26 October 2007

Kenapa Menulis Cerpen?

Why did i wrote a fiction story?

Sebenarnya saya suka menulis. Teringat pesan seorang kaka kelas ketika di kampus dulu, beliau pernah berkata, seorang mahasiswa itu harus memiliki empat kemampuan, kemampuan tuk "melihat", berbicara, menulis, dan mendengar. banyak dikalangan mahasiswa yang sering menjadi orator ulung, ternyata susah menuangkan ucapannya kedalam tulisan, dan kadang orang yang sering menulis dan berbicara, suka sulit tuk bisa mendengarkan (listen not just hear).

Jadi, emang suka, dan terkadang "sedikit memaksakan" (mungkin emang maksain kali ya :D ), karena saya yakin bahwa "kita bisa karena biasa".

Dengan menulis, seseorang itu akan kelihatan kepintarannya. Karena dengan menghasilkan "output", maka berarti dia telah memiliki "input", dan menulis itu merupakan merangkai/menjalin informasi yang ia punyai menjadi suatu hal yang baru. Sehingga jelas, kualitas output tulisan yang ia hasilkan, menunjukkan input bacaan yang ia lakukan. *Makanya saya ngga perlu nyari seseorang wanita (tuk menjadi istri) yang suka baca, tapi cari aja yang suka menulis :D hehehe.., salah satu kriteria pribadi euy %peace% tapi kayaknya kriteria ini perlu ditinjau ulang nih... hmmm...

Back to topic, lalu kenapa saya suka menulis cerpen (yang Islami, atau minimal suka "ditempelin" pesan sponsornya :D )?

Saya pada dasarnya ngga suka yang sia2, dalam hal permainan aja, minimal harus ada ibrah/hikmah yang harus didapat dari aktivitas tersebut.

Dan semangat tuk mulai menulis cerpen genre Islami ini muncul setelah membaca novel "Ayat-Ayat Cinta"nya (AAC) mas Habiburrahman El Shirazy (atau yang biasa dipanggil kang Abik). Novel itu begitu menggetarkan saya, bukan hanya karena kisah romannya aja, tapi juga karena kandungannya yang lengkap.

Menyitir perkataan ustadz Abu Ridho ketika berbicara mengenai novel AAC tersebut, "ini adalah novel yang sangat bagus dan lengkap kandungannya. Ini bukan hanya novel sastra dan novel cinta, tapi juga novel politik, novel budaya, novel fikih, novel etika, novel bahasa, dan novel dakwah"

Dan saya pun semakin tertarik tuk membacanya (hanya sekedar baca-pinjam dari teman, tidak membeli, karena sayang euy beli buku begituan :D maklum, sebenarnya saya bukan penggandrung buku2 fiksi. Maaf ya kang Abik,-red) ketika membaca komentar banyak orang mengenai novel itu, banyak sastrawan, dan penulis2 Islam seperti bu Helvy Tiana Rosa, yang juga memuji novel ini. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kang Abik merupakan pengganti Hamka, dan AAC diibaratkan sebagai cerita "Di  Bawah Naungan Kabah" beliau yang sangat terkenal itu. Hmmm, sehebat apa sih novel ini sehingga disamakan dengan ulama seperti Hamka, hatiku terpancing rasa penasaran. Akhirnya, setelah tanya2 beberapa orang teman, siapa aja yang punya, bisa jugalah daku membacanya. Terima kasih kepada Ririn, yang mau/bersedia (atau terpaksa ya...) "merusakkan" novelnya karena saya baca :D

Novel itu "mengguncang" saya, karena dia berbicara begitu vulgar mengenai nilai2 keislaman. Suka menyitir ayat-ayat suci Alquran, Hadits, dan perkataan ulama2, hal2 lainnya.

Maka muncullah jua cerita2 mengenai percintaan, suami-istri, bahkan mengenai keluarga, dari benak saya.

Untuk lebih jelasnya, silakan pilih tag "fiction" dari multiply saya (genkeis.multiply.com) agar bisa tampil semua tulisan fiksi saya.

Beberapa (bahkan kayaknya semuanya) saya posting di situs myQuran, dimana saya menjadi member  dengan status "Aktivis" (status ini berdasarkan jumlah postingan) dan situs itu merupakan situs komunitas dimana saya berinteraksi dengan teman2 baru yang saya jalin. Kami sering buat acara offline bareng lho, makanya gabung deh ke myQ, -pesan sponsor :D he3x) Oh ya sekedar info, id saya disana adalah ipin4u.

Cerita2 saya biasanya menggunakan inspirasi dari hal2 disekeliling saya, dari saya pribadi, dari teman2 saya, dan dari apa yang saya baca. Makanya saya kadang suka pakai karakter teman, (atau seringnya sih diri sendiri) dalam bercerita.

Makanya pertama kali itu bikin cerpen (dalam bahasa Inggris) yang berjudul "I Love You, I Cry For You, and You Give Me Someone Better" tuh agak-agak sedikit "gimana gitu" menanggapi responnya, karena sama teman2 myQ malah di kasih ucapan selamat (selamat menikah, -red) weeeeiiks..., karena di cerpen itu, karakternya utama prianya pake nama saya (dengan aktivitas, latar belakang dan profesi yang hampir mirip dengan saya), dan ceritanya (ending2nya) dia mau nikah sama akhwat LIPIA. Eh,,, malah di kirain cerita beneran... sebenarnya sih mengharap juga (meng-amin-kan dalam hati), siapa sih yang ngga mau sama akhwat LIPIA :)

Begitu juga ketika buat mengenai "Angel Have Name" dan sequelnya "Angel Have Name (Jawaban Sang Bidadarimu)", "Boncengan Motor", "Maaf Akh Saya Tidak Bisa Menerimamu" dan sequelnya juga "Kegigihan adalah Nafas dari Cinta", serta "Gara2 Ikhwan Gang Kelinci", cerita2 tersebut sering dikira cerita nyata dari kehidupan saya.

Karena saya suka pakai (atau lebih tepatnya, "membajak") karakter teman2 dan sifat dari orang2 disekeliling saya, entah itu teman2 di kampus (teman sekelas, Forkomal/K3, lembaga2 formal kampus, dll), teman2 myQ yang sering chat dan ketemu, teman2 di DPRa, di lingkungan rumah, curhatan, blogs orang, dan lain2.. Seringnya sih, saya juga memasukkan "diri" saya kedalam cerita, hehehe... btw, bukan lagi promosi lho ya :D tapi maklum deh, masih new beginner, jadi suka ngga kreatif gitu :D. dan saya melalui tulisan ini meminta maaf bagi orang2 (di dunia nyata) yang saya "bajak" karakternya :) %peace%

Namun kalau mau dicermati, saya juga membuat cerpen mengenai kisah suami-istri, seperti di cerita "Jangan Terlalu Mesra Lagi Ya", "Berikan Aku 'Madu' ", dan "Bila Momongan Tak Kunjung Datang", dimana mereka semua pakai sudut pandang orang pertama dengan peran seorang suami.... bahkan di cerita "Romantisme di Tengah Banjir" pake sudut pandang seorang istri :D he3x

*waduh mesti hati2 nih, kayaknya saya juga dah beberapa kali bikin cerita pake sudut pandang perempuan... hmmm... atau mungkin saya emang women expert wannanbe ya... hmmm...


Intinya sih gini, cerpen atau cerita yang bisa menjadi konsumsi hiburan dari saya itu harus ada unsur kebaikannya, dari unsur itu, terkadang suka ngga saya jelaskan secara detail, karena saya ngga mau menganggap pembaca saya adalah pembaca2 yang bodoh.

Dan semoga, melalui cerita2 tersebut, ada hati yang terbuka, ada diri yang menjadi ingat, dan ada iman yang semakin kokoh. Sehingga ia bisa menjadi tambahan pemberat amalan kebaikan saya di akhirat kelak.

Doakan saya semoga bisa terus berkontribusi dalam sastra Islam dengan karya2 yang berkualitas (sebagaimana keinginan azzura, teman myQuran saya,-red), dimana teman2 di FLP (Forum Lingkar Pena) telah jauh memulainya. Semoga Allah merahmati kita semua. amin.

18 comments:

  1. Amiin! Semoga sukses!
    Hhhmmm... saya tertarik ke pesan Kakak kelasnya, .. saya juga pernah dinasehatin yg sama persis.. Beliau berkata, "... 4 hal penting dlm dunia pendidikan adlh membaca, menulis, melihat/mengamati dan mendengar..." Nah...ini yg merubah sy aktif sedikit banyaknya dlm forum. Wah... dah pjg nih..
    Sebelum mengakhiri, bolehkah Mas Ipin ngajarin saya bahasa Inggeris? sy paling bego lho dlm bhs inggeris...ha3X...Oh, ya! Kapan2 sy mendaftar di myQuran.. hehehe ..thanks!

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas doanya :) that is what i need

    belajar bahasa inggris sama saya... hmmm... saya mah belum mahir2 amat atuh :)
    lagipula dengan jarak yang memisahkan kita, gimana cara belajarnya... :)

    oh ya, satu lagi, di myQuran.org, saya juga aktif di forum Englishnya, disana kan ada beberapa forum2, dan di forum english biasanya kita bisa saling share dan berlatih bahasa english kita...
    jadi mungkin bisa disana ya... ntar klo dah daftar, kasih tau ya IDnya apa :)

    ok deh.. saya tunggu juga hasil tulisan2nya.. selama ini dah bagus kok tulisannya :)

    ReplyDelete
  3. btw aq acungin jempol untuk karya2 akh ipin, tapi ucapan kemarin itu ditujukan untuk 2 artikel yg aq comment. yang lainnya bagus. Karena gara2 2 artikel itu menyebar kabar yang gak bagus. karakter itu inspired bgt spt ukht v.... aq gak ingin saudara/i ku jd kena dampak- termasuk akh ipin. af1 ya soalnya pas baca itu meski namanya lain seolah2 memang tertuju ke beliau. kira2 gmn klo yg bc beliau... moga beilau gak salah mengartikan, wallahu'allam. 4 the last , semangat terus u ipin, aq jg tertarik tulis - menulis, tp gak pd u dikonsumsi orang lain, mau gabung jg nih di myQuran, jzklh

    ReplyDelete
  4. Ipin,,,aku pengen banget bisa nulis cerpen, tapi sampe saat ini ga pernah bisa menyelesaikan satu pun. cerpen2nya selalu mentok di tengah jalan, ga ngerti kenapa.
    Aku percaya sama ungkapan "bisa karena biasa" tapi klo soal cerpen kok kayaknya aku belum terbiasa juga ya.

    ReplyDelete
  5. @sariansa
    he3x... thats why saya menulis artikel "menguji ukhuwah" :)

    @kaiyya
    hayo atuh mba, dibuat aja...
    karya besar tidak langsung jadi dalam semalam, dibutuhkan proses.
    yang terpenting adalah, sering baca cerpen2 bermutu, cari2 tau sedikit tentang tekhnik penulisan cerita fiksi, dan semangat yang banyak :)
    ditunggu hasil karya2nya :)

    ReplyDelete
  6. yup keren mas ipin...artikelnya,hem...jatuh hati jg kan ma karya kang abik?heheheheh

    ReplyDelete
  7. @ivoniezahra
    yup, termotivasi oleh beliau, and cerita beliau emang keren banget... penuh unsur romans-nya :)

    ReplyDelete
  8. Betul Bro..tetap berkarya. Btw bagaimana ya meluangkan waktu untuk menulis? hampir-hampir tidak ada waktu untuk menyendiri menggali semua inspirasi yang terpendam dan kemudian memerintahkan jemari untuk menari diatas keyboard. Menterjemahkan semua imajinasi menjadi sebuah tulisan. untuk sementara baca-baca dulu, termasuk di blog ini. Tidak keberatan bukan?

    ReplyDelete
  9. @iyan
    ada doanya bro...
    doanya adalah: "Allahumma paksain" amin :)
    yang berarti: Ya Allah, tolong paksakan :D

    ditunggu ya bro hasil tuangan imajinasinya :)

    ReplyDelete
  10. Hhmmmm...cerpen2nya kak ipin bagus2....indah suka ^_^ kapan ya indah bisa nulis cerpen kayak githu....knapa ga coba di bikin buku aja kak? (apa jangan2 udah ada, indah aja yg ga tau) tapi, kok cerpennya kak ipin banyak yg mengenai cinta ya ^_^ hhhhmmmmmmmm......????? ^_^

    ReplyDelete
  11. Makasih ya :)

    Kamu juga bisa kok, asal mau latihan (dgn menulis), baca2 (tentang tehnik penulisan jg), dan keinginan yg kuat.

    Saya tunggu ya cerpen2nya :)

    ReplyDelete
  12. hm.. aq awalnya tidak mau disebut penulis, soalnya aq menulis hanya untuk mengungkapkan isi hati aja kok, dan menurut aq hal itu belum cukup untuk modal jadi penulis.
    tapi sekarang, setelah aq gabung ma FLP trus sering share ma temen2 akhirnya tertarik juga, jadi sekarang aq punya cita-cita baru... jadi penulis!

    mohon do'a dan dukungannya.. ^_^

    ReplyDelete
  13. @vina
    yups, semoga menjadi penulis yang hebat ya ^-^

    *saya sendiri, belum tergabung di FLP euy :toe:
    %peace%

    ReplyDelete
  14. wah.. ikutan dunk! rame lho.. asyek pula bisa buat motivasi

    ReplyDelete
  15. Kabar gembira!! Buat yang suka nulis-nulis, buat penulis muda, buat para blogger, buat temen2 yg hobi nulis tapi belum bisa buat buku, belum percaya diri, sekarang sudah ada medianya, Situs Komunitas Penulis Indonesia,

    Penulis-Indonesia.com, kayak Friendster tapi khusus buat yang hobi nulis, penulis, pujangga, penulis naskah, blogger...

    fasilitasnya juga cukup oke, lengkap dgn alamat pribadi untuk profil, blog, dan album...ada chatnya juga loh :)
    Baru dibuka 1 Januari 2008 lalu, skrg membernya sudah 300an :) rame buanget loohh aktifitasnya!!

    Semoga bermanfaat :)

    Cepetan gabung ya :)
    di sini alamatnya :

    Penulis-Indonesia.com atau tanpa tanda -
    PenulisIndonesia.com

    ReplyDelete
  16. Same hobby... (or prophecy?) :-)
    For me, the most important in this life is having a vision. Writing short stories also needs vision. My short story isn't what's inside my heart, but what's inside my mind. My short story isn't to get something, but to give something. It's not what I do for all my life, but what I do for 'a moment in my life'...
    Well, whatever we do, it should be for goodness, not just... do it.
    Wish you luck, New Friend...

    ReplyDelete