04 September 2015

Wisuda S2 K3 UI


Alhamdulillah, 29 Agustus 2015 lalu, akhirnya saya wisuda program magister K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) di Universitas Indonesia.

10 tahun lalu (Agustus 2005), diwisuda yang tempat yang sama untuk program sarjananya (S1 FKM UI) ditemani kedua orang tua saja, kali ini seluruh keluarga saya mengiringi: kedua orangtua, istri-anak-anak, kakak-anak, adik-istri dan anaknya, dan adik saya. Pokoknya ruame poll...


Program S2 yang saya ikuti adalah program khusus, e-learning Balikpapan, sehingga Alhamdulillah agak sedikit memudahkan karena tidak setiap minggu harus terbang ke Jakarta. Meski tetap ada beberapa kelas pertemuan di Depok dan Balikpapan setiap semesternya, bekerja sama dengan Universitas Balikpapan (Uniba). Selebihnya lebih banyak memanfaatkan Scele, forum online milik UI untuk belajar, diskusi, tugas, dll.

Alhamdulillah juga, karena setelah angkatan pertama ini, -mungkin- karena evaluasi kualitas (pembelajaran, fasilitas, ketersediaan pengajar, dll), program kelas khusus ini ditiadakan oleh UI. jadilah kami angkatan pertama dan terakhir dari Balikpapan -sepertinya.

Dari total 15 mahasiswa program S2 Balikpapan, 10 orang lolos wisuda tahun ini (9 orang pekerja Chevron, 1 orang konsultan freelance), namun hanya 6 orang yang mengikuti prosesi wisudanya. Semoga 5 orang lainnya (PLN, Indominco, Dosen, Dokter, DPRD Samarinda) bisa juga segera lulus wisuda *amin.


Akhirnya bisa juga jadi master K3, teringat sewaktu tahun 2007an -klo ga salah ingat- ketika mengikuti proses rekruitmen (sesi presentasi) di salah satu perusahaan migas internasional, salah satu sponsor saya di perusahaan tersebut (kenalan dengan posisi cukup tinggi) menyarankan saya agar bilang sedang mengambil S2 K3 UI, karena ada saingan yang kompetensinya cukup berat. Beliau sudah membantu saya dengan mereview, konsultasi, mengatur undangan, dll. Namun ketika itu, biaya S2 dibandingkan penghasilan saya yang masih kerja di service company masih belum sepadan alias masih kemahalan, sehingga saya tidak berani bilang pernyataan itu..., mungkin itu salah satu pertimbangan akhirnya saya tidak diterima di posisi tersebut -saingan sudah S2. Entahlah.

Bersyukur, dimudahkan prosesnya, ketika perkuliahan selama 2 tahun, terutama ketika proses pembuatan dan sidang tesis oleh pembimbing, serta para penguji.

Salah satu target hidupku tercapai lebih cepat dari yang telah direncanakan.

Tak cukup terlontar pujian kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah mewujudkan ini semua. Alhamdulillahi robbil alamin...

Syamsul Arifin, S.K.M., M.K.K.K.

No comments:

Post a Comment