04 December 2009

Biarkan Aku Jatuh Cinta...

siul siul
*
Mata ini indah melihatmu
Rasa ini rasakan cintamu
Jiwa ini getarkan jiwamu
Jantung ini detakkan jantungmu

**
Dan biarkan aku padamu
Menyimpan sejuta harapan
Aku padamu
Rasa ini tulus padamu
Takkan berhenti
Sampai nanti ku mati

Reff:
Biarkan aku jatuh cinta
Pesona ku pada pandangan
Saat kita jumpa
Biarkan aku 'kan mencoba
Tak perduli kau berkata
'Tuk mau atau tidak

Back to *, Reff

(Biarkan Jatuh Cinta, oleh: ST-12)


Suasana Sungai Mahakam dan Samarinda di malam hari dilihat dari Lipan Hill (nampak jembatan Mahakam, Masjid Islamic Center)

Aku dan istriku sedang menikmati langit sore di sisi sungai Mahakam. Sembari makan somay dan es kelapa. Somay-nya sih satu doang, karena istri ngga mau, jadi terkadang-kadang, saya kasih/suapin ajah dia, karena saya yang pegang sendoknya. Ngemil

Saya suka dengan Tepian (sisi sungai Mahakam), karena menurut saya memang sangat eksotis dan luar biasa. Masya Allah indah... Walaupun kata beberang orang sih biasa aja, tapi tidak bisa menahan decak kagum saya setiap melihatnya. Tapi coba dibayangin deh, sungai dengan lebar sekitar 200 meter, sangat lebar banget! Kapal-kapal besar berlalu-lalang, ada yang membawa peti kemas; ada ponton ditarik tug boat, membawa batu bara yang menggunung, emas hitam; tingting, perahu kecil masyarakat yang mempunyai suara yang khas; spead boad dengan kecepatannya yang membelah sungai; dan jembatan yang melintang panjang. Wah, bagus kan?! Sip, mantap!


Monumen Ikan Pesut Sungai Mahakam-Samarinda.

Apalagi dulu, diceritakan oleh orang yang lama tinggal di Samarinda, bahwa di sungai Mahakam ini, ada ikan pesut, ikan tawar yang mirip lumba-lumba, lucu-lincah, katanya sering loncat-loncat di sungai. Tapi sayang, ikan-ikan itu sudah tidak ada lagi, sepertinya karena aktivitas lalu lintas sungai yang lumayan padat, mati terkena baling-baling, pencemaran, dll. Maka dari itulah, saya baru ngeh, kenapa ikan pesut dijadikan ikon kota, seperti yang sering saya lihat di beberapa air mancur atau tugu-tugu kota. Oh ya, katanya pula, sungai Mahakan itu jernih dan bersih airnya, tidak seperti sekarang. Wuih..., ngga kebayang deh indahnya Hmmm

[Back to topic] siul siul

Ketika sedang asyik makan-makan, minum, dan ngobrol-ngobrol bareng istri, datanglah musisi jalanan. Weuh.., gayanya itu lho, gimana gituh Watawww
Ya sudah, karena memang tidak mungkin ditolak, sekalian saya request lagu ajah Ngikik..
Pesen lagunya Tali Laso eh Ari Lasso, karena istri ada yang suka sama lagunya dia, tapi pengamen itu ngga bisa, ya sudah, saya pokoknya request lagu yang romantis deh Putar mata

Lalu disitulah kami, sepasang suami-istri, duduk di sisi tepi sungai Mahakam, menikmati langit sore, sembari ditemani lagu ST-12.... Ngapalin

Dan biarkan aku padamu
Menyimpan sejuta harapan
Aku padamu
Rasa ini tulus padamu
Takkan berhenti
Sampai nanti ku mati
 
Senyum simpul Peace ahhh!
 

11 comments:

  1. pacaran stlh menikah ya.
    pemandangannya indah banget!!!

    ReplyDelete
  2. landscape sungainya romantis nian.....

    ReplyDelete
  3. @inoniezahra, starbustbook & aftiabdullah
    masa sih romantis..? :D

    @yuher
    disana emang ada somay juga ya..?

    @sunnyndra & celotehandessy
    klo pemandangan yang ada di posting diatas itu, saya comot dari internet aja, klo pemandangan tepiannya, kurang lebih pemandangannya seperti dibawah ini:





    emang sering jadi ajang pacaran sih disitu :D
    *kacaw juga yaw*
    *jangan2 ada yang moto kami berdua lagi pas disitu *waduh* :D

    tapi emang lumayan bagus kok di tepian itu ^_^


    @adearin
    klepek2 kenapa ya..? ^_^

    ReplyDelete
  4. @celotehandessy
    ngga mesum begitu banget lah..., ya tempat rekreasi juga sih... :)
    *waktu kita ke situ aja, ada bapak2 sama anak2nya yang pada mancing, anak2 muda pada ngumpul2, dll

    ReplyDelete
  5. romantis banget sih...jadi iri...kapan ya bisa kayak gitu:)???

    ReplyDelete