11 January 2009

Sami Yusuf - Mother (Arabic)

Lagu ini tepat sekali jika dijadikan sebagai lagu tema (theme song) pada hari ibu tanggal 22 Desember. Dibundel di dalam album My Ummah yang diluncurkan tahun 2005, cukup lawas memang, tapi tetap enak didengar, terbukti dari hasil penjualannya yang melebihi angka tiga juta kopi di seluruh dunia.

 

Penyanyinya adalah Sami Yusuf, musisi tampan asal Inggris yang berasal dari keluarga musisi keturunan Al-Jazair, dilahirkan pada bulan Juli 1980, Sami telah belajar bermain beberapa alat musik pada usia yang sangat muda, dan mulai memperlihatkan bakat serta ketertarikan pada menyanyi dan menciptakan lagu. Pada usia delapan belas tahun, ia pernah mendapatkan beasiswa di salah satu institusi musik kelas dunia yang bergengsi, The Royal Academy of Music di London.

 

Lagu Mother yang ia nyanyikan ini cukup unik, karena ada dua bahasa yang menjadi liriknya, bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan mengutip pula hadits Nabi SAW yang berkisah mengenai keutamaan Ibu.

 

Sami Yusuf merupakan seorang muslim, yang mempergunakan lagu sebagai media untuk mempromosikan pesan cinta, kasih sayang, kedamaian, dan toleransi. Ia juga aktif mendorong para pemuda agar menjadi bangga terhada agama dan identitasnya.

 

Hingga saat ini, Sami Yusuf telah tampil di hampir lebih dari 30 negara di seluruh dunia, mulai dari Istambul sampai ke Casablanca, dari Amerika sampai ke Jerman.

 

 

Judul: Mother (Arabic)

Artis: Sami Yusuf

 

Blessed is your face. Blessed is your name. My beloved

Blessed is your smile. Which makes my soul want to fly. My beloved

 

All the nights. And all the times. That you cared for me

But I never realised it. And now it’s too late. Forgive me

 

Now I’m alone filled with so much shame. For all the years I caused you pain

If only I could sleep in your arms again. Mother I’m lost without you

 

You were the sun that brightened my day. Now who’s going to wipe my tears away?

If only I knew what I know today. Mother I’m lost without you

 

Ummahu, ummahu, ya ummi. Wa shawqahu ila luqyaki ya ummi

Ummuka, ummuka, ummuka ummuka. Qawlu rasulika

Fi qalbi, fi hulumi. Anti ma’i ya ummi

 

(Ibu… Ibu… Oh Ibuku... Betapa aku sangat merindukanmu oh Ibu

“Ibumu, ibumu, ibumu”, begitulah Rasulullah SAW pernah berwasiat

Di dalam hatiku, di dalam mimpiku, engkau selalu bersamaku, ibu)

 

Ruhti wa taraktini. Ya nura ‘aynayya. Ya unsa layli

Ruhti wa taraktini. Man siwaki yahdhununi?

Man siwaki yasturuni? Man siwaki yahrusuni?

‘Afwaki ummi. Samihini...

 

(Engkau pergi dan meninggalkanku. Oh cahaya mataku, penyejuk malam-malamku

Engkau pergi dan meninggalkanku. Siapa lagi selain dirimu, yang akan memeluk diriku?

Siapa lagi selain dirimu, yang akan menyelimutiku? Siapa lagi selain dirimu, yang akan menjagaku?

Maafkankanlah  aku ibu, maafkan aku)

 

 

Keutamaan Berbakti Kepada Orangtua

 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al-Israa': 23-24)

 

Perintah berbuat baik kepada kedua orangtua ini pun diingatkan berulang-ulang di dalam Al-Quranul Karim, seperti tersebut di surat Al-Baqarah: 83; An-Nisaa’: 36; Al-An’aam: 151; Al-'Ankabuut: 8; Luqman: 14-15; dan surat Al-Ahqaaf: 15. Hal ini selain menunjukkan urgensi berbuat baik kepada orangtua, juga menunjukkan keutamaan hal tersebut.

 

Rasulullah SAW pun tidak lupa mengingatkan kita mengenai hal ini, sebagaimana dikutip Sami Yusuf di dalam lirik lagunya,

 

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" Nabi Saw menjawab, "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu." (Mutafaq'alaih)

 

 

Manfaatkan Peluang Waktu yang Ada

 

Lagu Mother berkisah mengenai penyesalan dan kerinduan seseorang yang telah ditinggal ibunya, maka menjadi peringatan bagi kita, agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, selagi ibu-bapak masih hidup, untuk berbakti dengan sebaik-baiknya kepada mereka, sebagai salah satu tiket menuju surga,

 

Dari Abu Hurairah RA. pula dari Nabi SAW sabdanya: "Melekat pada tanahlah hidungnya, melekat pada tanahlah hidungnya, sekali lagi melekat pada tanahlah hidungnya -maksudnya memperoleh kehinaan besarlah- orang yang sempat menemui kedua orangtuanya di kala usia tua, baik salah satu atau keduanya,  tetapi orang tadi tidak dapat masuk syurga - sebab tidak berbakti  kepada orangtuanya." (HR. Muslim)

 

 

Durhaka kepada Orangtua, Dosa Besar

 

Para ulama sepakat bahwa durhaka kepada dua orang tua merupakan dosa besar sesudah dosa syirik. Begitulah sebagaimana diungkapan oleh Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW,

 

"Maukah kamu saya terangkan sebesar-besar dosa besar --tiga kali. Mereka menjawab: Mau, ya Rasulullah! Maka bersabdalah Nabi, yaitu: menyekutukan Allah, durhaka kepada dua orang tua --waktu itu dia berdiri sambil bersandar, kemudian duduk, dan berkata: Ingatlah! Omongan dusta dan saksi dusta." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

 

Di dalam sebuah artikel dikatakan bahwa, Ka'abul Ahbar ditanya tentang durhaka kepada orang tua, Apakah itu? la menjawab, "Yaitu jika ayah atau ibunya menyumpahinya, ia tidak mempedulikannya. Jika mereka menyuruhnya, ia tidak mentaatinya. Jika meminta sesuatu kepadanya, ia tidak memberinya. Dan jika diberi amanat, ia mengkhianatinya"

 

 

La hawla wala quwwata Illa billah,

 

Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai anak-anak yang berbakti, kebanggaan orangtua kita, di dunia maupun di akhirat (amin)

 

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

 

 

---000---

 

Samarinda, 11 Januari 2009

Syamsul Arifin

6 comments:

  1. Tfs, jadi rindu ma ibu bapak di kamhal.

    ReplyDelete
  2. Allohummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiroo
    Xcelent hasil 'oret-oretan'nya buat mengawali pagi ni n_n

    ReplyDelete
  3. Sy tau n se7...:-)
    Lagu favorit, yg akan direquest diRADAR ktka Crew plus Sahabat RADAR menginginkannya....klo utk ortu. Ga akan pernah habisnya ceritanya...

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum...
    jadi pengen denger lagunya nih...

    ReplyDelete
  5. upload dong bang supaya bisa dishare lagunya.

    ReplyDelete
  6. @dhanuh
    ow, tetap semangat yaw ^_^

    @nilagerimisenja
    amiiin buat doanya :)

    @yienda
    ow, penyiar ya..?

    @fietthree & joehahnhohan
    wa'alaikumsalam
    ada kok di mp saya ini, di bagian video, atau cek aja di situsnya Sami Yusuf, video ini ada di: http://samiyusuf.com/video/play03_mother_ara.htm
    :)

    ReplyDelete