11 October 2008

Alumni Ramadhan

Oleh: Syamsul Arifin

 

Hari ini, 11 oktober 2008 M atau 12 syawal 1429 H, kita masih berada dalam nuansa bulan syawal, masih belum lama aroma Ramadhan meninggalkan kita. Kata banyak orang, Ramadhan merupakan sekolah, tempat latihan, kawah candradimuka, untuk menghadapi sisa-sisa bulan lainnya, dengan semangat yang lebih fresh, dengan tekad yang lebih baik, dengan orientasi hidup yang lebih tertata rapi.

 

Kita telah melatih diri kita dengan shaum di bulan Ramadhan. Kalo kata syariahonline.com: Puasa dalam bahasa arab adalah shaum dan jama`nya adalah shiam. Secara ilmu bahasa, shaum itu berarti al-imsak yang berarti ‘menahan’. Sedang tambahan dari saya: kalau selama di bulan tersebut, kita aja mampu kok menahan diri dari beberapa hal yang diperbolehkan dalam agama kita, maka sudah sepatutnya di bulan-bulan lainnya, kita menjadi pribadi yang jauh lebih mampu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak diperbolehkan.

 

Kita semua (khususnya para lelaki yang beriman), telah mengisi sebulan penuh hari-hari kita dengan menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual (bagi yang sudah menikah) dan hal-hal lain yang membatalkannya sejak subuh hingga terbenam matahari dengan niat ibadah. (Kalo bagi wanita yang beriman, sepertinya tidak bisa penuh sebulan, pasti ada bolongnya, khususnya bagi yang sudah baligh) :D

 

Hmmm, sepertinya kita sudah jadi alumni Ramadhan nih. Minimal dengan nilai yang memenuhi standar, yaitu penuh puasa selama sebulan. Bagi yang nilainya lebih, seperti ditambah dengan tarawih, tilawah, I’tikaf, dan juga bagi yang bahkan sampai umrah ke tanah suci, tentu memiliki penilaian tambahan tersendiri (Insya Allah).

 

Lalu kita lihat nih kondisi kita sekarang?

Apakah sudah ada perbaikan..?

 

Semoga sih iya, karena katanya sih, dampak ibadah atau kebaikan itu bisa terlihat dari keadaan orang setelah melakukannya. Di risalah puasa yang ditulis oleh Syeik Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al Jarullah, dikatakan bahwa: sebagian orang bijak berkata: "pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya". Oleh karena itu, barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka, hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama, demikian pula sebaliknya.

 

Well, kalaupun belum, semoga sih ngga ada penurunan dari apa yang telah ada dahulu. Dikatakan bahwa seorang muslim itu hanya mengenal satu kata perubahan dalam dirinya, yaitu selalu menjadi lebih baik dari hari ke hari, dengan semangat motivasi “mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, beruntung; mereka yang hari ini sama seperti hari kemarin, merugi; mereka yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, celaka”, maka perubahan yang ada dalam diri setiap kita haruslah menjadi perubahan diri yang positif berkesinambungan (continuous development).

 

Hayuh makanya, mumpung masih belum lama Ramadhan-nya, dan mumpung masih di bulan syawal, mari kita membuat bangga almamater yang telah meluluskan kita, sekolah Ramadhan, karena kita ini adalah para alumni atau veteran Ramadhan, bulan yang mulia, untuk orang-orang yang mulia, orang-orang yang beriman, agar menjadi insan yang bertakwa (amin).

 

Semangat ! ^_^

 

---000---

 

Samarinda, 11 Oktober 2008

Syamsul Arifin

Coret hari-hari kita dengan warna-warni kebaikan, Insya Allah :)

3 comments:

  1. dah wisuda ke 19 nih.. coz pertama kali puasa usia 6 tahun..

    seharusnya dah professor ya?

    ReplyDelete