mangkel, dongkol, sebel apalagi benci sama orang tersebut. Karena saya yakin kalau sikap seperti itu ngga akan mengubah orang itu, yang ada, diri kita yang jadi 'kotor' alias tercemar karena sikap jelek yang kita tunjukkan

3. Ngga perlu ngomongin atau gosipin orang tersebut, karena gosip atau ghibah (dalam Islam) itu dilarang. Walaupun gosipin hal yang merupakan kenyataan/fakta. Ghibah itu ngomongin kejelekan orang sesuai keadaannya sedang fitnah adalah ngomongin orang yang ga sesuai faktanya.

Ada lagi tips dari anda? Sharing ya...

Dengan sikap legowo -hati yang tenang, kerjaan -insya Allah- lancar, dan semoga gaji mengikuti ;)



---000---

Balikpapan, 23 Agustus 2013
Syamsul Arifin

Foto: penampakan meja kerja di kantor saya.

29 July 2013

Arti Nama Anak Kedua

Alhamdulillah tanggal 22 Juli 2013, jam 02.04 WITA, telah lahir anak kedua kami, lahir normal, laki-laki, berat 3,8 kg, panjang 54 cm di RS Pertamina Balikpapan. Semoga menjadi anak yang shaleh, cerdas, sehat dan tampan *amin :)

Kami beri nama: Yusuf al Qawiy.


Tiga hal yang menginspirasi nama tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf bukan hanya terkenal karena ketampanannya saja, tapi sebetulnya ada lebih banyak lagi yang bisa dipelajari dari kisah kehidupan beliau. Bisa dibaca ceritanya di surat ke 12 di dalam Al-Quran, surat Yusuf, yang terdiri dari 111 ayat.

Menurut saya pribadi, karakter nabi Yusuf AS adalah tipikal orang yang sabar (sabar menerima cobaan, sabar menolak keburukan dan sabar dalam menjalankan ketaatan), berilmu (mengetahui ta'bir mimpi dan manajemen logistik tata negara) serta pastinya memiliki ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT. Selengkapnya bisa dibaca di surat Yusuf di dalam Al-Quran dan cermati hikmahnya melalui tafsir-tafsir yang menjelaskan surat tersebut.

Saya lampirkan tafsir Ibnu Katsir Surat Yusuf sebagai referensi bacaan.

2. Asmaul husna

Qawiy adalah salah satu asmaul husna (nama-nama baik Allah), yang artinya yang Maha Kuat. Semoga Yusuf al-Qawiy menjadi anak yang kuat, kuat secara fisik, fikriyah (pemikiran, cerdas, bijaksana, cemerlang), dan ruhiyah (agamanya kuat, iman dan islamnya kuat dipegang teguh).

Mengenai penggunaan nama asmaul husna sebagai nama anak, bisa dibaca postingan saya sebelumnya mengenai topik ini.

3. Yusuf al Qardhawi

Yusuf Al Qardhawi adalah ulama favoritku. Saya banyak baca beberapa buku-buku beliau, dan saya terinspirasi, bersemangat menuntut ilmu lebih banyak oleh percikan awal buku beliau (fatwa-fatwa kontemporer). Beliau lahir di Mesir dan sekarang berkarya di Qatar. Pada usia 10 tahun, beliau sudah hafal Al-Quran. Beliau alumni Al-Azhar, dan sangat cemerlang dalam pendidikannya. dan beliau juga merupakan salah seorang da'i internasional yang sudah tak terhitung lagi perjuangan dan pembelaannya terhadap Islam, saat ini, beliau menjadi ketua Persatuan Ulama Sedunia. Semoga Allah merahmati beliau.

Saya tidak mempergunakan namanya secara utuh, karena orang baik pasti banyak musuhnya, demikian pula beliau, di beberapa negara beliau di cekal, walau beliau terkenal sebagai seorang ulama yang 'moderat'. Karenanya semoga Yusuf Al-Qawiy -anak saya- bisa mengikuti dan meneladani jejak ulama besar abad 21 ini. Situs beliau bisa diakses di: http://qaradawi.net/

Semoga Yusuf al Qawiy bisa menjadi anak kebanggaan kami, di dunia dan di akhirat *amin.