08 October 2010

[flash fiction] Cemburu Buta

Beberapa menyebutku posesif, padahal aku cuma cinta mati. Itu saja! Tidakkah mereka mengerti?

Sore itu, aku pulang kantor lebih awal. 50 meter sebelum rumah, kulihat sebuah motor V-ixion merah keluar dari halaman. Hatiku panas. Marah. Mungkin cemburu, toh tandanya cinta, cinta mati.

Aku bergegas masuk, pagar dibuka kasar, pintu rumah kututup kencang. BRAK!

“Jadi gini yah kerjamu kalau aku sedang di kantor!” nadaku tinggi, “wanita kurang ajar!” sebuah tamparan mendarat di pipinya. Dia menangis, berlari ke kamar. Aku semakin emosi, kukejar, mendorongnya di tempat tidur.

“Dia itu adikku... Sewaktu nikahan kita dulu belum sempat datang,” sahutnya lirih, “kamu belum pernah bertemu dengannya karena dia sebelumnya dinas di Papua sana…”

Suasana menyepi. Aku berbuat salah. Tapi sepertinya aku tidak bisa disalahkan. Toh aku cuma cemburu. Cemburu tandanya cinta kan?

 

---000---

Balikpapan, 8 Oktober 2010
Syamsul Arifin

BlogFam Community

*dibuat untuk diikutkan ke Flash Fiction Contest

16 comments:

  1. "Beginikah cara kau mencintaiku" (kata sang istri) :)

    ReplyDelete
  2. plok plok plokkk.. suit suiitt..
    kereeenn..!
    mg2 menang ya mas :)

    ReplyDelete
  3. @zaffara & binarlangitbiru
    hehehe, inilah yang banyak salah dari konsep mencintai orang2 obsesif (bukan obesitas lho ya :D ), tapi sepertinya lebih tepat ke posesif ya :hmmm:
    @mbaktyas, siiippp, amin, semoga menang euy ^_^v

    ReplyDelete
  4. wah main plok2an, ngeriiiiiiiiiiiii

    :))

    ReplyDelete
  5. @adearin, cuma fiksi :P

    ---kutipan2---

    CEMBURU BUTA

    Cemburu juga dipengaruhi oleh personal self esteem (harga diri seseorang). "Ada orang-orang tertentu yang harga dirinya rendah atau negatif. Ia merasa kurang percaya diri, merasa tak mampu, tak berdaya. Nah, mereka ini termasuk yang rentan untuk disergap rasa cemburu," terang Lita.

    Biasanya, tipe ini langsung bereaksi destruktif. Begitu ada wanita/pria yang menelepon atau mengunjungi pasangannya, pikirannya langsung negatif, "Jangan-jangan ada hubungan khusus, nih." Jadi, belum apa-apa sudah cemburu. Belum jelas persoalannya, tapi ia sudah merasa hubungan dengan pasangannya terancam. "Orang-orang semacam ini biasanya tak berintrospeksi. Mereka langsung merasa, hal ini akan sangat berbahaya bagi hubungan mereka."

    Perasaan memiliki (feeling of possessiveness) pasangan, juga kerap menimbulkan cemburu. Ada orang yang rasa memilikinya sangat tinggi, sehingga sudah merasa sangat terganggu saat pasangannya disentuh atau ditelepon wanita/pria lain. Sebaliknya, ada yang malah sama sekali merasa tak terganggu dengan "ulah" pasangannya. "Saya yakin istri/suami saya tak akan melakukan hal-hal negatif. Kalau cuma ditelepon, enggak masalah."

    Perasaan memiliki, menurut Lita, bisa positif asal masih dalam batas wajar. Artinya, hanya sekadar sebagai sinyal atau mengingatkan pasangan bahwa, "Kamu itu milik saya, lo." Jadi, cemburunya masih terkontrol dan semata-mata untuk sekadar memberi tahu pasangan agar jangan "lari" dari jalur yang sudah disepakati. "Sebagai bukti bahwa kita menyadari ada hubungan yang kuat atau intens di antara kita dengan pasangan."

    Tapi kalau rasa memilikinya kelewat berlebihan, bisa berbahaya. Sebab, kita akan cenderung untuk mengendalikan dan mengekang perilaku maupun perasaan pasangan. Akibatnya, "Bisa-bisa jadi cemburu buta. Masalah kecil saja bisa memicu kecemburuan," jelas Lita. Ada, kan, suami yang tak mengizinkan istrinya keluar rumah kalau tidak diantar? Suami langsung cemburu begitu melihat istrinya ramah pada orang lain? Sebaliknya, ada juga istri yang begitu.

    sumber: http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Pasangan/Jika-Pasangan-Pencemburu

    ---000---

    Kecemburuan yang berlebihan akan merusak hubungan. Dalam sebuah penelitian diketahui bahwasanya hubungan yang diliputi suasana kecemburuan yang tinggi adalah hubungan yang paling menekan dan paling tidak membahagiakan. Anda tidak akan bahagia jika terus menerus diliputi kecemburuan. Hubungan akan memanas. Antar pasangan bisa terus saling bertengkar. Apalagi jika ekspresi kecemburuannya menimbulkan tindak kekerasan. Sudah banyak kasus penganiayaan bahkan pembunuhan yang terjadi hanya gara-gara kecemburuan antar pasangan.

    Seperti yang Anda tahu, ada orang yang sulit cemburu dan ada orang yang mudah cemburu. Orang yang memiliki tipe tertentu cenderung lebih pencemburu ketimbang yang lainnya. Berikut beberapa tipe orang yang lebih mudah cemburu:

    1. Orang yang memiliki tipe kepribadian egoistik dan cenderung mementingkan diri sendiri
    2. Orang yang memiliki tipe ambisius
    3. Orang yang berpandangan sempit
    4. Orang yang memiliki tipe cinta eros dan mania. Mereka sangat mudah cemburu dan meledak-ledak sehingga sangat mempengaruhi pikiran dan perasaannya, serta perilakunya menjadi negatif
    5. Orang yang memiliki tipe kelekatan cemas

    sumber: http://psikologi-online.com/apakah-anda-pencemburu

    ReplyDelete
  6. aahh cinta kog menyakiti? ga bisa gitu omong baik2 dulu? jangan langsung menghakimi.. ini jadi pelajaran kan ya?

    ReplyDelete
  7. kalau orang posesif biasanya dia ga pede ma dirinya....
    by the way anyway busway.... nice story

    ReplyDelete
  8. Papua kebanjiran..

    El nina..

    :-(

    ReplyDelete
  9. wew !

    semoga cerita di atas benar2 cuma fiksi dan ga terjadi dalam kenyataan :P

    ReplyDelete
  10. @tintin, tiap orang kan beda2 karakternya, ada lho yang langsung begitu
    @intan, makasih buat apresiasinya :)
    @arynsis, thanks
    @raitodira, maksud?
    @redchrysant, ada banyak kok contoh2nya yg ada di dunia nyata, baca2 deh berita2... semoga sih ngga buat dialami sendiri ya.. hiiih

    ReplyDelete
  11. Kita Ceraaaaaaaaaai *tampar Syamsul*

    hihihihhi

    ReplyDelete
  12. ckckckc......klo suaminya beneran kayak gni...kabur...

    tapi bsok ada alasan lagi...

    *itu adik kelima saya...hehehe

    ReplyDelete
  13. Wah, ini keterlaluan sampai mukul. Seharusnya istrinya juga tlp suami bahwa ada adik iparnya.

    ReplyDelete